Senin, 19 Oktober 2026
13:16 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis
Waditra Dogdog

Waditra Dogdog

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Februari 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Enkelvellige_cilindrische_trom_TMnr_15-431.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Waditra Dogdog "Tilingtit"
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Enkelvellige_cilindrische_trom_TMnr_15-429.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Waditra Dogdog "Brum"
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Enkelvellige_cilindrische_trom_TMnr_15-427.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Waditra Dogdog "Badublag"
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Enkelvellige_cilindrische_trom_TMnr_15-430.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Waditra Dogdog "Tong"

Dogdog[1] adalah waditra jenis alat pukul berkulit, yang dimainkan dengan cara dipukul dengan menggunakan alat bantu pemukul. Waditra ini mempunyai fungsi sebagai alat penyaji ritme yang tergabung sebagai waditra pokok dalam reog (ogel) atau dogdog lonjor dan juga seni reak.[2][3]

Etimologi

Istilah Dogdog merupakan peniruan dari bunyi yang berasal dari suara waditranya. Waditra Dogdog jika dibunyikan terdengar "Dug" atau "Dog", terutama untuk bunyi Dogdog yang besar.[2]

Bahan rancang bangun[4]

  • Kaluwung

Kaluwung adalah wadah gema (resonator) yang terbuat atas kayu terutama kayu nyiur atau kayu kawung/enow, bahkan ada yang terbuat dari kayu pinang;

  • Wangkis

Wangkis adalah penutup bidang terbesar dari Dogdog terbuat atas kulit binatang;

  • Wengku

Wengku adalah sebuah lingkaran terbuat atas rotan yang dikenakan dibagian atas, sebagai penggulung wangkis;

  • Pakon

Pakon adalah paku-paku untuk memaku wangkis;

  • Lambe/Lalambe

Lambe/Lalambe adalah bibir Dogdog terdapat dibagian bawah.

Pembagian[5]

Alat musik ini dibagi menjadi empat bagian, yaitu:

  • Tilingtit

Tilingtit merupakan Dogdog terkecil yang disajikan oleh dalang (pimpinannya), dinamakan "Tilintit" karena tilingtit berperan sebagai pemberi pangkat, pengatur lagu dan irama. Dan kenapa disebut tilingtit karena bunyi yang dihasilkan seperti suara "tilingtingtit tilingtingtit"

  • Panempas (Engklok) atau Tong

Juga disajikan oleh dalang. Dan mengapa disebut Tong karena saat dibunyikan suara yang dihasilkan berbunyi "tong tong tong"

  • Bangbrang atau Brung

Tidak jauh berbeda saat brung dibunyikan maka suara yang akan dihasilkan berbunyi "Brung brung"

  • Badublag

Badublag merupakan Dogdog terbesar yang dipegang oleh penyaji sebagai bodor.[6]

Cara memainkan

Setiap Dogdog digendong di muka perut oleh masing-masing pemain, letak gendongan tepatnya di pinggang kiri. Tangan kanan memegang alat pemukul dan tangan kiri menekan permukaan kulit untuk mengolah suara Dogdog itu sendiri saat dimainkan. Susunan pola tabuh reak dalam pertunjukannya yaitu pertama tilingtit. Lalu diikuti oleh tong, brung, bangplak dan bedug. Dari susunan pola tabuh tersebut konon memiliki arti yakni tilingtit yang berarti gera indit gera indit, tong memiliki arti entong, suara dari waditra brung yang mengartikan embung, bangplak memiliki arti gera prak dan bedug memiliki arti dengan seruan atau perintah untuk menunaikan ibadah salat. Jadi apabila digabungkan memiliki arti “gera indit gera indit, ulah emung ulah embung, prak gera gumamprak ka gusti Allah lamun geus asup waktuna shalat” atau dalam bahasa indonesianya yaitu "cepatlah berangkat jangan sampai tidak mau untuk melakukan salat jika telah masuk tanda waktunya untuk salat".[7]

Bentuk penyajian

Waditra Dogdog sejumlah empat buah, disajikan dalam seni pertunjukan Ogel atau Reog. Penyajiannya dilengkapi dengan kawih (vokal), gerak-gerak lucu dan bobodoran (dialog humor). Apabila Dogdog yang disajikan di reak, dogdog ini menjadi pengiring dari reak itu sendiri. Reak menjadi pengiring atau pengarak anak khitanan mengelilingi kampung menggunakan jampana atau kursi yang bisa diusung bersama. Setelah anak khitanan diarak mengelilingi kampung lalu ketika sampai di rumahnya, reak ini dimainkan sebagai hiburan masyarakat sekitar.[8]

Sumber

  1. ↑ Muis, M. (2009). Pendefinisian lema alat musik di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. hlm. 47
  2. 1 2 Drs Ubun Kubarsah R, "Waditra Mengenal Alat-Alat Kesenian Daerah Jawa Barat", (Bandung: CV.Sampurna, 1994) hal. 77.
  3. ↑ Sopandi, Atik; Kusumah, Siti Dloyana; Yunus (Drs.), Ahmad (1987). Peralatan hiburan dan kesenian tradisional daerah Jawa Barat. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah. hlm. 75–78.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Drs Ubun Kubarsah R, "Waditra Mengenal Alat-Alat Kesenian Daerah Jawa Barat", (Bandung: CV.Sampurna, 1994) hal. 78.
  5. ↑ Drs Ubun Kubarsah R, "Waditra Mengenal Alat-Alat Kesenian Daerah Jawa Barat", (Bandung: CV.Sampurna, 1994) hal. 80.
  6. ↑ "Dogdog » Budaya Indonesia". budaya-indonesia.org. Diakses tanggal 2026-01-24.
  7. ↑ r.search.yahoo.com https://r.search.yahoo.com/_ylt=Awr1TmkZUoRpAQIAEADLQwx.;_ylu=Y29sbwNzZzMEcG9zAzEEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1771489049/RO=10/RU=https://mediaindonesia.com/humaniora/851301/deretan-kata-bahasa-sansekerta-indah-dan-artinya-yang-penuh-makna/RK=2/RS=yXlNAL.n6iOUeHxT8NSeKevapLo-. Diakses tanggal 2026-02-05.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  8. ↑ Rukanda, Uep (2025-02-16). Mainaki, Didi (ed.). "Dogdog sebagai Waditra Pukul Pengiring Seni Reog". RRI. Diakses tanggal 2026-01-17.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan