Rabu, 07 Oktober 2026
13:07 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Ular-cecak biasa

Ular-cecak biasa

Bagikan:
Ular-cecak biasa
250px-Lycodon_capucinus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Colubridae
Genus: Lycodon
Spesies:
L. capucinus
Nama binomial
Lycodon capucinus
F.Boie, 1827

Ular-cecak biasa (Lycodon capucinus) atau yang juga disebut ular genteng, adalah spesies ular serigala. Ular ini disebut "ular cecak" karena ular ini sering ditemukan sedang memangsa cecak yang berkeliaran di sekitar rumah. Nama umumnya dalam bahasa Inggris adalah Oriental wolfsnake, sedangkan nama spesifiknya, capucinus yang artinya "kapucino" atau "cokelat kemerahan", mengacu pada warna tubuhnya yang dominan cokelat kemerahan.[1][2][3][4]

Pengenalan

250px-Lyco_capuc_080130-4147_ipb.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ular cecak (Lycodon capucinus)
dari Darmaga, Bogor
250px-Lyco_capuc_080129-4131_ipb.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Berenang di kamar mandi
250px-Lyco_capuc_080129-4128_ipb.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Panjang tubuh ular cecak mencapai 76 cm dan kepalanya berbentuk agak gepeng. Tubuh bagian atas berwarna cokelat kemerahan atau kehitaman, dengan bercak-bercak berwarna putih. Bagian atas kepala berwarna kecokelatan dengan motif berwarna keputihan pada leher belakang (tengkuk). Bagian bawah tubuhnya berwarna keputihan.[5]

Penyebaran

Ular cecak tersebar luas di Asia tenggara, mulai dari Myanmar, Laos, Tiongkok tenggara (Yunan, Fujian, Guangdong, Hong Kong), Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia (Semenanjung, Serawak dan Sabah), Indonesia (Sumatera, Bangka-Belitung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Buton), Timor Leste, dan Filipina (Bantayan, Cebu, Cuyo, Leyte, Luzon, Masbate, Mindanao, Mindoro, Negros, Palawan, Panay, Samar).[6][7]

Ekologi dan perilaku

Ular cecak dapat dijumpai di daerah hutan hingga pemukiman penduduk. Ular ini juga sering ditemukan berkeliaran di atas genteng atau atap rumah, di mana ular ini memburu cecak sebagai makanan utamanya. Selain cecak, ular ini juga memangsa kadal lain dan juga katak/kodok.[5]

Ular cecak berkembangbiak dengan bertelur (ovipar). Jumlah telur yang dihasilkan antara 3 sampai 11 butir.[5]

Rujukan

  1. ↑ David, P and G. Vogel. 1996. The Snakes of Sumatra. An annotated checklist and key with natural history. Edition Chimaira. Frankfurt. pp. 95-96. ISBN 3-930612-08-9
  2. ↑ Tweedie, M.W.F. 1983. The Snakes of Malaya. The Singapore National Printers. Singapore. p.69.
  3. ↑ Daniel, J.C. 1992. The Book of Indian Reptiles. Bombay Nat. His. Soc. and Oxford Univ. Press. Bombay. pp. 89–90. ISBN 0-19-562168-9
  4. ↑ Taylor, E.H. and R.E. Elbel. 1958. Contribution to the herpetology of Thailand. Univ. Kansas Sci. Bull. 38 (2):1033–1189.
  5. 1 2 3 Ular Asli Indonesia: Ular Genteng (Lycodon capucinus)
  6. ↑ (Inggris) Lycodon capucinus pada The Reptile Database
  7. ↑ Stuebing, R.B. & R.F. Inger. 1999. A Field Guide to The Snakes of Borneo. Natural History Publications (Borneo). Kota Kinabalu. p. 99-100. ISBN 983-812-031-6
  • Daltry, J.C. & Wüster, W. 2002 A new species of Wolf Snake (Serpentes: Colubrida, Lycodon) from the Cardamom Mountains, Southwestern Cambodia. Herpetologica 58 (4): 498-504
  • Das, I. 1999 Biogeography of the amphibians and reptiles of the Andaman and Nicobar Islands, India. In: Ota, H. (ed) Tropical Island herpetofauna.., Elsevier, pp. 43–77
  • Daudin, F. M. 1803 Histoire Naturelle Generale et Particuliere des Reptiles. Vol. 6. F. Dufart, Paris.
  • Fritts, T.H. 1993 The Common Wolf Snake, Lycodon aulicus capucinus, a Recent Colonist of Christmas Island in the Indian Ocean Wildlife Res 20 (2): 261-266
  • Kuch, U. and J. A. McGuire 2004 Range extensions of Lycodon capucinus Boie, 1827 in eastern Indonesia. Herpetozoa 17 (3/4): 191-193
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Lycodon capucinus.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan