Senin, 26 Oktober 2026
12:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung
Vahakn Dadrian

Vahakn Dadrian

Bagikan:
Vahakn Dadrian
250px-Vahagn_Dadryan.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir
Vahakn Norair Dadrian

(1926-05-26)26 Mei 1926
Meninggal2 Agustus 2019(2019-08-02) (umur 93)
Geneseo, New York, Amerika Serikat
Karier ilmiah
BidangSosiologi
Tempat kerjaZoryan Institute
Tanda tangan
250px-Vahakn_Dadrian_inscription_to_Marjorie_Housepian_Dobkin_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Vahakn Norair Dadrian (bahasa Armenia:Վահագն Տատրեան; 26 Mei 1926 – 2 Agustus 2019) adalah seorang sosiolog dan sejarawan Armenia-Amerika kelahiran Turki, profesor sosiologi, sejarawan dan pakar dalam bidang genosida Armenia.[1]

Kehidupan

Vahakn Norair Dadrian lahir pada tahun 1926 di Turki dari sebuah keluarga yang kehilangan banyak anggota pada masa genosida Armenia.[2] Dadrian mula-mula belajar matematika di Universitas Berlin. Setelah itu, ia memutuskan untuk beralih ke bidang yang sepenuhnya berbeda, dan belajar filsafat[3][4] di Universitas Wina, dan kemudian hukum internasional di Universitas Zürich.

Referensi

  1. ↑ A Lecture on The Armenian Genocide, Professor Stuart D. Stein.
  2. ↑ Fifty Key Thinkers on the Holocaust and Genocide, by Paul Robert Bartrop, Steven L. Jacobs, Taylor & Francis, 15.11.2010, p. 79
  3. ↑ "Biographies of Contributors to this Issue". Holocaust and Genocide Studies. 5 (2): 239–240. 1990. doi:10.1093/hgs/5.2.239. Diakses tanggal 4 November 2012.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Contributors" (PDF). Genocide Studies and Prevention. 3 (1): 161–163. 2008. doi:10.1353/gsp.2011.0054. Diakses tanggal 4 November 2012.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar


Flag of ArmeniaBiography icon

Artikel bertopik biografi Armenia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan