Selasa, 03 November 2026
22:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Wangsa Barcelona

Wangsa Barcelona

Bagikan:
250px-Blason_d%27Aragon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang Daerah Barcelona
330px-Aureum-Opus--portada.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Portal Aureum Opus (1513), kompilasi hak istimewa yang diberikan kepada kota dan kerajaan Valencia antara 1236 dan 1513.
330px-Jurament_dels_Privilegis_de_Jaume_II_de_Mallorca_davat_de_Jaume_I_el_Conqueridor.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Raja pertama Mallorca dan Valencia, Chaime I dari Aragon.

Wangsa Barcelona (dalam bahasa Katala: Casal de Barcelona) terkadang disebut Wangsa Katala[1] ·[2] merupakan nama dari sebuah dinasti yang didirikan oleh Guifré[3] comte Barcelona.

Historiografi tradisional menentukan tanggal punahnya dinasti tersebut tanpa keturunan laki-laki dengan kematian Martin dari Aragon pada 1410[4] ·.[5] Namun suksesi yang sah dipertanyakan dan kemusnahan dinasti diduga terjadi pada 1137.

Wangsa Barcelona berasal dari keluarga Visigoth dari wilayah Pirenia, setelah bersekutu dengan tentara Charlemagne dari Franka selama perang melawan Al-Andalus, memerintah di beberapa wilayah Karoling Marca Hispanica setelah pembangunan Kekaisaran Karoling.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Notamment sur "Lo Rat Penat" en el escudo de armas de Valencia de Luis Tramoyeres Blasco. como Casa de Cataluña
  2. ↑ Templat:Lien brisé (en catalán)
  3. ↑ Templat:Lien web
  4. ↑ Esta postura tradicional encuentra apoyo en la existencia de una conciencia dinástica de continuidad en la Casa de Barcelona tras el matrimonio con Petronila de Aragón, consistentemente reflejada en las crónicas catalanas et aragonesas posteriores. En particular, Stefano Maria Cingolani, en su artículo "Seguir les vestígies dels antecessors. Llinatge, reialesa i historiografía a Catalunya des de Templat:Souverain- a Templat:Souverain- (1131-1285)" (Anuario de Estudios Medievales, Vol 36, Nº 1, 2006, ISSN 0066-5061), incluye diversas referencias a cómo se forja la idea de la continuidad en el linaje de la Casa de Barcelona tras la unión dinástica, à partir de la Crónica de Bernat Desclot (finales del siglo Templat:XIII), et comenta (traducido del catalán): {{citation}}: Kutipan kosong Cingolani, pág. 208. En la web del AEM puede consultarse el texto del artículo completo.
  5. ↑ El uso del término Casa de Barcelona en la Genealogía hispánica está documentado ya desde el mismo Luis de Salazar et Castro. Por ejemplo en su célebre Historia genealógica de la Casa de Lara (1697), tomo cuarto, puede encontrarse el término Cafa de Barcelona aplicado con posterioridad a la unión dinástica entre Cataluña et Aragón, v.g. págs. 133, 147, 178. (Cf. ibidem pág. 291: "de la Cafa Real de Aragon de la linea de Barcelona".)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan