Senin, 28 September 2026
10:44 WIB
TERKINI
Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal

Venera 3

Venera 3 (Rusia: Венера-3, makna: Venus 3) (Produsen Penunjukan: 3mV-3) adalah Program probe angkasa Venera yang dibangun dan diluncurkan oleh Uni Soviet untuk mengeksplorasi permukaan Venus. Ini diluncurkan pada tanggal 16 November 1965, pukul 04:19 UTC dari Baikonur, Kazakhstan.

Latar belakang

Setelah kegagalan misi Venera 1 dan Venera 2, Uni Soviet terus mengembangkan teknologi penerbangan antarplanet melalui seri wahana 3MV. Berbeda dengan Venera 2 yang dirancang untuk melakukan terbang lintas (flyby), Venera 3 membawa sebuah kapsul pendarat yang dirancang untuk memasuki atmosfer Venus dan mencapai permukaannya.

Pada saat itu, kondisi permukaan Venus masih belum diketahui secara pasti. Para ilmuwan memperkirakan bahwa atmosfernya sangat rapat, tetapi suhu, tekanan, dan karakteristik permukaannya masih menjadi misteri. Oleh karena itu, Venera 3 diharapkan menjadi misi pertama yang dapat memperoleh informasi langsung dari planet tersebut.

Deskripsi wahana

Venera 3 memiliki massa sekitar 960 kilogram, terdiri atas modul utama (bus) dan sebuah kapsul pendarat berbentuk bola dengan massa sekitar 300 kilogram. Kapsul tersebut dirancang agar mampu bertahan selama memasuki atmosfer Venus dan membawa sejumlah instrumen ilmiah untuk mempelajari kondisi planet.

Wahana menggunakan panel surya sebagai sumber daya utama, sistem komunikasi radio jarak jauh, sistem kendali orientasi, serta instrumen untuk mempelajari lingkungan antaraplanet selama perjalanan menuju Venus.

Peluncuran dan misi

Venera 3 diluncurkan pada 16 November 1965 menggunakan roket pembawa Molniya-M dari Kosmodrom Baikonur. Setelah berhasil meninggalkan orbit Bumi, wahana memasuki lintasan menuju Venus dan beberapa kali mengirimkan data teknis selama perjalanan.

Namun, sekitar satu bulan sebelum mencapai Venus, komunikasi dengan wahana terputus akibat kegagalan sistem. Meskipun demikian, berdasarkan perhitungan lintasan, kapsul pendarat tetap memasuki atmosfer Venus dan menabrak permukaan planet pada 1 Maret 1966.

Karena komunikasi telah hilang sebelum kedatangan di Venus, tidak ada data ilmiah yang berhasil dikirimkan dari atmosfer maupun permukaan planet.

Muatan simbolis Selain membawa instrumen ilmiah, kapsul Venera 3 juga membawa medali kecil bergambar lambang negara Uni Soviet serta sebuah surat simbolis sebagai bagian dari tradisi misi antariksa Soviet pada masa itu. Muatan tersebut menjadi benda buatan manusia pertama yang mencapai permukaan planet lain.

Warisan

Walaupun gagal mengirimkan data ilmiah, Venera 3 merupakan pencapaian besar dalam sejarah eksplorasi antariksa. Misi ini membuktikan bahwa wahana buatan manusia dapat mencapai planet lain, sekaligus memberikan pengalaman penting mengenai navigasi antarplanet dan teknologi pendaratan.

Pelajaran dari Venera 3 menjadi dasar bagi pengembangan misi-misi berikutnya. Keberhasilan tersebut akhirnya membuahkan hasil pada Venera 4 yang pada tahun 1967 berhasil mengirimkan data langsung dari atmosfer Venus, dan kemudian Venera 7 yang pada tahun 1970 menjadi wahana pertama yang berhasil mengirimkan data dari permukaan planet lain.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan