Rabu, 30 September 2026
14:58 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu

Virusoid

Bagikan:
Circular satellite RNAs
Klasifikasi virus Sunting klasifikasi ini
Kelompok informal: Subviral agents
Kelompok informal: Satellite nucleic acids
Kelompok informal: Circular satellite RNAs

Virusoid adalah RNA untai tunggal berbentuk cincin yang bergantung pada virus untuk melakukan replikasi dan enkapsidasi.[1] Genom virusoid terdiri atas beberapa ratus (nukleotida) (200–400) dan tidak mengode protein apa pun.

Virusoid pada dasarnya merupakan viroid yang terbungkus oleh protein mantel dari virus penolong. Dengan demikian, mereka serupa dengan viroid dalam mekanisme replikasinya (replikasi lingkar bergulir) dan dalam ketiadaan gen, tetapi berbeda karena viroid tidak memiliki selubung protein. Baik virusoid maupun beberapa viroid diketahui mengandung riboenzim palu (hammerhead ribozyme).

Meskipun dipelajari dalam bidang virologi, virusoid digolongkan sebagai partikel subviral dan bukan sebagai virus sejati. Karena bergantung pada virus penolong, mereka diklasifikasikan sebagai satelit. Dalam taksonomi virologi, virusoid tercatat sebagai Satelit/Satelit asam nukleat/Subkelompok 3: Satelit RNA melingkar.[2]

Definisi

Bergantung pada apakah definisi yang digunakan bersifat longgar atau ketat, istilah virusoid kadang mencakup pula Virus Hepatitis D (HDV). Seperti virusoid pada tumbuhan, HDV memiliki RNA untai tunggal berbentuk cincin dan memerlukan bantuan virus hepatitis B sebagai virus penolong untuk membentuk virion. Namun, virion HDV memiliki ukuran genom yang jauh lebih besar (~1700 nt) serta mampu mengode protein.[3][4] HDV juga tidak menunjukkan kesamaan urutan dengan kelompok virusoid tumbuhan.

Referensi

  1. ↑ Symons, Robert H. (1991). "Current Review: The Intriguing Viroids and Virusoids: What Is Their Information Content and How Did They Evolve?". Molecular Plant-Microbe Interactions. 4 (2): 111–121. Bibcode:1991MPMI....4..111S. doi:10.1094/MPMI-4-111. ISSN 0894-0282. PMID 1932808.
  2. ↑ "3 - Satellites and Other Virus-dependent Nucleic Acids - Subviral Agents - Subviral Agents (2011)". International Committee on Taxonomy of Viruses (ICTV) (dalam bahasa Inggris).
  3. ↑ Abbas, Zaigham; Afzal, Rafia (2013). "Life cycle and pathogenesis of hepatitis D virus: A review". World Journal of Hepatology (dalam bahasa Inggris). 5 (12): 666–675. doi:10.4254/wjh.v5.i12.666. ISSN 1948-5182. PMC 3879688. PMID 24409335.
  4. ↑ Alves, Carolina; Branco, Cristina; Cunha, Celso (2013). "Hepatitis Delta Virus: A Peculiar Virus". Advances in Virology (dalam bahasa Inggris). 2013 560105. doi:10.1155/2013/560105. ISSN 1687-8639. PMC 3807834. PMID 24198831.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan