Sabtu, 24 Oktober 2026
00:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
War Plan Red

War Plan Red

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Januari 2023)
War Plan Red
330px-War_Plan_Red.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
War Plan Red adalah rencana strategis AS jika terjadi perang dengan Kerajaan Inggris. "Biru" menunjukkan Amerika Serikat sedangkan "Merah" menunjukkan Kerajaan Inggris, yang wilayahnya diberi warna merah berbeda: Inggris (Merah), Newfoundland (Merah), Kanada (Crimson), India (Ruby), Australia (Scarlet), Selandia Baru (Garnet), dan wilayah lain yang diberi warna merah jambu yang bukan bagian dari rencana. Negara Bebas Irlandia, pada saat merdeka di dalam Kerajaan Inggris, diberi nama "Emerald" dengan warna hijau.
Tanggal1920an sampai 1930an
Lokasi
Status Direncanakan pada tingkat yang lebih rendah; tidak pernah dipertimbangkan oleh Kongres atau Presiden; tidak pernah dilaksanakan
Pihak yang terlibat

 United States

 British Empire

Pemimpin atau tokoh terkemuka
Presiden King George V

War Plan Red, juga dikenal dengan sebutan Rencana Perang Strategis Atlantik, adalah salah satu rencana perang yang dibuat oleh Departemen Perang Amerika Serikat pada periode antar perang (1919-1939) untuk memperkirakan apa yang diperlukan dalam perang melawan Imperium Britania (pasukan "merah"). Berbagai rencana perang telah dibuat oleh perwira-perwira berpangkat menengah untuk memperhitungkan keperluan logistik dan sumber daya manusia dalam suatu perang,[1] dan War Plan Red menjabarkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mempertahankan diri dari upaya serangan Britania Raya. Rencana ini juga membahas kemungkinan perang dua front melawan Kekaisaran Jepang dan Britania Raya sekaligus.

Rencana ini dibuat oleh Departemen Perang seusai Konferensi Angkatan Laut Jenewa pada 1927. Rencana ini kemudian disetujui oleh Menteri Perang dan Menteri Angkatan Laut Amerika Serikat Charles Francis Adams III pada Mei 1930 dan diperbaharui pada tahun 1934-1935. Sebagai perencanaan yang hanya menduga-duga saja, rencana ini tidak memerlukan persetujuan dari presiden ataupun kongres. Hanya kongres yang memiliki wewenang untuk menyatakan perang.[2]

War Plan Red mengasumsikan bahwa jika meletus perang melawan Britania Raya, pada mulanya Britania akan unggul berkat angkatan lautnya yang digdaya. Rencana ini lalu menduga bahwa Britania akan menjadikan Kanada sebagai batu loncatan untuk menyerang Amerika Serikat. Oleh sebab itu, Amerika Serikat pada mulanya akan mempertahankan diri dari serangan Britania, dan sesudah itu Amerika Serikat hendak mengalahkan Britania dengan memblokade pelabuhan-pelabuhan Kanada dan memutus jalur persediaan makanannya. Tidak diketahui secara pasti apakah rencana ini akan berhasil atau malah berujung pada kebuntuan.[3]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Roberts, Ken. Command Decisions. Center of Military History, Department of the Army. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-12-30. Diakses tanggal 19 Juli 2011.
  2. ↑ John Major, "War Plan Red: The American Plan for War with Britain," Historian (1998) 58#1 hlm. 12–15.
  3. ↑ Joint Estimate of the Situation – Red and Tentative Plan – Red (PDF). Security Classified Correspondence of the Joint Army-Navy Board, compiled 1918 – 03/1942, documenting the period 1910 – 3/1942. Joint Board, 325. Serial 274. Diakses tanggal Desember 3, 2011.{{cite conference}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan