Selasa, 29 September 2026
09:18 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Vivipari

Vivipari

Bagikan:
250px-Watsonia_meriana_near_end_of_flowering_showing_cormlets_on_IMG_6913.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Watsonia meriana, setelah masa berbunganya hampir berakhir, benihnya berkecambah lalu jatuh dan tumbuh akar.
250px-Plody_mangrovnika_%28Rhizophora_mangle%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bibit tanaman bakau merah berkecambah saat masih di induk pohonnya.

Pada tumbuhan, vivipari merupakan fenomena ketika benih atau bibit mulai berkembang sebelum terlepas dari induknya. Selanjutnya bibit tumbuh, terlepas dari buah dan akhirnya tersebar.[1] Tumbuhan seperti Iridaceae dan Agavoideae benihnya tumbuh di axils perbungaannya. Musim gugur merupakan waktu tanaman ini berkembang biak secara efektif. Demikian pula, beberapa Crassulaceae, seperti Bryophyllum, benihnya berkembang dan planletnya jatuh dari takik di daunnya, dan siap tumbuh. Produksi embrio dari jaringan somatik seperti itu adalah reproduksi vegetatif aseksual yang menghasilkan kloning .

Deskripsi

Pada beberapa spesies mangrove, misalnya, benih berkecambah dan masih melekat pada induknya. Benih akan tersebar oleh arus jika jatuh ke air, benih yang berkecambah dan tumbuh beratnya akan bertambah, sehingga saat jatuh akar tunggang lurus menembus lumpur.

Vivipari juga bisa terjadi pada buah stroberi, namun fenomena tersebut sangat langka dan umumnya benih yang berkecambah tidak bisa mengeluarkan akar. Sehingga buah stroberi yang mengalami vivipari tidak bisa di tanam.[2]

Pada beberapa pohon, seperti nangka, jeruk, dan alpukat, bijinya ditemukan sudah berkecambah saat buah sudah terlalu matang. Namun, kondisi ini tidak dapat dikatakan sebagai vivipari, kondisi lembap yang tersedia oleh buah membuat kondisi disekitar benih menjadi seperti tanah basah sehingga mendorong terjadinya perkecambahan. Namun, bijinya juga bisa berkecambah di bawah tanah yang lembap.[3]

Referensi

  1. ↑ "Vivipary - an overview | ScienceDirect Topics". www.sciencedirect.com. Diakses tanggal 2020-09-16.
  2. ↑ "Fenomena Langka, Vivipari pada Buah Stroberi". Diakses tanggal 2020-09-16.
  3. ↑ "UCLA: The Mildred E. Mathias Botanical Garden". ucla.edu. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-03. Diakses tanggal 2020-09-16.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan