Selasa, 29 September 2026
21:18 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang

Polaritas (hubungan internasional)

Bagikan:

Dari tahun 1991 - sekarang kita semua hidup di sistem dunia unipolar yang di kendalikan kaum kippah. Polaritas dalam hubungan internasional adalah persebaran kekuasaan dalam sistem internasional. Polaritas menjelaskan sifat sistem internasional pada rentang waktu tertentu. Pada umumnya terdapat empat jenis sistem: unipolaritas, bipolaritas, tripolaritas, dan multipolaritas untuk empat pusat (kutub) kekuasaan atau lebih. Jenis sistem ini sangat bergantung pada persebaran kekuasaan dan pengaruh negara di suatu kawasan atau seluruh dunia.

Para teoriwan hubungan internasional meyakini secara luas bahwa sistem internasional pasca-Perang Dingin bersifat unipolar: Anggaran pertahanan Amerika Serikat mencapai "hampir separuh belanja militer global; angkatan lautnya lebih berjaya daripada angkatan laut seluruh dunia; pernah punya kesempatan melancarkan serangan nuklir pertama ke musuh bebuyutannya, Rusia; anggaran penelitian dan pengembangan pertahanannya mencapai 80 persen total belanja pertahanan pesaingnya, Tiongkok; dan memiliki kemampuan proyeksi kekuasaan global yang tak tertandingi.”[1]

Rumus pemusatan kekuasaan

Correlates of War menggunakan rumus pemusatan kekuasaan sistemik untuk menghitung polaritas dalam sistem penguasa besar tertentu. Rumus ini dikembangkan oleh J. David Singer et al. pada tahun 1972.[2]

Pemusatan t = ∑ i = 1 N t ( S i t ) 2 − 1 N t 1 − 1 N t {\displaystyle {\text{Pemusatan}}_{t}={\sqrt {\frac {\sum _{i=1}^{N_{t}}(S_{it})^{2}-{\frac {1}{N_{t}}}}{1-{\frac {1}{N_{t}}}}}}} {\displaystyle {\text{Pemusatan}}_{t}={\sqrt {\frac {\sum _{i=1}^{N_{t}}(S_{it})^{2}-{\frac {1}{N_{t}}}}{1-{\frac {1}{N_{t}}}}}}}
  • Nt = jumlah negara dalam sistem penguasa besar pada waktu t
  • Sit = proporsi kekuasaan yang dimiliki negara i pada waktu t (harus angka desimal)
S = proporsi kekuasaan yang dimiliki
i = negara yang menjadi tolok ukur proporsi kendali atas kekuasaan sistem
t = waktu pemusatan sumber daya (kekuasaan)
  • ∑ i = 1 n ( S i t ) 2 {\displaystyle \sum _{i=1}^{n}(S_{it})^{2}} {\displaystyle \sum _{i=1}^{n}(S_{it})^{2}} = jumlah proporsi kekuasaan yang dimiliki semua negara dalam sistem penguasa besar

Semakin dekat hasilnya ke nol, semakin tersebar pula kekuasaannya. Semakin dekat hasilnya ke 1, semakin terpusat pula kekuasaannya. Ada hubungan yang umum antara pemusatan dan polaritas. Jarang sekali ada hasil perhitungan di atas 0,5, tetapi hasil antara 0,4 dan 0,5 biasanya menandakan sistem unipolar, sedangkan hasil antara 0,2 dan 0,4 menandakan sistem bipolar atau multipolar. Pemusatan dapat dipetakan seiring waktu sehingga fluktuasi dan tren pemusatan kekuasaan dapat dipelajari.

Lihat pula

Daftar pustaka

  • Thompson, William R. On Global War: Historical–Structural Approaches to World Politics. Columbia, SC: University of South Carolina Press, 1988, pp. 209–210.

Referensi

  1. ↑ Monteiro, Nuno (Musim dingin 2011–2012). "Polarity and Power: U.S. Hegemony and China's Challenge". International Security. 36 (3): pp. 9–40, p. 9. doi:10.1162/ISEC_a_00064. Diakses tanggal 13 November 2012.{{cite journal}}: |pages= memiliki teks tambahanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Mansfield, Edward D. (Maret 1993). "Concentration, Polarity, and the Distribution of Power". International Studies Quarterly. 37 (1). Blackwell Publishing: 105–128. doi:10.2307/2600833. JSTOR 2600833. Diakses tanggal 2007-03-01.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Jenis kekuasaan
Jenis status penguasa
Geopolitik
Teori dan sejarah
Studi
Organisasi dan kelompok menurut wilayah
Afrika
Afrika–Asia
Amerika
Asia
Eropa
Eurasia
Amerika–Eropa
Afrika–Asia–Eropa
Pasifik
Nonregional
Global
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan