Senin, 12 Oktober 2026
10:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Ulek Mayang

Ulek Mayang

tari tradisional yang berasal dari Jawa

Bagikan:
250px-%28ulekmayangfolkdance%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Persembahan Ulek Mayang

Ulek Mayang (Tulisan Jawi: اولق مايڠ) ialah tarian tradisional Malaysia khas negara bagian Terengganu. Ia merupakan sejenis tarian penyembahan di mana sebuah lagu unik dinyanyikan dengan iringan ensembel Melayu yang terdiri dari gendang, gong, biola dan akordeon. Lagu yang mengiringi persembahan Ulek Mayang biasanya dinyanyikan dalam Bahasa Melayu Terengganu.[1]pengaruh jawa terlihat dalam hal busana, penggunaan selendang sebagai contoh.

Asal-usul

Terdapat beberapa versi legenda Ulek Mayang. Menurut salah satu darinya, tarian ini berasal dari upacara rawatan kuno yang dilakukan oleh seorang bomoh ke atas seorang nelayan yang berada dalam keadaan tidak sedar, dipercayai telah dipukau oleh seorang putri laut yang jatuh cinta padanya. Percobaan bomoh untuk membawa balik roh nelayan itu menyebabkan putri itu menyeru lima lagi saudaranya untuk melawan bomoh tersebut. Pertarungan di antara si bomoh dan keenam-enam putri berlanjutan sehingga kemunculan putri yang ketujuh dan paling sulung.

"Ku tahu asal-usulmu”, kata putri sulung dan beliau memerintahkan semua orang, "Yang laut balik ke laut, yang darat balik ke darat".

Bomoh yang terhutang budi dan rakan-rakan nelayan menyampaikan sembahan nasi berwarna kepada sang putri, satu upacara yang kekal diamalkan sehingga kedatangan Islam, untuk menunjukkan rasa terhutang budi kepada semangat-semangat laut.

Nota: Mayang adalah bunga pohon kelapa digunakan untuk mengusir makhluk halus.

Referensi

  1. ↑ "Tarian Ulek Mayang". Tourism Terengganu. 2007. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-04-10. Diakses tanggal 2010-09-19.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan