Minggu, 27 September 2026
17:52 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Tzitzimitl

Tzitzimitl

250px-Tzitzimitl.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penggambaran Tzitzimitl dari Kodeks Magliabechiano.

Dalam mitologi Aztek, tzitzimitl [t͡siˈt͡simit͡ɬ] (jamak Tzitzimimeh [t͡sit͡siˈmimeʔ]) adalah dewi yang dikaitkan dengan bintang-bintang. Mereka digambarkan sebagai tengkorak perempuan yang mengenakan rok. Berdasarkan deskripsi dari zaman pascapenaklukan, mereka digambarkan sebagai "roh jahat" atau "setan", tetapi istilah ini bukan dalam artian seperti agama Samawi dan belum tentu menggambarkan fungsi mereka dalam kepercayaan orang-orang Aztek pada zaman pra-Kolumbus.

Karena mereka dikaitkan dengan bintang-bintang (terutama yang terlihat di sekitaran Matahari selama gerhana matahari), masyarakat Aztek percaya bahwa selama peristiwa tersebut, tzitzimime akan turun ke Bumi dan menelan manusia.[1] Tzitzimimeh juga ditakuti selama lima hari yang penuh dengan kesialan dalam kalender Aztek.

Catatan kaki

  1. ↑ Sahagún 1997, p. 153:

    cenca nemauhtiloya mitoaya intla quitlamiz in quiqua tonatiuh quilmach çentlaiovaz valtemozque in ţiţimime techquazque

    There was great fear. It was said that if [the moon] finished eating the sun, so it was said, all would be in darkness; the Tzitzimimeh would descend here; they would devour us.

Daftar pustaka

Ikon rintisan

Artikel bertopik mitologi, mitos, atau legenda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan