Selasa, 06 Oktober 2026
21:18 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan

Venera 11

misi luar angkasa yang di luncurkan oleh Uni Soviet

Bagikan:

Venera 11 (Rusia: Венера-11, makna Venus 11) adalah misi luar angkasa berawak Uni Soviet bagian dari program Venera untuk mengeksplorasi planet Venus. Venera 11 diluncurkan pada tanggal 9 September 1978 di 03:25:39 UTC.

Latar belakang

Setelah keberhasilan Venera 9 dan Venera 10 mengirimkan foto pertama dari permukaan Venus, para ilmuwan Uni Soviet ingin mempelajari lebih jauh fenomena atmosfer planet tersebut. Salah satu pertanyaan utama saat itu adalah apakah Venus memiliki petir, bagaimana struktur awannya, serta bagaimana sifat kimia atmosfer bagian bawah.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Venera 11 dan wahana kembarnya, Venera 12, dirancang dengan instrumen baru yang mampu mendeteksi kilatan cahaya, gelombang radio akibat petir, serta menganalisis komposisi atmosfer dengan lebih rinci.

Deskripsi wahana

Venera 11 memiliki massa sekitar 4.715 kilogram dan terdiri atas dua bagian utama, yaitu modul pembawa (flybus) dan kapsul pendarat

Modul pembawa berfungsi mengantarkan kapsul menuju Venus, melakukan pengamatan selama perjalanan antaraplanet, serta meneruskan data dari kapsul ke Bumi.

Kapsul pendarat dilengkapi dengan pelindung panas, sistem pendingin, parasut, antena komunikasi, serta berbagai instrumen ilmiah, di antaranya:

- Sensor suhu dan tekanan.

- Spektrometer untuk menganalisis atmosfer.

- Fotometer.

- Detektor petir.

- Pengukur kecepatan angin.

- Kamera televisi.

- Instrumen analisis awan dan aerosol.

Peluncuran dan perjalanan

Venera 11 diluncurkan pada 9 September 1978 menggunakan roket Proton-K dengan tahap atas Blok D dari Kosmodrom Baikonur. Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga bulan, wahana mencapai Venus pada 25 Desember 1978.

Sebelum tiba, kapsul dipisahkan dari modul pembawa dan memasuki atmosfer Venus dengan kecepatan sekitar 11 kilometer per detik.

Penurunan dan pendaratan

Selama penurunan, kapsul mengirimkan data mengenai suhu, tekanan, kepadatan atmosfer, dan komposisi kimia. Setelah melewati lapisan awan tebal, kapsul berhasil melakukan pendaratan lunak di permukaan Venus.

Kapsul tetap beroperasi selama sekitar 95 menit, jauh lebih lama dibandingkan beberapa misi Venera sebelumnya. Selama waktu tersebut, instrumen ilmiah berhasil mengirimkan sejumlah besar data mengenai kondisi atmosfer dan permukaan.

Hasil ilmiah

Venera 11 mengonfirmasi bahwa atmosfer Venus didominasi oleh karbon dioksida (CO₂) dengan tekanan sekitar 89–91 atmosfer dan suhu permukaan sekitar 460–470 °C.

Instrumen juga mendeteksi adanya kilatan listrik yang diduga merupakan petir di atmosfer Venus. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa proses kelistrikan atmosfer juga terjadi di planet tersebut, meskipun mekanismenya berbeda dengan di Bumi.

Selain itu, data menunjukkan bahwa awan Venus mengandung tetesan asam sulfat, dan kecepatan angin di lapisan atas atmosfer jauh lebih tinggi daripada di dekat permukaan.

Kegagalan kamera

Salah satu tujuan utama Venera 11 adalah mengambil foto permukaan Venus menggunakan dua kamera televisi. Namun, setelah pendaratan terjadi kegagalan mekanis pada penutup lensa kamera. Penutup tersebut tidak terbuka sehingga kedua kamera tidak dapat mengambil maupun mengirimkan gambar ke Bumi.

Meskipun kehilangan kemampuan fotografi, instrumen ilmiah lainnya tetap berfungsi dengan baik dan berhasil mengirimkan data yang sangat berharga.

Warisan

Walaupun gagal menghasilkan foto, Venera 11 tetap dianggap sebagai misi yang berhasil karena mampu mengirimkan data ilmiah dalam jumlah besar mengenai atmosfer dan permukaan Venus. Temuan mengenai kemungkinan petir, struktur atmosfer, serta komposisi awan menjadi dasar penting bagi penelitian selanjutnya.

Pengalaman dari kegagalan sistem kamera juga digunakan untuk memperbaiki desain wahana berikutnya. Penyempurnaan tersebut membuahkan hasil pada Venera 13 dan Venera 14, yang berhasil mengirimkan foto berwarna pertama dari permukaan Venus serta melakukan analisis tanah secara langsung. Hingga kini, Venera 11 dikenang sebagai salah satu misi penting dalam upaya memahami atmosfer dan lingkungan ekstrem di Venus.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan