Kamis, 22 Oktober 2026
21:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal

Ular serasah

Bagikan:
Ular serasah
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Colubridae
Genus: Sibynophis
Spesies:
S. geminatus
Nama binomial
Sibynophis geminatus
(Boie, 1826)

Ular serasah (Sibynophis geminatus) adalah spesies kolubrid yang endemik di Asia Tenggara.

Morfologi

250px-Siby_gemin_050107_080_tdp_resize.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ular serasah, spesimen dari Dramaga, Bogor

Panjang tubuh ular serasah mencapai 50 cm, tetapi pernah ditemukan spesimen dengan panjang melebihi 60 cm. Kepalanya berwarna cokelat muda dengan pola menyerupai kalung berwarna jingga pada leher atasnya (leher belakang). Tubuh bagian atas berwarna dasar cokelat tua, dengan sepasang jalur pita berwarna jingga kekuningan yang membentang di sepanjang punggungnya. Masing-masing pita tersebut diapit oleh sepasang garis kecil dan putus-putus berwarna hitam. Bagian bawah tubuhnya berwarna keputihan dengan leher bawah (leher depan) berwarna kekuningan.[butuh rujukan]

Sisik dorsal (punggung) tersusun sebanyak 17 deret. Sisik ventral (tubuh bagian bawah) antara 144–180, dengan sisik subkaudal berkisar antara 73–96 pasang dan sisik anal berbelah. Sisik bibir atas (supralabial) berjumlah 8 pasang dan sebagian berada di tepian mata.[butuh rujukan]

Penyebaran dan ekologi

Ular serasah tersebar di Thailand, Malaysia, Indonesia (Sumatra, Nias, Kep. Mentawai, Kep. Riau, Bangka-Belitung, Jawa, Bali, dan Lombok), dan Filipina (Kep. Sulu).[butuh rujukan]

Informasi tentang ular ini sangat minim. Sesuai dengan namanya, ular ini diketahui berkeliaran di antara rerumputan atau serasah di daerah yang rimbun atau berbatu. Makanan utamanya diketahui adalah jenis-jenis kadal kecil.[butuh rujukan]

Daftar pustaka

  • Boie, 1826 : Merkmale einiger japanischer Lurche. Isis von Oken, vol. 19, p. 203-216 (lihat teks).
  • David, P. and G. Vogel. 1996. The Snakes of Sumatra. An annotated checklist and key with natural history notes. Edition Chimaira. Frankfurt.
  • Stuebing, R.B. and R.F. Inger 1999. A Field guide to The Snakes of Borneo. Natural History Publ. (Borneo). Kota Kinabalu.
  • Sibynophis geminatus di Reptarium.cz Reptile Database
  1. ↑ Iskandar, D.; Jenkins, H.; Das, I.; Auliya, M.; Inger, R.F. & Lilley, R. (2014). "Sibynophis geminatus". The IUCN Red List of Threatened Species. 2014. IUCN: e.T184068A1747696. Diakses tanggal 13 Desember 2017.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan