Kamis, 22 Oktober 2026
06:43 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama

Vestas

Bagikan:
Ada usul agar artikel ini digabungkan dengan Produsen Turbin Angin dari Denmark. (Diskusikan) Diusulkan sejak Oktober 2026.
Vestas
Produsen turbin angin dari Denmark
Logo tulisan Vestas
Logo Vestas.[1]
Identitas
Nama badan hukumVestas Wind Systems A/S[2]
JenisPerusahaan terbuka; pembuat dan penyedia layanan turbin angin[3]
AsalDenmark[3]
Kantor pusatAarhus, Denmark[2]
Sejarah dan kegiatan
Akar perusahaanUsaha keluarga terdaftar pada 1945; produksi turbin angin mulai 1970-an[4]
Segmen usahaPower Solutions dan Service[2]
PimpinanHenrik Andersen, direktur utama pada 2025[2]
Pendapatan 2025€18,822 miliar[5]
Nilai pesanan akhir 2025€71,9 miliar untuk turbin dan kontrak layanan; bukan pendapatan yang sudah terealisasi[5]
Situs resmi

Vestas adalah perusahaan Denmark yang merancang, memproduksi, memasang dan merawat turbin angin darat maupun lepas pantai. Nama badan hukumnya ialah Vestas Wind Systems A/S. Kegiatannya dibagi menjadi Power Solutions, yang mencakup penjualan dan pemasangan turbin, serta Service, yang menangani pengoperasian dan pemeliharaan setelah penyerahan. Perusahaan berpusat di Aarhus dan menjual peralatannya di banyak pasar, termasuk negara-negara Uni Eropa. Kontrak untuk membangun turbin harus dibedakan dari listrik yang akhirnya diproduksi oleh pemilik pembangkit.[3][2]

Vestas merupakan salah satu pemasok utama industri angin Eropa, tetapi pangsa pasar dan urutan antarprodusen dapat berubah menurut tahun, wilayah dan cara menghitung kapasitas. Pada 2025 perusahaan melaporkan pendapatan €18,822 miliar dan nilai gabungan pesanan turbin serta kontrak layanan €71,9 miliar. Nilai pesanan tersebut mencakup pekerjaan dan pembayaran masa depan, sehingga tidak dapat dijumlahkan langsung dengan pendapatan tahun buku. Laporan perusahaan dan liputan independen juga memperlihatkan tekanan biaya serta ketidakpastian permintaan pada pasar angin lepas pantai.[5][6]

Sejarah

Menurut catatan perusahaan, cikal bakal Vestas adalah usaha keluarga yang terdaftar pada 1945 dan mula-mula mengerjakan produk logam serta peralatan lain. Setelah percobaan pada 1970-an, perusahaan menjual turbin angin seri awal pada 1979. Pergeseran itu terjadi saat teknologi angin modern masih berkembang, sehingga desain rotor, bahan bilah dan kendali listrik terus berubah. Tanggal 1945 merujuk pada asal kelompok usaha; kegiatan sebagai produsen turbin tidak bermula pada tahun yang sama.[4][7]

Ekspansi awal ke Amerika Serikat tidak selalu mulus. Sejarah resmi mencatat masalah mutu bilah pada awal 1980-an dan penangguhan pembayaran pada 1986 setelah kesulitan dalam pasar Amerika. Perusahaan kemudian menata ulang kegiatan turbin sebagai inti usahanya. Riwayat ini penting karena produksi pembangkit angin berskala besar memerlukan kendali mutu manufaktur, dukungan suku cadang dan pembiayaan jangka panjang, bukan sekadar rancangan turbin yang mampu berputar.[7][4]

Pada 2004 Vestas bergabung dengan produsen Denmark NEG Micon. Penggabungan memperbesar jaringan produksi, pelanggan dan model turbin yang tersedia. Sebelumnya, proyek Horns Rev di Laut Utara menjadi salah satu tonggak awal penyediaan turbin Vestas untuk angin lepas pantai. Pengalaman darat dan lepas pantai memakai prinsip pembangkit yang sama, tetapi instalasi laut menghadapi kesulitan tambahan pada fondasi, pelabuhan, pengangkutan dan pemeliharaan.[8][4]

Vestas kembali memperluas posisi lepas pantai ketika mengambil alih sisa kepemilikan usaha patungan MHI Vestas Offshore Wind pada Desember 2020. Dengan transaksi itu, usaha turbin lepas pantai yang sebelumnya dimiliki bersama Mitsubishi Heavy Industries menjadi bagian penuh kelompok Vestas. Perubahan pemilikan tidak berarti semua proyek laut yang menggunakan turbin tersebut dimiliki Vestas: pengembang pembangkit, pemilik aset dan pembuat turbin merupakan peran berbeda dalam rantai proyek.[9][2]

Tonggak pertumbuhan yang diumumkan pada 2019 menyebut Vestas telah memasang turbin dengan kapasitas kumulatif 100 GW di berbagai negara. Perusahaan menandai tercapainya angka itu melalui proyek Wind XI di Iowa pada akhir 2018. Kapasitas kumulatif adalah jumlah kapasitas mesin yang pernah dipasang sampai tanggal pengukuran, bukan kapasitas semua mesin yang masih beroperasi saat ini. Sebagian turbin yang lebih tua dapat diperbaiki, diganti atau dibongkar. Perbedaan tersebut perlu dijaga ketika angka historis perusahaan dibandingkan dengan kapasitas angin nasional dalam statistik energi resmi.[10]

Produk dan layanan

Turbin Vestas mengubah energi gerak angin menjadi putaran rotor lalu listrik melalui generator dan sistem kendali. Model darat dipilih menurut kondisi angin, batas kebisingan, jaringan listrik dan ruang angkut di suatu lokasi. Untuk pasar lepas pantai, perusahaan menawarkan mesin berkapasitas lebih besar karena biaya fondasi serta pekerjaan di laut mendorong pemanfaatan setiap titik pemasangan. Kapasitas nominal sebuah turbin menyatakan keluaran pada kondisi tertentu, bukan jumlah energi yang dihasilkan sepanjang tahun; produksi aktual berubah bersama cuaca dan waktu henti.[3][2]

Selain menyerahkan mesin, Vestas menjual layanan pemantauan, perawatan berkala, perbaikan dan penyediaan komponen. Kontrak tersebut dapat berlangsung bertahun-tahun setelah proyek beroperasi. Dalam laporan 2025, nilai pekerjaan layanan yang belum menjadi pendapatan tercatat €38,7 miliar, sedangkan nilai pesanan Power Solutions dan layanan bersama-sama mencapai €71,9 miliar. Dua angka ini menggambarkan kewajiban kerja mendatang menurut laporan dan tidak sama dengan kas yang telah diterima penuh.[2][5]

250px-Vestas_V164.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prototipe turbin lepas pantai V164 yang dikaitkan dengan Vestas. Foto berkas berasal dari 2016; kapasitas dan status operasi tidak menggambarkan seluruh lini produk saat ini.[11]

Produksi bilah, menara dan nacelle tersebar pada beberapa lokasi agar komponen besar dapat dikirim ke proyek. Foto pabrik bilah di Nakskov, Denmark, memperlihatkan skala fisik rantai manufaktur; bilah turbin yang panjang membutuhkan bahan komposit serta pengangkutan khusus. Lokasi manufaktur dan pemasok dapat berubah ketika perusahaan menyesuaikan pesanan. Oleh karena itu, keberadaan sebuah fasilitas pada suatu tahun tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh komponen turbin yang dijual di Uni Eropa dibuat di lokasi tersebut.[12][2]

Salah satu model lepas pantai yang dipasarkan Vestas adalah V236-15.0 MW, dengan daya nominal 15 megawatt. Perusahaan menyebut diameter rotor 236 meter dan bilah prototipe yang dibuat di Nakskov. Spesifikasi semacam itu membantu memperkirakan ruang pemasangan dan kebutuhan logistik, namun tidak dapat langsung dipakai menghitung produksi tahunan tanpa data kecepatan angin serta ketersediaan mesin. Sebuah ladang angin juga memerlukan fondasi, kabel, gardu dan izin laut. Dengan demikian, pesanan 15 MW per unit tidak sama dengan penambahan 15 MW listrik yang langsung tersedia di jaringan pada tanggal kontrak ditandatangani.[13][2]

Dalam bisnis pemeliharaan, Vestas menyatakan sekitar 161 GW kapasitas turbin berada dalam kontrak layanan pada akhir 2025, naik dari sekitar 155 GW setahun sebelumnya. Angka itu mencakup mesin yang dirawat menurut kontrak dan tidak harus sama dengan kapasitas baru yang dipasang sendiri pada tahun tersebut. Kegiatan layanan memerlukan teknisi, data operasi, suku cadang dan akses ke lokasi yang kadang berada di laut. Gangguan pada salah satu unsur dapat meningkatkan waktu henti dan biaya, sehingga mutu layanan menjadi bagian penting dari nilai ekonomi proyek angin setelah masa pembangunan selesai.[2][14]

Hasil keuangan dan pasar

Laporan 2025 mencatat margin laba operasi sebelum pos khusus sebesar 5,7 persen. Persentase ini dihitung dari hasil satu tahun buku; nilainya tidak boleh ditafsirkan sebagai keuntungan setiap proyek turbin. Pada Agustus 2026, Cinco Días memberitakan perusahaan menaikkan prakiraan margin 2026 ke kisaran 7-9 persen setelah kenaikan pesanan dan perbaikan harga. Prakiraan tersebut merupakan perkiraan manajemen pada saat diumumkan, bukan hasil audit akhir tahun 2026.[5][6]

Permintaan turbin dipengaruhi lelang listrik, perizinan lahan dan laut, tingkat bunga, sambungan jaringan serta biaya baja, logistik dan modal. Pemesanan mesin dapat mendahului produksi listrik beberapa tahun, terutama di lepas pantai. Jika pengembang menunda proyek, produsen dapat menghadapi perubahan jadwal pabrik dan penyerahan. Keterkaitan itu menjelaskan mengapa angka pesanan yang tinggi tidak selalu diikuti peningkatan margin pada tahun yang sama, dan mengapa perusahaan memisahkan penjualan proyek dari pendapatan kontrak pemeliharaan.[2][6]

Lingkungan dan daur ulang

Turbin angin menghasilkan listrik tanpa membakar bahan bakar saat beroperasi, tetapi pembuatan baja, beton dan komposit tetap memerlukan sumber daya serta energi. Penilaian siklus hidup Vestas untuk salah satu model darat menghitung dampak dari produksi bahan hingga pembongkaran; perusahaan mengingatkan bahwa tingkat daur ulang yang dihitung dari sifat material belum tentu sama dengan tingkat yang benar-benar tercapai pada setiap proyek. Perbedaan antara potensi teknis dan praktik lapangan penting ketika membahas klaim keberlanjutan turbin.[15]

Bilah berbahan komposit merupakan tantangan khusus karena serat dan resin terikat kuat. Melalui kerja sama CETEC dengan lembaga penelitian serta mitra industri, Vestas mengembangkan proses kimia untuk memisahkan bahan bilah berbasis epoksi. Perusahaan menyebut tujuan turbin tanpa limbah pada 2040 dan rencana meningkatkan proses ini ke skala komersial. Pernyataan tersebut merupakan sasaran serta pengembangan teknologi, bukan bukti bahwa semua bilah lama telah didaur ulang secara tertutup. Ketersediaan fasilitas, biaya dan mutu bahan hasil pemulihan akan menentukan penerapan nyata.[16][17]

Peran Vestas dalam transisi energi Eropa karena itu meliputi manufaktur, layanan pembangkit dan penelitian penanganan peralatan bekas. Hasilnya bergantung pada proyek yang benar-benar selesai, terhubung ke jaringan dan dipelihara sepanjang umur pakai. Angka kapasitas terpasang, pesanan yang belum dikirim dan target daur ulang mengukur hal berbeda. Pemisahan ukuran tersebut membantu menghindari kesan bahwa setiap pengumuman penjualan turbin dengan sendirinya menambah pasokan listrik bersih pada tanggal pengumuman.[2][16][5]

Rantai pasok turbin membentang jauh melampaui pabrik perakitan terakhir. Bahan seperti baja, tembaga, komposit dan komponen elektronik berasal dari pemasok yang menghadapi harga serta waktu pengiriman berbeda. Karena itu, perubahan ongkos bahan dapat memengaruhi laba produsen walaupun jumlah pesanan meningkat. Sebaliknya, kontrak layanan yang sudah berjalan memberi sumber pendapatan dengan jadwal lain daripada penjualan mesin baru. Pemisahan kedua segmen dalam laporan Vestas memungkinkan pembaca memeriksa apakah pertumbuhan berasal dari pembangunan turbin, pengoperasian armada yang ada, atau perubahan harga dan akuntansi.[2][5][6]

Sasaran tanpa limbah pada 2040 juga membutuhkan aturan serta pasar untuk bahan sekunder. Daur ulang bilah hanya memberi manfaat nyata jika material hasil proses mempunyai penggunaan baru dan fasilitasnya tersedia cukup dekat agar pengangkutan tetap masuk akal. Vestas menyebut Stena Recycling sebagai mitra untuk meningkatkan proses pemisahan kimia yang dikembangkan lewat CETEC. Sampai kapasitas komersial, hasil pemulihan dan biaya dilaporkan secara luas, pengumuman teknologi itu paling tepat disebut perkembangan penelitian serta industrialisasi awal. Ia tidak membuktikan bahwa bilah semua model turbin bisa ditangani dengan metode identik.[16][17][15]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "File:Vestas.svg". Wikimedia Commons. Diakses tanggal 2026-10-03.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Vestas Annual Report 2025 (PDF) (Laporan). Vestas Wind Systems. 2026-02-05. Diakses tanggal 2026-10-03.
  3. 1 2 3 4 "This is Vestas". Vestas. Diakses tanggal 2026-10-03.
  4. 1 2 3 4 "Our History". Vestas. Diakses tanggal 2026-10-03.
  5. 1 2 3 4 5 6 7 "Vestas Annual Report 2025: Generating value amidst growth". Vestas. 2026-02-05. Diakses tanggal 2026-10-03.
  6. 1 2 3 4 "La danesa Vestas se dispara un 19,66% en Bolsa tras elevar sus previsiones de beneficios". Cinco Días. 2026-08-12. Diakses tanggal 2026-10-03.
  7. 1 2 "From 1971-1986". Vestas. Diakses tanggal 2026-10-03.
  8. ↑ "From 1999-2004". Vestas. Diakses tanggal 2026-10-03.
  9. ↑ Vestas Annual Report 2020 (PDF) (Laporan). Vestas Wind Systems. 2021. Diakses tanggal 2026-10-03.
  10. ↑ "Vestas becomes the first company to install 100 GW of wind turbines". Vestas. 2019-01-09. Diakses tanggal 2026-10-03.
  11. ↑ "File:Vestas V164.jpg". Wikimedia Commons. Diakses tanggal 2026-10-03.
  12. ↑ "File:Vestas site Nakskov DK 2017.jpg". Wikimedia Commons. Diakses tanggal 2026-10-03.
  13. ↑ "V236-15.0 MW™". Vestas. Diakses tanggal 2026-10-03.
  14. ↑ "Service". Vestas. Diakses tanggal 2026-10-03.
  15. 1 2 Life Cycle Assessment of electricity production from an onshore V163-4.5 MW wind plant (PDF) (Laporan). Vestas. 2024. Diakses tanggal 2026-10-03.
  16. 1 2 3 "Blade Circularity". Vestas. Diakses tanggal 2026-10-03.
  17. 1 2 "Zero-Waste". Vestas. Diakses tanggal 2026-10-03.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan