Senin, 28 September 2026
22:06 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
War Production Board

War Production Board

250px-US-WarProductionBoard-Seal.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

War Production Board (WPB, "Lembaga Produksi Perang") didirikan sebagai agensi pemerintah pada 16 Januari 1942 atas perintah eksekutif Franklin D. Roosevelt.

Tujuan pendirian lembaga ini adalah memantau penghasilan dan ketentuan bahan mentah dan bahan bakar ketika Perang Dunia II di Amerika Serikat. WPB mengubah dan meperluas industri-industri masa aman untuk memenuhi keperluan menghadapi peperangan, memperuntukkan bahan-bahan terbatas yang penting untuk pembuatan masa peperangan, menetapkan prioritas dalam distribusi bahan-bahan dan layanannya, serta menghindari penghasilan yang tidak perlu. WPB memproduksi barang-barang seperti bensin, minyak pelumas, alat pemanas, karet, kertas[1] dan plastik. WPB diberhentikan bersamaan setelah menyerahnya Jepang pada tahun 1945 yang lalu diganti oleh Civilian Production Administration pada akhir tahun 1945.

Pengurus pertamanya ialah Donald M. Nelson yang bertugas pada tahun 1942 hingga 1944, dilanjutkan oleh Julius A. Krug dari tahun 1944 hingga pembubaran Lembaga ini.

Referensi

  1. ↑ "War and the book trade" In Butler, Pierce (ed.) (1945) Books and libraries in wartime pp. 88-104, University of Chicago Press, Chicago, OCLC 1349001
Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan