Rabu, 04 November 2026
04:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Ular mulga kerdil

Ular mulga kerdil

Bagikan:
Ular mulga kerdil
250px-Fauna_de_Australia12.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Elapidae
Genus: Pseudechis
Spesies:
P. weigeli
Nama binomial
Pseudechis weigeli
(Wells & Wellington, 1987)
Sinonim[2]
  • Cannia weigeli
    Wells & Wellington, 1987
  • Pseudechis weigeli
    — Wüster et al., 2004

Ular mulga kerdil (Pseudechis weigeli), juga umum dikenal sebagai ular coklat raja kerdil,[3] adalah sebuah spesies ular berbisa dalam genus ular hitam Pseudechis dalam famili Elapidae. Spesies tersebut berasal dari Australia.

Persebaran geografi

Di Australia, P. weigeli adalah endemik dari pegunungan Kimberley.[2]

Taksonomi

P. weigeli secara genetik dikonfirmasi sebagai spesies berbeda pada 2017.[4] Dalam genus Pseudechis, spesies tersebut sangat berkerabat dengan ular mulga kerdil timur (P. pailsei) dan spesies yang belum dideskripsikan dari Teritorial Utara.[4]

Etimologi

Nama spesifik, weigeli, diambil dddari nama herpetologis Australia John Randall Weigel (kelahiran 1955).[3]

Referensi

  1. ↑ Ellis, R.; Shea, G.; Teale, R.; Cogger, H.; Zichy-Woinarski, J. (2017). "Pseudechis weigeli". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2017 e.T42493301A42493307. doi:10.2305/IUCN.UK.2017-3.RLTS.T42493301A42493307.en. Diakses tanggal 19 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Spesies Pseudechis weigeli di The Reptile Database www.reptile-database.org.
  3. 1 2 Beolens, Bo; Watkins, Michael; Grayson, Michael (2011). The Eponym Dictionary of Reptiles. Baltimore: Johns Hopkins University Press. xiii + 296 pp. ISBN978-1-4214-0135-5. (Pseudechis weigeli, p. 281).
  4. 1 2 Maddock ST, Childerstone A, Fry BG, Williams DJ, Barlow A, Wüster W (2017). "Multi-locus phylogeny and species delimitation of Australo-Papuan blacksnakes (Pseudechis Wagler, 1830: Elapidae: Serpentes)" (PDF). Molecular Phylogenetics and Evolution. 107: 48–55. doi:10.1016/j.ympev.2016.09.005. PMID 27637992. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-12-20.

Bacaan tambahan

  • Cogger HG (2014). Reptiles and Amphibians of Australia, Seventh Edition. Clayton, Victoria, Australia: CSIRO Publishing. xxx + 1,033 pp. ISBN978-0643100350.
  • Wells RW, Wellington CR (1987). "A new species of proteroglyphous snake (Serpentes: Oxyuranidae) from Australia". Australian Herpetologist (503): 1-8. (Cannia weigeli, new species).
  • Wilson S, Swan G (2013). A Complete Guide to Reptiles of Australia, Fourth Edition. Sydney: New Holland Publishers. 522 pp. ISBN978-1921517280.
  • Wüster W, Dumbrell AJ, Hay C, Pook CE, Williams DJ, Fry BG (2004). "Snakes across the Strait: trans-Torresian phylogeographic relationships in three genera of Australasian snakes (Serpentes: Elapidae: Acanthophis, Oxyuranus, and Pseudechis)". Molecular Phylogenetics and Evolution 34 (1): 1–14. (Pseudechis weigeli, new combination).


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan