Selasa, 03 November 2026
11:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Virgin Australia

perusahaan penerbangan Australia

Bagikan:
Untuk perusahaan induk yang memiliki Virgin Australia, lihat Virgin Australia Holdings.
Virgin Australia
250px-Virgin_Australia_Logo1.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
IATA ICAO Kode panggil
VAN1 VOZ[1] VELOCITY[1]
Didirikan2000 (sebagai Virgin Blue)
Penghubung
Kota fokus
Program penumpang setiaVelocity Frequent Flyer
Lounge bandaraVirgin Australia lounge
(sebelumnya Blue Room)
Armada90
Tujuan50
SloganNow you're flying
Kantor pusatBowen Hills, Brisbane, Queensland, Australia
Tokoh utama
PendapatanKenaikan A$2,981.8 million (2010)[2]
Laba operasiKenaikan A$87 m (2010)[2]
LabaKenaikan A$34.3 m (2010)[2]
Total asetA$3,872 m (2010)[2]
Total ekuitasA$933 m (2010)[2]
Situs webvirginaustralia.com

Virgin Australia Airlines, sebelumnya Virgin Blue Airlines adalah maskapai penerbangan bertarif rendah dan juga maskapai penerbangan terbesar kedua di Australia[3] dan juga yang terbesar dalam jumlah armada yang menggunakan merek Virgin. Sekarang maskapai ini berbasis di Bowen Hills, Brisbane, Queensland, Australia. Maskapai penerbangan ini juga didirikan oleh pengusaha asal Inggris, Sir Richard Branson dan mantan CEO Virgin Blue, Brett Godfrey. Maskapai penerbangan ini didirikan pada tahun 2000 dengan dioperasikannnya dua pesawat pada rute tunggal, dan tiba-tiba menemukan dirinya naik ke posisi kedua maskapai penerbangan terbesar di Australia setelah runtuhnya maskapai penerbangan Ansett Australia pada September 2001. Maskapai penerbangan ini segera tumbuh dengan langsung melayani 29 kota di Australia dari bandar udara penghubung mereka di Brisbane, Sydney dan Melbourne dengan menggunakan armada pesawat berbadan menengah milik Boeing dan jet Embraer; dan pesawat jet berbadan lebar milik Airbus dan Boeing.

Sejarah

Maskapai ini dimulai pada 3 Agustus 2000 dengan 2 pesawat yang melayani rute Sydney-Brisbane 7 kali sehari. Masa mulainya ini sangat menguntungkan di mana Virgin Blue dapat mengisi kekosongan yang disebabkan jatuhnya Ansett Australia pada 2001.

Pada September 2003, Virgin Blue mengumumkan bahwa Pacific Blue, anak perusahaannya, akan melayani rute antara Australia dan Selandia Baru.

Setelah bertahun-tahun lamanya terbang sebagai maskapai biaya murah, Virgin Blue kemudian memutuskan memperbaiki pelayanan dan mengarahkan diri kepada maskapai full-service. Sebagai bagian dari reformasi ini, maskapai ini berganti nama menjadi Virgin Australia pada tahun 2011 ini.

Armada

Armada yang dimiliki Virgin Blue adalah

Tujuan

Tujuan Virigin Blue kesemuanya terletak di Oseania

Referensi

  1. 1 2 "Velocity cleared for take off". 2 November 2012. Diakses tanggal 5 November 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 "Virgin Blue Holdings Annual Report 2010" (PDF). Virgin Blue Holdings Limited. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 30 April 2011. {{cite web}}: line feed karakter dalam |work= pada posisi 21Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Virgin Blue Profile – Low Cost Airline News". Diarsipkan dari asli tanggal 2009-01-12. Diakses tanggal 2013-01-13.

Pranala luar

Orang kunci
Umum
Perjalanan
Publikasi
dan hiburan
Ritel
Mobile

UK · Australia (Broadband) · Canada · France · India · South Africa · USA

Balap mobil
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan