Rabu, 07 Oktober 2026
08:04 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Ular kadut

Ular kadut

Bagikan:
Ular kadut
250px-File_snake_%28Acrochordus_granulatus%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Acrochordidae
Genus: Acrochordus
Spesies:
A. granulatus
Nama binomial
Acrochordus granulatus
(Schneider, 1799)
Sinonim[2]
  • [Hydrus] Granulatus – Schneider, 1799
  • [Anguis] Granulatus vel Acrochordus – Scheider, 1801
  • [Anguis] Granulatus – Scheider, 1801
  • Acrochordus Fasciatus – Shaw, 1802
  • Pelamis granulatus – Daudin, 1803
  • Chersydrus [fasciatus] – Cuvier, 1817
  • [Chersydrus] granulatus – Merrem, 1820
  • C[hersydreas]. granulatus – Gray, 1825
  • Chersydrus annulatus – Gray, 1849
  • Potamophis fasciata – Schmidt, 1852
  • Chersydrus fasciatus – Duméril, Bibron & Duméril, 1854
  • Acrochordus fasciatus – Schlegel, 1872
  • Chersydrus granulatus – Boulenger, 1893
  • [Chersydrus] g[ranulatus]. granulatus – Loveridge, 1938
  • Chersydrus granulatus luzonensis – Loveridge, 1938

ular karung belang (Acrochordus granulatus) adalah spesies ular air dari famili Acrochordidae. Ular ini tersebar luas di Asia Tenggara hingga Australia bagian utara.[3]

Pengenalan

lossy-page1-250px-Acrochordus_fasciatus_-_1700-1880_-_Print_-_Iconographia_Zoologica_-_Special_Collections_University_of_Amsterdam_-_UBA01_IZ11900013.tif.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi 1
lossy-page1-250px-Acrochordus_fasciatus_-_1700-1880_-_Print_-_Iconographia_Zoologica_-_Special_Collections_University_of_Amsterdam_-_UBA01_IZ11900015.tif.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi 2

Panjang tubuh ular kadut antara 0.6 sampai 1.2 meter (60–120 cm). Badannya gemuk dan padat, serta dilapisi dengan sisik-sisik kecil yang kasar. Ekornya pendek dan berujung tumpul. Kepala bagian atas berwarna hitam keabu-abuan atau hitam kecokelatan menyerupai lumpur. Tubuh bagian atas berwarna cokelat kelabu atau cokelat lumpur, dengan pola zigzag tebal berwarna hitam keabu-abuan atau hitam kecokelatan. Bagian bawah tubuhnya berwarna lebih muda.[4][5]

Ular Kadut Belang biasanya ditemukan pada berbagai macam badan air tawar seperti kolam, rawa-rawa, kali dan sungai. Ular kadut telah beradaptasi dengan baik sehingga dapat hidup di daerah dekat tempat tinggal manusia. Ular ini aktif pada malam hari dan akan memangsa pada ikan kecil dan kodok.

Individu muda berwarna coklat gelap hingga hitam dengan belang oranye, merah atau putih dengan pinggiran hitam. Ular dewasa memiliki pewarnaan lebih polos, dengan warna coklat atau abu-abu serta belang yang lebih pucat dan tidak menyolok seperti pada individu muda. Perut putih pucat.

Spesies ini mudah dikenali dari pola khas yang ada pada kepalanya. Induk Ular melahirkan 2 hingga 20 bayi sekitar 23 cm panjangnya.[6]

Penyebaran dan habitat

Tersebar luas mulai dari India bagian timur laut, Bangladesh, Tiongkok (Hainan) Myanmar, Laos, Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia, Singapura, kepulauan Nusantara, Filipina, Papua Nugini, hingga pesisir utara Australia.[4][7]

Ular kadut adalah salah satu jenis ular yang toleran terhadap air asin. Habitat utamanya adalah sungai berlumpur, kolam, rawa-rawa, dan muara dekat pantai. Ular ini juga sering dijumpai di daerah tambak ikan atau kolam pancing.[4][5]

Perilaku, makanan, dan reproduksi

Ular kadut aktif pada malam hari dan menghabiskan sebagian besar waktunya di dasar perairan. Akan tetapi, ular ini lebih sering berkelana di tempat yang lebih dangkal karena harus sering menuju permukaan untuk mmenghirup udara. Walaupun begitu, bila ditaruh di darat, ular ini menjadi lemas dan lamban. Makanan utama ular ini adalah ikan. Ular kadut juga memangsa belut serta bebrapa jenis kepiting dan udang. Di daerah tambak, ular ini dianggap sebagai hama ikan yang sangat rakus, dan sering merugikan para pemilik dan pengelola tambak ikan karena memakan ikan-ikan mereka.[4][5]

Ular kadut berkembang biak dengan melahirkan (ovovivipar). Jumlah anak yang dihasilkan sebanyak 5 sampai 10 ekor, masing-masing ular muda berukuran panjang sekitar 22 cm.[4][5]

Daftar pustaka

  1. ↑ Sanders, K.; Murphy, J.; Lobo, A.; Gatus, J. (2010). "Acrochordus granulatus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2010 e.T176769A7300762. doi:10.2305/IUCN.UK.2010-4.RLTS.T176769A7300762.en. Diakses tanggal 20 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ McDiarmid RW, Campbell JA, Touré T. 1999. Snake Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference, vol. 1. Herpetologists' League. 511 pp. ISBN 1-893777-00-6 (series). ISBN 1-893777-01-4 (volume).
  3. ↑ Western Australian Reptile Species at Frank O'Connor's Birding Western Australia. Accessed 20 September 2007
  4. 1 2 3 4 5 Little file snake (Acrochordus granulatus) at the Australian Reptile Online Database | AROD.com.au
  5. 1 2 3 4 Ular Asli Indonesia: Acrochordus granulatus
  6. ↑ "ular asli indonesia". ularindonesian.blogspot.com. Diakses tanggal 2019-12-19.{{cite web}}: |first= tidak memiliki |last=
  7. ↑ Acrochordus granulatus | The Reptile Database
  • Greer, A.E. 2006. Encyclopedia of Australian Reptiles. Australian Museum Online. Accessed 16 August 2007.
  • Shine, R. 1991. Australian Snakes, a Natural History. Ithaca, New York: Cornell University Press.
  • Smith, M.A. 1943 The Fauna of British India, Ceylon and Burma, Including the Whole of the Indo-Chinese Sub-Region. Reptilia and Amphibia. 3 (Serpentes). Taylor and Francis, London. 583 pp.
  • Wall, Frank 1921 Ophidia Taprobanica or the Snakes of Ceylon. Colombo Mus. (H. R. Cottle, govt. printer), Colombo. xxii, 581 pages
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan