Sabtu, 03 Oktober 2026
04:33 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri

Vis viva

Bagikan:

Vis viva adalah sebuah istilah yang diperkenalkan dan digunakan oleh Gottfried Leibniz untuk menjelaskan mengenai momentum. Dalam pengembangan perumusannya oleh Leibniz dan Johann Bernoulli, vis viva diartikan sebagai hasil perkalian antara massa kali percepatan kuadrat. Rumus vis viva kemudian dikembangkan oleh Émilie du Châtelet sehingga diperoleh rumus energi kinetik.

Penggunaan istilah

Istilah "Vis viva" pertama kali diperkenalkan oleh Gottfried Leibniz (1646–1716) pada tahun 1686. Arti dari vis viva adalah kekuatan yang ada.[1]

Perumusan

Perumusan vis viva dilatarbelakangi oleh pernyataan René Descartes mengenai pengertian kekekalan momentum. Descartes mengartikan momentum sebagai hasil perkalian antara massa dan kecepatan dalam besaran skalar sekaligus besaran vektor. Pandangan Descartes dikemukakannya pada tahun 1644 karena dugaan atas kemungkinan bahwa Allah menciptakan seluruh materi dengan sejumlah gerakan yang tetap sama yang sifatnya kekal. Dugaan ini kemudian ditanggapi oleh Royal Society di London. Royal Society menugaskan tiga ilmuwan untuk membuktikan pernyataan tersebut. Ketiga ilmuwan ini yakni Christiaan Huygens, Christopher Wren dan John Wallis. Ketiganya kemudian menetapkan bahwa momentum merupakan besaran vektor yang diperoleh melalui perkalian antara massa dan kecepatan. Namun momentum kemudian direkomendasikan menjadi besaran skalar yaitu vis viva.[2]

Istilah vis viva kemudian dikembangkan bersama oleh Leibniz dan Johann Bernoulli untuk menetapkan rumus energi kinetik dalam mekanika klasik. Dalam perumusannya, energi kinetik dinyatakan sebagai hasil perkalian antara massa kali percepatan kuadrat.[3]

Pengembangan

Willem Gravesande mencoba membuktikan perumusan vis viva sebagai energi kinetik oleh Leibniz dan Bernoulli. Pembuktiannya melalui percobaan penjatuhan benda-benda ke blok tanah liat pada beragam ketinggian. Hasilnya ialah adanya perbandingan lurus antara kuadrat kecepatan dengan kedalaman blok tanah liat. Dari percobaan ini, Émilie du Châtelet membuat sebuah penjelasan yang kemudian merumuskan energi kinetik. Émilie menghasilkan rumusan energi kinetik sebagai perkalian seperdua dari nilai perkalian massa dengan kuadrat kecepatan.[3]  

Referensi

  1. ↑ Challoner, Jack (2000). Harahap, Ayu B. (ed.). Jendela IPTEK: Energi. Diterjemahkan oleh Mujiyanto, Januarius. Jakarta: Balai Pustaka. hlm. 16. ISBN 979-666-113-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ van Klinken, Gerry (2004). Revolusi Fisika: Dari Alam Gaib ke Alam Nyata. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia. hlm. 63. ISBN 979-91-0020-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 Hamdi (2016). Energi Terbarukan. Jakarta: Kencana. hlm. 35. ISBN 978-602-422-099-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan