Selasa, 22 September 2026
16:05 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Twa

Twa

penduduk asli Afrika

250px-Twa_dancers.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para penari Twa

Suku Twa (juga Cwa, OvaTwa atau Batwa—jamak, dan OmuTwa atau Mutwa—tunggal) adalah sekelompok suku penjelajah asli Afrika Tengah. Kelompok budaya ini sebelumnya disebut orang Pigmi oleh para penulis Eropa, tetapi istilah ini tidak lagi disukai karena ketidakakuratan budaya dan geografisnya, serta dianggap merendahkan. Kelompok budaya sedang diklasifikasikan ulang berdasarkan fungsinya dalam masyarakat, garis keturunan, dan ikatan tanah.[1]

Sering kali orang Twa dianggap sebagai penduduk asli hutan sebelum munculnya pertanian. Vansina berpendapat bahwa arti asli kata (Proto-Bantu) *twa adalah "pemburu-pengumpul, orang semak", bersama dengan yaka yang digunakan untuk orang pigmi barat (Mbuti) (Bayaka).[2] Batwa dan Abatwa adalah bentuk jamak Bantu, diterjemahkan menjadi "orang Twa".[3]

Seperti suku Pigmi Afrika lainnya, suku Twa merupakan suku keturunan campuran, kemungkinan keturunan penduduk asli hutan hujan khatulistiwa. Mereka memiliki tinggi rata-rata 5 kaki (1,5 m). Suku Twa mendiami wilayah pegunungan tinggi dan dataran di sekitar Danau Kivu, di Kongo (Kinshasa), Rwanda, dan Burundi, dan menjalin hubungan simbiosis ekonomi dengan Tutsi, Hutu, dan masyarakat lainnya. Banyak dari mereka ahli dalam kerajinan tembikar, yang mereka jual, sementara yang lain berprofesi sebagai pemburu.[4]

Referensi

  1. Client, U. B. (2022-09-23). "Who are the Batwa people? | The Batwa Cultural Trail | Cultural Tours". Uganda Budget Safaris (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-02-12.
  2. Vansina, Jan (Oktober 1990). Paths in the rainforests : toward a history of political tradition in equatorial Africa. University of Wisconsin Press. ISBN 978-0-299-12574-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. "Meet the enchanting Batwa Tribe of Bwindi | andBeyond". www.andbeyond.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-02-12.
  4. "Twa". Britannica.com.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan