Kamis, 01 Oktober 2026
00:11 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh

Ubikitin

Bagikan:
Ada usul agar Ubikitinasi digabungkan ke artikel ini. (Diskusikan) Diusulkan sejak November 2023.

Ubikitin atau ubikuitin adalah protein regulator yang ditemukan pada hampir semua jaringan eukariota. Nama protein ini berasal dari kata ubiquitous yang berarti "ditemukan di mana-mana". Protein ini berukuran kecil, sebesar 8,5 kDa. Protein ini ditemukan pertama kali pada tahun 1975 oleh Gideon Goldsteindan kawan-kawan.[1] Walaupun demikian, nama ubikitin dideskripsikan pertama kali oleh Lois T. Hunt dan Margaret O. Dayhoff pada tahun 1977.[2][3]

Ubikitin terlibat dalam modifikasi pasca-translasi. Proses penambahan ubikitin pada substrat protein disebut ubikitinasi. Protein yang telah mengalami ubikitinasi kemudian masuk ke dalam sintas degradasi protein dan dihancurkan.[3] Penemuan sintas degradasi yang melibatkan ubikitin membuat Aaron Ciechanover, Avram Hershko, dan Irwin Rose menerima hadiah Nobel Kimia 2004.[4] Penemuan terbaru menunjukkan bahwa ubikitin tidak hanya terlibat dalam mekanisme proteolitik tetapi juga beberapa fungsi lain seperti mengatur lalu lintas protein dan interaksi protein.[5]

Referensi

  1. ↑ Goldstein G, Scheid M, Hammerling U, Schlesinger DH, Niall HD, Boyse EA (1975). "Isolation of a polypeptide that has lymphocyte-differentiating properties and is probably represented universally in living cells". Proc Natl Acad Sci U S A. 72 (1): 11–15. PMC 432229. PMID 1078892.
  2. ↑ Hunt LT, Dayhoff MO (1977). "Amino-terminal sequence identity of ubiquitin and the nonhistone component of nuclear protein A24". Biochem Biophys Res Commun. 74 (2): 650–5. PMID 836318.
  3. 1 2 Varshavsky A (2006). "The early history of the ubiquitin field". Protein Sci. 15 (3): 647–54. PMC 2249785. PMID 16501229.
  4. ↑ The Nobel Prize in Chemistry 2004 - NobelPrize.org
  5. ↑ Schnell JD, Hicke L (2003). "Non-traditional functions of ubiquitin and ubiquitin-binding proteins". J Biol Chem. 278 (38): 35857–60. PMID 12860974.
Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan