Rabu, 04 November 2026
18:53 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan

Warga Berdaya

Bagikan:

Warga Berdaya adalah sebuah gerakan sosial yang diinisasi oleh warga Yogyakarta untuk merespon maraknya pembangunan di Kota Yogyakarta. Gerakan tersebut dideklarasikan pada bulan Februari 2013 untuk mengkritik era pemerintahan Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti yang menjabat sejak 2011-2016. Warga Kota Yogyakarta melalui wadah “Warga Berdaya” memprotes kebijakan wali kota yang seolah memberikan ruang bagi para pemilik modal untuk menggalakan pembangunan hotel dan pusat perbelanjaan di Yogyakarta. Menurut mereka, pembangunan yang digalakan tersebut telah memberikan pengaruh buruk pada lingkungan tempat tinggal mereka. Beberapa pengaruh buruk itu antara lain penurunan kualitas air, hilangnya ruang publik dan ruang terbuka hijau di Yogyakarta, kualitas sinyal dan listrik yang terganggu, dan lain sebagainya. Munculnya gerakan tersebut dinilai sebagai bentuk demokrasi warga yang tumbuh sekaligus peluang bagi Masyarakat sipil untuk ikut larut dalam percaturan politik dengan mendesak adanya rumusan kebijakan sosial baru.

Lebih lanjut lagi, metode yang digunakan oleh warga Yogyakarta dalam gerakan ini menggunakan metode nir-kekerasan. Mereka lebih banyak menggunakan sarana sosial, ekonomi, dan politik dalam gerakannya. Hal itu yang membuat gerakan Warga Berdaya dinilai berbeda dengan gerakan sosial secara umum yang kerap terjadi di Indonesia.[1]

Referensi

  1. ↑ Pradana, Irawan Satria. 2017. Kesenian sebagai Instrumen Nir-Kekerasan Menentang Rezim Kekerasan: Studi Kasus Gerakan Sosial Warga Berdaya di Yogyakarta. Skripsi. Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada
Ikon rintisan

Artikel bertopik aktivisme ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan