Rabu, 23 September 2026
04:07 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara

W49 (hulu ledak nuklir)

W49 adalah hulu ledak termonuklir Amerika, yang digunakan pada sistem rudal balistik Thor, Atlas, Jupiter, dan Titan I. Hulu ledak W49 diproduksi mulai tahun 1958 dan beroperasi hingga tahun 1965, dengan beberapa hulu ledak dipertahankan hingga tahun 1975.[1]

Senjatanya sendiri adalah hulu ledak Mark 28 Y1 yang dimodifikasi untuk peran rudal.[2][3][4]

W49 Y1 awal berasal dari bom B28 Y1 yang menghasilkan yield 1,1 megaton TNT (4,6 PJ). Sumber lain menyebutkan daya yield produksi sebesar 1,45 megaton TNT (6,1 PJ), sama dengan bom B28 Y5. Ini mungkin hasil hulu ledak Y2.

Lihat pula

Referensi

  1. History of the XW-35 Warhead (Laporan). Sandia. Januari 1968. hlm. 5. SC-M-67-669. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 13 Mei 2021. Diakses tanggal 13 Mei 2021.{{cite report}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Sublette, Carey (12 Juni 2020). "Nuclear Weapons FAQ, Section 8.0". Nuclear Weapons Archive. Diakses tanggal 27 Mei 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. "Table of Nuclides". Korea Atomic Energy Research Institute. Nuclear Data Center at KAERI. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 Juli 2016. Diakses tanggal 27 Mei 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. Sublette, Carey (Februari 2019). "2.0 Introduction to Nuclear Weapon Physics and Design". Nuclear Weapons Archive. Diakses tanggal 2020-05-13.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan