| Interkoneksi listrik Denmark-Britania Raya | |
Pemasangan kabel darat Viking Link dekat Boy Grift Drain, Inggris, pada 2022. | |
| Identitas | |
|---|---|
| Jenis | Interkoneksi listrik arus searah tegangan tinggi[1] |
| Negara | Denmark dan Britania Raya |
| Pengembang | Energinet dan National Grid Viking Link Limited[2] |
| Jalur dan teknik | |
| Terminal | Revsing, Jutlandia Selatan; Bicker Fen, Lincolnshire[1] |
| Panjang total | Sekitar 765 km[1] |
| Segmen bawah laut | Sekitar 630 km[3] |
| Kapasitas rancangan | 1.400 MW[1] |
| Operasi | |
| Mulai beroperasi komersial | 29 Desember 2023[2] |
| Pengaturan pendapatan | Rezim batas atas dan bawah di Britania Raya[2] |
| Situs proyek | |
Viking Link adalah sambungan transmisi listrik antara Denmark dan Britania Raya yang melintasi Laut Utara. Infrastruktur sepanjang sekitar 765 kilometer ini menghubungkan gardu Revsing di Jutlandia Selatan dengan Bicker Fen di Lincolnshire melalui kabel darat, kabel bawah laut, dan stasiun konverter. Kapasitas rancangannya 1.400 megawatt (MW). Aliran energi dapat diatur ke kedua arah sesuai kebutuhan jaringan dan perdagangan listrik. Viking Link mulai beroperasi secara komersial pada 29 Desember 2023.[1][2]
Hubungan ini dikembangkan bersama oleh operator sistem transmisi Denmark, Energinet, dan perusahaan National Grid Viking Link Limited di Britania Raya. Walaupun satu ujungnya berada di negara yang bukan lagi anggota Uni Eropa, jalur tersebut menghubungkan pasar listrik yang tetap berinteraksi melalui perdagangan lintas batas. Viking Link tidak membangkitkan energi sendiri: manfaatnya bergantung pada listrik yang tersedia di jaringan masing-masing, harga pada saat tertentu, kemampuan jaringan darat, dan ketersediaan kabel.[2][4]
Latar belakang dan pembangunan
Rencana Viking Link muncul dari kebutuhan memperluas pertukaran listrik di kawasan Laut Utara. Sumber pembangkitan di Denmark dan Britania Raya tidak selalu menghasilkan energi pada waktu atau harga yang sama; sambungan lintas negara memberi kemungkinan menyalurkan kelebihan pasokan ke sistem lain. Perancangnya memilih titik sambung di Revsing dan Bicker Fen dengan mempertimbangkan jarak kabel serta kesiapan jaringan. Alasan itu merupakan rancangan proyek, bukan jaminan bahwa setiap jam sambungan akan dipakai pada kapasitas tertinggi.[1][4]
Pekerjaan persiapan meliputi perizinan, survei rute laut, kajian lingkungan, dan persetujuan pemilik lahan untuk segmen darat. National Grid mengumumkan dimulainya pembangunan utama pada 2020. Setiap negara membangun stasiun konverter dan sambungan menuju jaringan transmisi masing-masing, sementara jalur bawah laut melintasi beberapa zona ekonomi di Laut Utara. Pekerjaan pada laut dan darat harus diselaraskan karena kabel yang selesai dipasang belum dapat dipakai sebelum kedua ujungnya diuji.[5][3]
Energinet mengumumkan tersambungnya bagian akhir kabel bawah laut pada Juli 2023. Peristiwa itu menandai penyelesaian hubungan fisik antarsisi, tetapi belum sama dengan mulainya perdagangan listrik. Sesudah pemasangan, operator masih harus melakukan pengujian kabel, sistem konverter, serta prosedur pengoperasian bersama. National Grid kemudian mengumumkan operasi komersial pada akhir Desember 2023, tanggal yang juga dipakai oleh regulator energi Britania Raya, Ofgem, dalam penilaian sesudah pembangunan.[6][7]
Jalur dan teknologi
Sekitar 630 kilometer jalur Viking Link berada di bawah laut. Rute kabel melewati zona ekonomi Denmark, Jerman, Belanda, dan Britania Raya. Bagian lainnya berupa kabel bawah tanah menuju stasiun konverter serta gardu induk. Angka 765 kilometer mencakup hubungan darat dan laut, sedangkan bagian bawah lautnya sekitar 630 kilometer. Survei dasar laut dan konsultasi dengan otoritas terkait dipakai untuk menentukan jalur yang menghindari hambatan teknis maupun penggunaan laut lain.[3][1]
Sistem ini memakai arus searah tegangan tinggi untuk menyalurkan daya dalam lintasan panjang. Stasiun pada kedua ujung mengubah listrik dari arus bolak-balik di jaringan nasional menjadi arus searah pada kabel, lalu mengubahnya kembali sebelum masuk ke sistem penerima. Penggunaan konverter menjelaskan mengapa dua jaringan dapat bertukar energi walaupun kondisi operasi sesaatnya tidak identik. Biaya, rugi daya, dan pembatasan pengendalian tetap harus diperhitungkan dalam pengoperasian sesungguhnya.[8][4]
Di Inggris, bagian darat mencakup kabel arus searah yang ditanam dari titik pendaratan pesisir hingga stasiun konverter, lalu kabel arus bolak-balik ke gardu Bicker Fen. Jalur bawah tanah dipilih agar struktur kabel tidak tampak setelah pekerjaan pemulihan selesai, tetapi penggalian sementara tetap memengaruhi lahan, jalan, dan kegiatan setempat. Penyelenggara proyek menerangkan pemilihan koridor melalui pertimbangan teknis serta konsultasi masyarakat, termasuk pengaturan akses ke lokasi pekerjaan.[9][10]
Kabel bawah laut memerlukan perlindungan dari kegiatan seperti penangkapan ikan, jangkar, dan pekerjaan lain di dasar laut. Penilaian dampak lingkungan dilakukan sebelum pemasangan untuk menelaah keadaan fisik, biologis, serta kegiatan manusia di koridor yang dipilih. Pengurangan risiko dapat meliputi penempatan rute dan metode pemasangan yang berbeda menurut keadaan setempat. Keberadaan penilaian tersebut tidak berarti semua dampak hilang; pemantauan dan pemeliharaan tetap dibutuhkan selama usia pengoperasian.[3][11]
Kapasitas dan operasi
Kapasitas 1.400 MW adalah kemampuan rancangan hubungan fisik, bukan jumlah listrik yang terus-menerus mengalir. Saat diumumkan mulai beroperasi, National Grid menyebut tahap awal sekitar 800 MW sebelum dinaikkan bertahap. Selain pengujian perangkat, jaringan darat di kedua negara perlu mampu menerima daya tersebut. Statistik penggunaan dari ENTSO-E menunjukkan bahwa kapasitas yang tersedia dan energi yang benar-benar dipindahkan pada 2024 berbeda dari angka rancangan; kondisi jaringan, pemeliharaan, dan perdagangan memengaruhi keduanya.[7][12]
Arah aliran dapat berubah mengikuti selisih harga, ketersediaan pembangkit, serta kebutuhan menjaga kestabilan sistem. Misalnya, kelebihan daya pada satu sisi dapat ditawarkan ke sisi lain apabila kapasitas transmisi masih tersedia dan aturan pasar mengizinkan. Namun, kabel bukan alat penyimpan listrik dan tidak menghapus kebutuhan penyeimbang di kedua jaringan. Perdagangan dapat menguntungkan salah satu sisi pada suatu saat dan berubah arah pada saat lain; hasil tahun tertentu tidak dapat disimpulkan dari kapasitas nominal saja.[4][12]
Keterbatasan jaringan yang terhubung dapat membuat pemanfaatan sambungan lebih rendah daripada kemampuan teknis kabel. Laporan ENTSO-E mengenai saluran arus searah tahun 2024 mencatat adanya pembatasan pada Viking Link yang terkait pengembangan jaringan di wilayah barat Jutlandia. Temuan ini menjelaskan perbedaan antara memiliki hubungan 1.400 MW dan selalu dapat mengalokasikan angka tersebut kepada pasar. Perbaikan jaringan internal merupakan pekerjaan terpisah dari pemasangan kabel lintas negara.[12]
Reuters melaporkan pada Mei 2024 bahwa Energinet memperpanjang pembatasan kapasitas Viking Link karena penguatan jaringan darat di Denmark tertunda. Menurut pemberitahuan operator saat itu, kapasitas yang ditawarkan dari Denmark ke Britania Raya dibatasi hingga 800 MW, sedangkan arah sebaliknya hingga 1.100 MW. Operator memperkirakan pembatasan pertama berlangsung sampai Oktober 2026; tanggal tersebut adalah proyeksi yang diumumkan pada 2024, bukan bukti keadaan kabel pada Oktober 2026. Reuters mengaitkan penundaan jaringan darat dengan pengadaan lahan, temuan arkeologi, kondisi lahan basah, dan perlindungan spesies. Peristiwa ini menunjukkan bahwa kemampuan lintas negara juga ditentukan oleh pekerjaan transmisi di dalam negara.[13]
Pembiayaan dan pengawasan
Pembangunan Viking Link memerlukan pendanaan untuk kabel, stasiun konverter, pekerjaan darat, serta kapal dan peralatan pemasangan laut. National Grid menyebut nilai proyek sekitar 1,7 miliar pound sterling ketika operasi dimulai. Angka ini merupakan perkiraan biaya yang diumumkan perusahaan pada waktu tertentu; pengaturan biaya yang boleh dibebankan ke pengguna jaringan tunduk pada penilaian regulator. Lembaga kredit ekspor Denmark juga melaporkan perannya dalam pembiayaan sisi proyek yang berkaitan dengan perdagangan lintas batas.[7][14]
Di Britania Raya, bagian Viking Link berada dalam mekanisme pendapatan dengan batas atas dan batas bawah yang diawasi Ofgem. Mekanisme itu menetapkan bagaimana pendapatan tinggi dan rendah dibagi antara pengembang serta pengguna jaringan selama periode yang berlaku. Sesudah pembangunan, Ofgem meninjau biaya proyek dan menetapkan nilai akhir beberapa komponen pengaturan pada 2025. Keputusan regulator ini berbeda dari klaim pemasaran mengenai penghematan yang mungkin diperoleh konsumen dari perdagangan listrik.[2][15]
Peninjauan Ofgem juga menunjukkan bahwa tidak setiap biaya yang diajukan operator otomatis diterima sebagai biaya efisien. Regulator memeriksa alasan dan bukti untuk pos pengeluaran sebelum memasukkannya ke perhitungan pendapatan yang diizinkan. Ini penting karena pemilik kabel menanggung risiko pembangunan, sementara pelanggan listrik dapat terdampak oleh aturan pembagian hasil. Evaluasi sesudah konstruksi menyediakan ukuran yang lebih konkret daripada perkiraan awal, walaupun manfaat pasar selama puluhan tahun tetap bergantung pada keadaan energi mendatang.[16][2]
Dampak dan batasan
Pendukung proyek mengharapkan pertukaran listrik membantu integrasi energi terbarukan dan keamanan pasokan. Kemungkinan itu masuk akal karena kedua negara dapat memiliki pola produksi serta permintaan yang berbeda, tetapi emisi yang benar-benar dihindari tidak dapat dihitung hanya dari panjang atau kapasitas kabel. Hasilnya bergantung pada pembangkit yang menggantikan pembangkit lain saat listrik ditransfer. Karena itu, pernyataan jumlah rumah yang “dipasok” oleh Viking Link merupakan perbandingan kapasitas, bukan daftar pelanggan yang disuplai tetap oleh kabel ini.[7][4]
Pembangunan jalur panjang juga membawa konsekuensi lokal. Di darat, pemilik lahan menghadapi pekerjaan penggalian dan pemulihan koridor; di laut, rute perlu mempertimbangkan perikanan, pelayaran, serta ekologi dasar laut. Situs proyek mencatat konsultasi dan kelompok penghubung masyarakat untuk membahas pelaksanaan. Penanganan dampak harus dinilai menurut hasil pemulihan di lokasi, tidak semata adanya rencana mitigasi dalam dokumen. Tahap operasi selanjutnya memerlukan inspeksi dan penanganan gangguan jika kabel rusak.[11][17]
Pada Oktober 2026 Viking Link adalah fasilitas yang telah beroperasi, tetapi kinerja tahunannya dapat berubah. Panjang konstruksi, kapasitas rancangan, ketersediaan teknis, dan energi yang tersalurkan mengukur aspek yang berbeda. Laporan operator menjelaskan pembangunan dan fungsi fasilitas, sedangkan data ENTSO-E serta keputusan Ofgem memuat angka pemanfaatan dan pengaturan biaya. Manfaat ekonomi jangka panjang tetap bergantung pada perdagangan listrik, penguatan jaringan, dan kinerja kabel pada tahun-tahun berikutnya.[12][2][1]
Lihat pula
Referensi
- 1 2 3 4 5 6 7 8 "Viking Link". Viking Link. Diakses tanggal 2026-10-05.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 "Post Construction Review of the Viking Link interconnector to Denmark: decision". Ofgem. 2025-07-11. Diakses tanggal 2026-10-05.
- 1 2 3 4 "OffShore work". Viking Link. Diakses tanggal 2026-10-05.
- 1 2 3 4 5 "FAQs". Viking Link. Diakses tanggal 2026-10-05.
- ↑ "National Grid starts construction on Viking Link, the world's longest electricity interconnector". National Grid. 2020. Diakses tanggal 2026-10-05.
- ↑ "Verdens længste elkabel sætter sidste stik i Nordsøen: England og Danmark er nu fuldt elektrisk forbundet". Energinet via Ritzau. 2023-07-18. Diakses tanggal 2026-10-05.
- 1 2 3 4 "National Grid announces commercial operations of Viking Link - the world's longest land and subsea interconnector". National Grid. 2023-12-29. Diakses tanggal 2026-10-05.
- ↑ "Cables". Viking Link. Diakses tanggal 2026-10-05.
- ↑ "OnShore work". Viking Link. Diakses tanggal 2026-10-05.
- ↑ "Land Interests". Viking Link. Diakses tanggal 2026-10-05.
- 1 2 "Will the work affect me?". Viking Link. Diakses tanggal 2026-10-05.
- 1 2 3 4 HVDC Utilisation and Availability Statistics 2024 (PDF) (Laporan). ENTSO-E. 2025. Diakses tanggal 2026-10-05.
- ↑ "Operator extends Denmark-Britain power cable capacity curbs to late 2026". Reuters melalui London South East. 2024-05-06. Diakses tanggal 2026-10-05.
- ↑ "765 km langt kabel skal optimere anvendelsen af vedvarende energi i Danmark og Storbritannien". Danmarks Eksport- og Investeringsfond via Ritzau. 2023-02-06. Diakses tanggal 2026-10-05.
- ↑ "Post Construction Review of the Viking Link interconnector to Denmark". Ofgem. 2024. Diakses tanggal 2026-10-05.
- ↑ Decision on the Post Construction Review of the Viking Link Interconnector to Denmark (PDF) (Laporan). Ofgem. 2025. Diakses tanggal 2026-10-05.
- ↑ "Community Liaison Groups". Viking Link. Diakses tanggal 2026-10-05.