Minggu, 11 Oktober 2026
16:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Ular dalam Alkitab

Ular dalam Alkitab

Bagikan:
250px-Stokesay_Castle_%285738185218%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah gambar ukiran abad ke-17 dari ular dalam Kitab Kejadian, di Puri Stokesay

Ular (Ibrani: נָחָשׁ nāḥāš) disebut dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Baru. Simbol ular memainkan peran-peran penting dalam kehidupan keagamaan dan kebudayaan dari Mesir kuno, Kanaan, Mesopotamia dan Yunani. Ular adalah simbol kekuatan jahat dan pertikaian dari dunia bawah tanah serta simbol kesuburan, kehidupan dan penyembuhan.[1] נחש Nāḥāš, Ibrani untuk "ular", juga diasosiasikan dengan keilahian, termasuk bentuk verbal yang artinya "menerapkan keilahian atau mendatangkan keberuntungan".. Dalam Alkitab Ibrani, Nāḥāš muncul dalam Taurat untuk mengidentifikasikan ular di Taman Eden. Sepanjang Alkitab Ibrani, istilah tersebut juga dipakai saling bergantian dengan saraph untuk menyebut ular berbisa di alam liar. Dalam Kitab Keluaran, tongkat Musa dan Harun berubah menjadi ular, nāḥāš untuk Musa, tannin untuk Harun. Dalam Perjanjian Baru, Wahyu kepada Yohanes memakai istilah ular kuno dan Naga sebanyak beberapa kali untuk mengidentifikasikan setan atau iblis. (Wahyu 12:9; Wahyu 20:2) Ular paling sering diidentifikasikan dengan Setan angkuh, dan terkadang dengan Lilith.

Cerita Taman Eden dan kejatuhan manusia mewakili sebuah tradisi di kalangan suku bangsa Abrahamik, dengan sebuah presentasi kurang lebih bersifat simbolik dalam hal moral dan keagamaan tertentu.[2]

Catatan kaki

  1. ↑ Olson 1996, hlm. 136
  2. ↑ "CATHOLIC ENCYCLOPEDIA: Adam". www.newadvent.org. Diakses tanggal 2016-04-12.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan