Selasa, 27 Oktober 2026
01:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Ular siput

Ular siput

Bagikan:
Ular siput keeled
250px-Pare_carin_060610_6787_tdp.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Pareidae
Genus: Pareas
Spesies:
P. carinatus
Nama binomial
Pareas carinatus
(Boie, 1828)
Sinonim

Amblycephalus carinatus Boie, 1828

Ular siput (Pareas carinatus) adalah spesies ular Pareidae yang terdapat di Asia Tenggara.[2] Dinamakan demikian karena ular ini memangsa beberapa jenis Moluska, terutama siput atau bekicot. Nama umumnya dalam bahasa Inggris adalah keeled slug-snake atau keeled slug-eating snake, mengacu pada sisik-sisik punggung atasnya (vertebra) yang berlunas (keeled).

Morfologi

Panjang tubuh ular siput mencapai 60 cm (0.6 meter). Badan ular ini berbentuk ramping dengan kepala yang pendek dan bundar, dengan mata yang besar. Tubuh bagian atas berwarna cokelat, cokelat-zaitun, atau cokelat kemerahan, dihiasi dengan belang-belang kecil dan samar-samar berwarna kehitaman di sepanjang tubuhnya. Di bagian belakang mata terdapat corak garis berwarna hitam. Terdapat corak berbentuk huruf "X" dan berwarna hitam di leher atasnya (leher belakang). Bagian bawah tubuhnya berwarna cokelat atau kekuningan.[3][4]

Susunan sisik (scalation) dorsal (punggung) terdiri dari 15 deret di bagian tengah badan. Sisik-sisik vertebral (paling atas) agak besar dan berlunas. Sisik ventral (perut) berkisar antara 170-184 buah. Sisik subkaudal (bagian bawah ekor) sekitar 60-88 buah dan tidak berpasangan. Perisai (sisik) anus tunggal. Perisai labial (bibir) sebanyak 7-9 buah dan terdapat 2 hingga 4 sisik-sisik kecil di tepian mata. Di antara sisik nasal (hidung) dan mata terdapat dua sisik perisai, yaitu loreal dan preokular. Tidak ada celah lurus di antara perisai-perisai dagunya.[4][5]

Penyebaran

Ular siput tersebar di Myanmar, Tiongkok (Yunnan), Laos, Vietnam, Kamboja, Thailand, Malaysia, dan Indonesia (Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, Kalimantan).[6]

Ekologi dan perilaku

Ular siput menghuni daerah hutan di dataran rendah hingga ketinggian 1300 meter DPL. Kadang-kadang ular ini juga ditemukan di sekitar pemukiman atau perkebunan. Ular ini aktif pada malam hari dan cukup lamban dalam bergerak sehingga mudah ditangkap. Sesuai dengan namanya, ular ini menyukai siput sebagai makanan utamanya. Walaupun hidup dan berkelana di tanah, ular ini juga dapat memanjat tanaman atau vegetasi lainnya.[7]

Ular siput tidak berbisa dan tidak berbahaya bagi manusia.[3]

Ular siput berkembangbiak dengan bertelur (ovipar). Jumlah telur yang dihasilkan sebanyak 3 sampai 8 butir.[3]

Galeri

  • Ular siput, spesimen dari Bogor, Jawa Barat
    Ular siput, spesimen dari Bogor, Jawa Barat
  • 330px-Pare_carin_060611_6979_tdp.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • Kepala dan leher tampak samping
    Kepala dan leher tampak samping
  • 330px-Pareas_carinatus%2C_Keeled_slug-eating_snake_-_Khao_Sok_National_Park_%2829695502915%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-Pareas_carinatus%2C_Keeled_slug-eating_snake_-_Kaeng_Krachan_District%2C_Phetchaburi_%2827928199866%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-Pareas_carinatus%2C_Keeled_slug-eating_snake_-_Kaeng_Krachan_National_Park_%2823826400254%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-Pareas_carinatus%2C_Keeled_slug-eating_snake_-_Kaeng_Krachan_National_Park_%2824402026536%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-Pareas_carinatus%2C_Keeled_slug-eating_snake_-_Kaeng_Krachan_National_Park_%2827526213491%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Referensi

  1. ↑ Wogan, G.; Vogel, G. (2012). "Pareas carinatus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2012 e.T192235A2059305. doi:10.2305/IUCN.UK.2012-1.RLTS.T192235A2059305.en. Diakses tanggal 19 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Wogan, G. & Vogel, G. (2012). "Pareas carinatus". The IUCN Red List of Threatened Species. 2012. IUCN: e.T192235A2059305. doi:10.2305/IUCN.UK.2012-1.RLTS.T192235A2059305.en. Diakses tanggal 26 Desember 2017.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 Ular Asli Indonesia: Ular Siput (Pareas carinatus)
  4. 1 2 Tweedie, M.W.F. 1983. The Snakes of Malaya. The Singapore National Printers. Singapore. p.38.
  5. ↑ Sisik-sisik yang membesar di bagian kepala. Untuk penjelasan mengenai nama-nama dan susunan perisai serta sisik, lihat pada artikel “Sisik ular”.
  6. ↑ Pareas carinatus di Reptarium.cz Reptile Database
  7. ↑ David, P and G. Vogel. 1996. The Snakes of Sumatra. An annotated checklist and key with natural history. Edition Chimaira. Frankfurt. p.139. ISBN 3-930612-08-9
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pareas carinatus.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan