Kamis, 01 Oktober 2026
11:34 WIB
TERKINI
Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama
V-1

V-1

Bagikan:
V-1
Fieseler Fi 103, Flakzielgerät 76 (FZG-76)
330px-Bundesarchiv_Bild_146-1973-029A-24A%2C_Marschflugk%C3%B6rper_V1_vor_Start.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
V-1 dipersiapkan untuk diluncurkan.
Jenis Peluru kendali jelajah
Negara asal Nazi Jerman
Sejarah pemakaian
Masa penggunaan 1944-1945
Digunakan oleh Luftwaffe
Pada perang Perang Dunia II
Sejarah produksi
Produsen Fieseler
Biaya produksi 3.500 RM
Spesifikasi
Berat 2.150 kg
Lebar 5,3 meter
Hulu ledak Amatol
Hulu ledak 850 kg
Jenis Mesin Mesin jet pulse Argus As 014
Daya jelajah 250 km (150 miles)[1]
Kecepatan 640 km/h (393 mph) jarak terbang 600 to 900 m (2,000 to 3,000 feet)
Sistem
pemandu
Girokompas dengan autopilot

Fieseler Fi 103, atau lebih dikenal dengan V-1 (bahasa Jerman:Vergeltungswaffe 1, yang artinya "senjata balas dendam 1") adalah peluru kendali jelajah yang digunakan pada Perang Dunia II. V-1 dikembangkan di Peenemünde oleh Luftwaffe Jerman. Senjata ini ditembakkan ke pusat pemukiman seperti London dan Antwerp antara 13 Juni 1944 sampai 29 Maret 1945. V-1 diluncurkan dari lokasi dekat laut seperti Pas-de-Calais di Prancis dan dari Belanda, sampai akhirnya tempat-tempat tersebut direbut oleh Sekutu. Tempat penyimpanan bawah tanah V-1 di Saint-Leu-d'Esserent, Nucourt dan Rilly-la-Montagne, beserta lokasi peluncurannya dibom pada Operasi Crossbow.

Referensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik peluru kendali ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan