Senin, 26 Oktober 2026
13:45 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung

Perpindahan momentum

proses perpindahan momentum dari satu tempat ke tempat lain

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Perpindahan momentum" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Juli 2026)

Dalam fisika partikel, mekanika gelombang, dan optika, perpindahan momentum adalah jumlah momentum yang dipindahkan oleh satu partikel kepada partikel lainnya. Perpindahan momentum juga disebut vektor hamburan karena menggambarkan perpindahan vektor gelombang dalam mekanika gelombang. Pada contoh paling sederhana, yaitu hamburan dua partikel yang bertumbukan dengan momentum awal p → i 1 , p → i 2 {\displaystyle {\vec {p}}_{i1},{\vec {p}}_{i2}} {\displaystyle {\vec {p}}_{i1},{\vec {p}}_{i2}}, yang menghasilkan momentum akhir p → f 1 , p → f 2 {\displaystyle {\vec {p}}_{f1},{\vec {p}}_{f2}} {\displaystyle {\vec {p}}_{f1},{\vec {p}}_{f2}}, perpindahan momentumnya diberikan oleh

q → = p → i 1 − p → f 1 = p → f 2 − p → i 2 {\displaystyle {\vec {q}}={\vec {p}}_{i1}-{\vec {p}}_{f1}={\vec {p}}_{f2}-{\vec {p}}_{i2}} {\displaystyle {\vec {q}}={\vec {p}}_{i1}-{\vec {p}}_{f1}={\vec {p}}_{f2}-{\vec {p}}_{i2}}

dengan identitas terakhir menyatakan hukum kekekalan momentum. Perpindahan momentum merupakan besaran yang penting karena Δ x = ℏ / | q | {\displaystyle \Delta x=\hbar /|q|} {\displaystyle \Delta x=\hbar /|q|} memberikan ukuran yang lebih baik terhadap resolusi jarak khas suatu reaksi dibandingkan dengan menggunakan momentum itu sendiri.

Mekanika gelombang dan optika

Gelombang memiliki momentum p = ℏ k {\displaystyle p=\hbar k} {\displaystyle p=\hbar k}, yang merupakan besaran vektor. Selisih momentum antara gelombang yang terhambur dan gelombang datang disebut perpindahan momentum. Bilangan gelombang k {\displaystyle k} {\displaystyle k} adalah besar dari vektor gelombang k {\displaystyle k} {\displaystyle k}, yaitu k = p / ℏ {\displaystyle k=p/\hbar } {\displaystyle k=p/\hbar }, dan berhubungan dengan panjang gelombang melalui persamaan k = 2 π / λ {\displaystyle k=2\pi /\lambda } {\displaystyle k=2\pi /\lambda }. Perpindahan momentum dinyatakan dalam satuan bilangan gelombang pada ruang resiprokal sebagai Q = k f − k i {\displaystyle Q=k_{f}-k_{i}} {\displaystyle Q=k_{f}-k_{i}}.

Difraksi

Perpindahan momentum memegang peranan penting dalam analisis difraksi neutron, sinar-X, dan elektron untuk menyelidiki sifat-sifat materi terkondensasi. Difraksi Laue–Bragg terjadi pada kisi kristal atom, mempertahankan energi gelombang sehingga disebut hamburan elastis. Pada proses ini, bilangan gelombang partikel datang ( k i {\displaystyle k_{i}} {\displaystyle k_{i}}) dan partikel terhambur ( k f {\displaystyle k_{f}} {\displaystyle k_{f}}) memiliki besar yang sama; yang berubah hanyalah arahnya, sesuai dengan suatu vektor kisi resiprokal G {\displaystyle G} {\displaystyle G}, sehingga G = Q = k f − k i {\displaystyle G=Q=k_{f}-k_{i}} {\displaystyle G=Q=k_{f}-k_{i}}, dengan hubungan terhadap jarak antarbidang kisi G = 2 π / d {\displaystyle G=2\pi /d} {\displaystyle G=2\pi /d}.[1] Karena momentum tetap kekal, maka perpindahan momentum terjadi menuju momentum kristal.

Representasi dalam ruang resiprokal bersifat umum dan tidak bergantung pada jenis radiasi maupun panjang gelombang yang digunakan, melainkan hanya bergantung pada sistem sampel. Hal ini memungkinkan perbandingan hasil yang diperoleh dari berbagai metode yang berbeda. Beberapa komunitas, seperti difraksi serbuk, menggunakan sudut difraksi 2 θ {\displaystyle 2\theta } {\displaystyle 2\theta } sebagai variabel bebas. Pendekatan ini sangat sesuai pada masa awal ketika hanya tersedia beberapa panjang gelombang karakteristik, seperti Cu-K α {\displaystyle \alpha } {\displaystyle \alpha }. Hubungan antara sudut difraksi dan ruang Q {\displaystyle Q} {\displaystyle Q} diberikan oleh

Q = 2 k sin ⁡ ( θ ) {\displaystyle Q=2k\sin \left(\theta \right)} {\displaystyle Q=2k\sin \left(\theta \right)},

dengan k = 2 π / λ {\displaystyle k={2\pi }/{\lambda }} {\displaystyle k={2\pi }/{\lambda }}, yang pada dasarnya menunjukkan bahwa semakin besar nilai 2 θ {\displaystyle 2\theta } {\displaystyle 2\theta }, maka semakin besar pula nilai Q {\displaystyle Q} {\displaystyle Q}.

Lihat pula

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan