Selasa, 27 Oktober 2026
14:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Void KBC

void tempat Bima Sakti, galaksi dan gugus galaksi lainnya berada

Bagikan:

Void KBC adalah kekosongan kosmik yang berisi Bima Sakti dan merupakan kekosongan atau ruang hampa terbesar yang diketahui. Ini diidenfikasi pada tahun 2013 dan dijuluki Ryan Keenan, Amy Barger dan Lennox Cowie (KBC), diambil dari tiga astronom yang mengidentifikasinya. Dengan radius rata-rata tujuh kali lebih besar dari kekosongan rata-rata, dengan radius sekitar 1 - 2 miliar tahun cahaya,[1] adalah kekosongan terbesar yang dikonfirmasi di Alam Semesta.[2]

Void KBC berbentuk besar, bola, dan dikelilingi oleh cangkang galaksi, bintang dan materi lainnya, dan berisi Bima Sakti dalam beberapa ratus juta tahun cahaya dari pusatnya.[1][2] Penelitian yang dilakukan Amy Barger di University of Wisconsin-Madison, void tidak hanya berisi supergugus lokal dan gugusan lokal, tetapi juga gugusan galaksi luar.[3] Void KBC memiliki kepadatan rendah lokal dengan kontras kepadatan relatif yang diamati δ≡1 − ρ / ρ0 = 0,46 ± 0,06 antara 40 dan 300 Mpc di sekitar Grup Lokal.[4] Kekosongan memiliki bukti pengamatan substansial dan berkembang dari kepadatan luminositas yang dinormalisasi dalam inframerah dekat bahwa alam semesta lokal kurang padat pada skala beberapa ratus Mpc (megaparsek), dan ini konsisten dengan supernova tipe Ia dan efek linear kinematik Sunyaev-Zel'dovich (kSZ).[5] Dengan lebih banyak materi di luar kekosongan yang menghasilkan tarikan gravitasi yang sedikit lebih besar - akan memengaruhi konstanta Hubble yang diturunkan dari supernova yang relatif berdekatan, tetapi tidak memengaruhi nilai gelombang mikro kosmik.[6] Sama seperti void lain, void KBC juga mengalami pengembangan.[3]

Karena ukuran void agak subjektif, sulit untuk mengetahui apakah void ini memang yang terbesar di alam semesta.[7] Sebuah studi tidak hanya memperkuat gagasan bahwa kita berada di salah satu lubang kosmos, Void KBC, tetapi membantu kesepakatan atau ketegangan yang tampak antara berbagai pengukuran konstanta Hubble, satuan yang digunakan kosmolog untuk menggambarkan laju di mana alam semesta berkembang saat ini.[6] Studi baru ini adalah bagian dari upaya yang jauh lebih besar untuk lebih memahami struktur berskala besar Alam Semesta.[8]

Referensi

  1. 1 2 June 2017, Elizabeth Howell 14. "We Live in a Cosmic Void, Another Study Confirms". Space.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-10-26.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)
  2. 1 2 Siegel, Ethan. "We're Way Below Average! Astronomers Say Milky Way Resides In A Great Cosmic Void". Forbes (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-10-27.
  3. 1 2 Nabilah, Khansa. "5 Penemuan Void, Benarkah Kita Tinggal di Dalamnya?". www.bicara.co.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-10-08. Diakses tanggal 27-10-2020.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  4. ↑ Haslbauer, Moritz; Banik, Indranil; Kroupa, Pavel (2020-10-23). "The KBC void and Hubble tension contradict ΛCDM on a Gpc scale − Milgromian dynamics as a possible solution". Monthly Notices of the Royal Astronomical Society. 499 (2): 2845–2883. doi:10.1093/mnras/staa2348. ISSN 0035-8711.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  5. ↑ Hoscheit, Benjamin L.; Barger, Amy J. (2018-02-09). "The KBC Void: Consistency with Supernovae Type Ia and the Kinematic SZ Effect in a ΛLTB Model". The Astrophysical Journal. 854 (1): 46. doi:10.3847/1538-4357/aaa59b. ISSN 1538-4357.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  6. 1 2 ""We Exist Within a Colossal Sphere" --The Void that Harbors the Milky Way". The Daily Galaxy (dalam bahasa American English). 2020-04-19. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-10-30. Diakses tanggal 2020-10-27.
  7. ↑ Mangum, Jeff. "Voids in Space". National Radio Astronomy Observatory (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-10-27.
  8. ↑ "Milky Way Galaxy Resides in Enormous Cosmic Void | Astronomy | Sci-News.com". Breaking Science News | Sci-News.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-10-27.

Lihat pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan