Selasa, 27 Oktober 2026
21:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
TUSAŞ

TUSAŞ

perusahaan industri dirgantara dan pertahanan Turki

Bagikan:
TUSAŞ
250px-Tai_logo.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
IndustriDirgantara, pertahanan, dan komunikasi
Didirikan28 Juni 1973 Sunting ini di Wikidata
Tokoh kunci
Muharrem Dörtkaşlı
(General manager)
M. Yalçın Kaya
(Chairman of the board)
ProdukPesawat,
komponen penerbangan,
sistem pertahanan
Pendapatan1.070.000.000 Dolar Amerika Serikat (2018) Sunting ini di Wikidata
Kenaikan $632,7 juta(2008 est.)
Jumlah karyawan
4.289 (per 10 Januari 2013)

Turkish Aerospace Industries, Inc (TAI) (Turki: Türk Havacılık ve Uzay Sanayi A.Ş., disingkat TUSAŞ) adalah pusat teknologi dalam desain, pengembangan, manufaktur, integrasi sistem kedirgantaraan, modernisasi dan dukungan purna jual di Turki.

Terletak di Ankara, pabrik produksi TAI meliputi area seluas 5 juta meter persegi dengan fasilitas industri seluas 150.000 meter persegi di bawah atap. Perusahaan ini memiliki fasilitas pesawat modern dilengkapi dengan mesin teknologi tinggi dan peralatan yang menyediakan kemampuan manufaktur yang luas mulai dari bagian manufaktur untuk perakitan pesawat, tes penerbangan dan pengiriman.

Pada 2010, Turki Aerospace Industries mempekerjakan lebih dari 1500 insinyur, di antaranya sekitar 850 adalah insinyur penelitian dan pengembangan yang bekerja di proyek-proyek penelitian militer, beberapa proyek besar sedang dikembangkan oleh Turkish Aerospace Industries seperti TAI Hürjet dan TAI TF-KAAN.

Referensi

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik perusahaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik pesawat terbang dan penerbangan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan