Selasa, 27 Oktober 2026
07:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Abdul Rahman dari Negeri Sembilan

Abdul Rahman dari Negeri Sembilan

Yang di-Pertuan Besar Negeri Sembilan

Bagikan:
Biografi ini memerlukan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian. Bantulah untuk menambahkan referensi atau sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus, khususnya jika berpotensi memfitnah.
Cari sumber: "Abdul Rahman dari Negeri Sembilan" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Almarhum Tuanku Abdul Rahman ibni Almarhum Tuanku Muhammad
250px-HRH_Tuanku_Abdul_Rahman_Ibni_Al-Marhum_Tuanku_Muhammad._The_Tuanku_Ja%27afar_Royal_Gallery%2C_Seremban.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Yang di-Pertuan Agong Malaysia
Berkuasa31 Agustus 1957 – 1 April 1960
PendahuluJabatan dibentuk
PenerusHisamuddin Alam dari Selangor
Yang di-Pertuan Besar Negeri Sembilan
Berkuasa3 Agustus 1933 – 1 April 1960
PendahuluMuhammad dari Negeri Sembilan
PenerusMunawir dari Negeri Sembilan
Lahir(1895-08-24)24 Agustus 1895
Seri Menanti, Negeri Sembilan
Meninggal1 April 1960(1960-04-01) (umur 64)
Istana Negara, Kuala Lumpur, Malaya
Pemakaman5 April 1960
AyahTuanku Muhammad ibni Almarhum Tuanku Antah
IbuTunku Puan Chik
PasanganDulcie Campbell (bercerai)
Tunku Maharun binti Tunku Mambang (bercerai)
Tunku Kurshiah binti Tunku Besar Burhanuddin
Tunku Zaidah binti Tunku Zakaria
Tunku Maharun binti Tunku Mambang (bercerai)
KeturunanTuanku Munawir
Tunku Aidah
Tuanku Jaafar
Tunku Sheilah
Tunku Abdullah

Almarhum Tuanku Abdul Rahman Ibni Almarhum Tuanku Muhammad atau Tuanku Abdul Rahman (24 Agustus 1895 – 1 April 1960) adalah Yang di-Pertuan Agong pertama Malaysia setelah kemerdekaan Malaysia dari penjajahan Inggris pada tahun 1957. Tuanku Abdul Rahman menjabat dari tanggal 31 Agustus 1957 hingga meninggal dunia pada 1 April 1960.

Tuanku Abdul Rahman juga merupakan Yang Dipertuan Besar ke-VIII Negeri Sembilan, yang naik takhta dan memerintah Negeri Sembilan Darul Khusus dari tahun 1923 hingga wafat pada tahun 1960. Ia menggantikan ayahnya, Tuanku Muhammad, yang naik takhta dan memerintah sebagai Yang Dipertuan Besar ke-VII Negeri Sembilan dari tahun 1888 sampai 1923.

Setelah Tuanku Abdul Rahman wafat, putranya, Tuanku Munawir dinobatkan menjadi Yang Dipertuan Besar ke-IX Negeri Sembilan, dan memerintah hingga tahun 1967.

Tuanku Abdul Rahman menikah dengan Tunku Kurshiah binti Tunku Besar Burhanuddin, yang setelah kenaikan takhta suaminya menjadi Yang Dipertuan Agong mendapat gelar Raja Permaisuri Agong pertama Malaysia serta Tunku Ampuan Besar Negeri Sembilan.

Lihat pula

Rujukan

Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
tidak ada
Yang di-Pertuan Agong
31 Agustus 1957 – 1 April 1960
Diteruskan oleh:
Sultan Hisamuddin Alam Shah


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Sultan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Flag of MalaysiaBiography icon

Artikel bertopik biografi Malaysia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan