Selasa, 13 Oktober 2026
16:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Wangsa Babenberg

Wangsa Babenberg

Bagikan:
250px-Coat_of_arms_of_the_archduchy_of_Austria.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Marcha_orientalis-fr.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perluasan wilayah Austria pada masa Wangsa Babenberg.

Wangsa Babenberg adalah keluarga kerajaan yang menguasai wilayah perbatasan Austria (atau Ostarrichi), dan kemudian para penguasanya menjadi Adipati Austria.

Asal mula

Asal mula keluarga Babenberg dapat dirunut kembali ke masa raja-raja kuno Franka. Nama keluarga ini berasal dari Kastel Babenberg (Bamberg). Keluarga ini merupakan keturunan keluarga Popponides,[1] sehingga mereka juga merupakan keturunan Cancor Robertian, anak Robert I dari Hesbaye.[2]

Pada masa kekuasaan Kaisar Romawi Suci Otto I, wilayah perbatasan Austria diberikan kepada Wangsa Babenberg.[3]

Selama terjadinya kontroversi penahbisan, Wangsa Babenberg sering kali mendukung Paus dan mendukung reformasi Gregorius.

Wangsa ini tidak lagi dikaruniai oleh keturunan laki-laki pada tahun 1246 setelah Adipati Friedrich II dari Austria tewas dalam pertempuran. Meskipun begitu, cabang Henneberg Wangsa Babenberg yang terletak di Franken masih bertahan hingga tahun 1583, ketika wilayah mereka dibagi-bagi oleh dua cabang keluarga Wettin. Sementara itu, pada masa interregnum, Kadipaten Austria dan Steiermark jatuh ke tangan Ottokar II dari Bohemia dan kemudian dikuasai oleh Rudolf I dari Habsburg. Semenjak itu, Wangsa Habsburg menguasai Austria hingga tahun 1918.

Darah Romawi Timur

Semua adipati Babenberg setelah Leopold V dari Austria merupakan keturunan kaisar Romawi Timur. Ibu Leopold yang bernama Theodora Komnena merupakan cucu Kaisar Ioannes II Komnenos. Kemudian anak laki-laki Leopold V yang bernama Leopold VI dari Austria. menikahi seorang putri Romawi Timur yang bernama Theodora Angelina. Anak Leopold VI, Friedrich II, juga mengikuti jejak ayahnya dan menikahi Sophia Laskarina.

Lihat pula

Catatan kaki

  1. ↑ Hervé Pinoteau, La symbolique royale française, V - XVIII siècle, La Roche-Rigault, P.S.R. éditions, 2004, hlm. 45.
  2. ↑ Alfred Friese, "Studien zur Herrschaftgeschichte des fränkischen Adels", in Geschichte und Gesellschaft. Bochumer historische Studien, 18, Stuttgart, 1979.
  3. ↑ Olivier Milza, Histoire de l'Autriche, Paris, Hatier, 1995, hlm. 41.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan