| Ubaidillah bin Abbas عبيد الله ابن عباس | |
|---|---|
| Nama asli | Arab: عبيد الله بن العباس الهاشمي, alih aksara: ʿUbaydillāh ibni ʿAbbās al-Hasyimī |
| Lahir | ca 622 Makkah, Arabia |
| Meninggal | 677/78 Madinah, Kekhalifahan Umayyah |
| Pengabdian | Kekhalifahan Rasyidin |
| Komandan | |
| Hubungan |
|
| Anak |
|
Ubaidillah bin Abbas (Arab: عبيد الله ابن عباس, alih aksara: ʿUbaydillāh ibni ʿAbbās; ca 622–677/78) adalah seorang komandan Muslim Arab dan gubernur Yaman di bawah khalifah Rasyidin keempat Ali bin Abi Thalib (m. 656–661).
Biografi
Ubaidillah lahir di Makkah sekitar tahun 622 M. Ia adalah sahabat Nabi Muhammad.[1]
Dalam Fitnah Pertama, ia berpihak pada kerabatnya Khalifah Ali bin Abi Thalib (m. 656–661) melawan Muawiyah bin Abu Sufyan (m. 661–680). Ubaidillah diangkat sebagai amir al-hajj (terj. har. 'komandan haji') selama dua tahun berturut-turut dari tahun 657 hingga 659. Pada tahun ketiga, konflik muncul antara Ubaidillah dan Yazid bin Syagharah, yang diangkat oleh Muawiyah untuk memimpin haji. Kemudian, baik Ali maupun Muawiyah sepakat bahwa Syaibah bin Utsman memimpin haji.[2]
Ubaidillah diangkat menjadi gubernur Yaman oleh Ali pada tahun 660. Pada tahun yang sama, komandan Muawiyah, Busr bin Abi Artha'ah, mengepung kota Tha'if di Hijaz. Busr mengeksekusi dua putra muda Ubaidillah, Abdurrahman dan Qutsam, yang telah dipercayakan kepada perawatan kerabat ibu mereka di Kinanah.[3] Setelah invasi Busr ke Yaman, Ubaidillah melarikan diri ke Kufah, markas besar kekhalifahan Ali.[4] Wakil Ubaidillah di Sana'a, Amr bin Arakah ats-Tsaqafi, mempertahankan kota tersebut tetapi dibunuh oleh pasukan Busr bersama dengan banyak penduduk lainnya.[4]
Setelah Ali dibunuh oleh pemberontak Khawarij pada Januari 661, putranya Hasan terpilih menjadi khalifah di Kufah. Muawiyah menolak mengakui Hasan sebagai khalifah dan memimpin pasukan menuju Kufah. Hasan menugaskan Ubaidillah sebagai komandan pasukan garda depan yang terdiri dari dua belas ribu orang yang bertugas menahan Muawiyah di Maskin sampai Hasan tiba dengan pasukan utama. Ia dinasihati untuk tidak berperang kecuali diserang dan untuk berkonsultasi dengan Qais bin Sa'ad, orang kedua dalam komando.[5][6][7] Pilihan Hasan terhadap Ubaidillah, yang telah menyerahkan Yaman kepada Muawiyah tanpa perlawanan, menunjukkan bahwa Hasan berharap untuk mencapai kesimpulan damai.[8]
Di Maskin, Muawiyah mengirim utusan kepada Ubaidillah dan menawarkan 1.000.000 dirham kepada Ubaidillah untuk membelot. Ubaidillah menerima tawaran tersebut dan bergabung dengan kubu Muawiyah, setelah itu Muawiyah menepati janjinya.[9] Menurut satu catatan, 8.000 orang dari 12.000 orang mengikuti contoh Ubaidillah dan bergabung dengan Muawiyah.[7]
Referensi
- ↑ "عبيد الله بن عباس أول من وضع الموائد على الطرق" [Ubayd Allah ibn al-Abbas was the first to set up food tables along the roads]. Al-Ittihad (dalam bahasa Arab). 2019-05-07. Diakses tanggal 2026-01-09.
- ↑ al-Sallabi, Ali (2020-03-11). "مختصر عن سيرة عبيد الله بن عباس بن عبد المطلب الهاشمي" [A brief biography of Ubayd Allah ibn al-Abbas ibn Abd al-Muttalib al-Hashimi] (dalam bahasa Arab). Diakses tanggal 2026-01-09.
- ↑ Madelung 1997, hlm. 303.
- 1 2 Madelung 1997, hlm. 305.
- ↑ Madelung 1997, hlm. 318.
- ↑ Jafri 1979, hlm. 142.
- 1 2 Vaglieri 1971.
- ↑ Madelung 1997, hlm. 337.
- ↑ Madelung 1997, hlm. 320.
Bibliografi
- Anthony, Sean W. (2013). "Ali b. Abi Talib". Dalam Bowering, Gerhard (ed.). The Princeton encyclopedia of Islamic political thought. Princeton University Press. hlm. 30–31.
- Madelung, Wilferd (1997). The Succession to Muhammad: A Study of the Early Caliphate. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 0-521-56181-7.
- Vaglieri, Laura Veccia (1971). "(Al)-Ḥasan b. ʿAlï b. Abï Ṭālib". Dalam Lewis, B.; Ménage, V. L.; Pellat, Ch. & Schacht, J. (ed.). Encyclopaedia of Islam. Volume III: H–Iram (Edisi 2). Leiden: E. J. Brill. hlm. 240–243. OCLC 495469525.
- Jafri, S. M. (1979). Origins and Early Development of Shi'a Islam. London and New York: Longman. ISBN 9780582780804.