Rabu, 21 Oktober 2026
11:22 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Heinrich Boie

Heinrich Boie

Bagikan:
250px-Boie_Heinrich_1794-1827.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Heinrich Boie.

Heinrich Boie (4 Mei 1794 – 4 September 1827) adalah seorang zoologis asal Jerman. Ia merupakan saudara laki-laki dari Friedrich Boie. Dalam bidang herpetologi, mereka mendeskripsikan 49 spesies baru reptil[1] dan beberapa spesies baru amfibi.[2]

Heinrich Boie mempelajari ilmu hukum di Kiel dan Göttingen. Di universitas, ia mulai tertarik pada sejarah alam melalui kuliah dari Johann Friedrich Blumenbach dan Friedrich Tiedemann. Ia kemudian diangkat menjadi asisten Coenraad Jacob Temminck di Leiden. Pada tahun 1825, ia melakukan perjalanan ke Jawa bersama Salomon Müller untuk mengumpulkan spesimen bagi museum. Ia meninggal dunia di sana akibat demam empedu (gall fever).

Salah satu spesies tokek India, Cnemaspis boiei, dinamai untuk menghormati Heinrich Boie atau saudaranya, Friedrich Boie.[3]

Referensi

  1. ↑ "Boie". The Reptile Database. www.reptile-database.org.
  2. ↑ "Boie". Amphibian Species of the World 6.0, an Online Reference. American Museum of Natural History. research.amnh.org./vz/herpetology/amphibia.
  3. ↑ Beolens, Bo; Watkins, Michael; Grayson, Michael (2011). The Eponym Dictionary of Reptiles. Baltimore: Johns Hopkins University Press. xiii + 296 pp. ISBN978-1-4214-0135-5. ("Boie", p. 31).

Sumber

  • Husson AM, Holthuis LB (1955). "The dates of publication of Verhandelingen over de natuurlijke Geschiedenis der Nederlandsche overzeesche Bezittingen edited by C. J. Temminck". Zoologische Mededelingen 34: 17–24. PDF
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Heinrich Boie.
Flag of JermanBiography icon

Artikel bertopik biografi Jerman ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan