Rabu, 07 Oktober 2026
09:05 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan

Tu quoque

Bagikan:

Tu quoque (/tjuːˈkwoʊkwiː/, juga dibaca /tuːˈkwoʊkweɪ/;[1] dalam bahasa Latin berarti "kamu juga") adalah kesesatan logika tidak resmi yang dilakukan untuk mendiskreditkan argumen lawan dengan menegaskan bahwa ia telah gagal bertindak sesuai dengan apa yang ia sampaikan.

Kesesatan Tu quoque mengikuti pola berikut:

  1. A membuat klaim X.
  2. B menyatakan bahwa tindakan atau masa lalu A tidak sejalan dengan X.
  3. Maka X salah.[2]

Contohnya adalah

Joko: "Menurut saya, membunuh hewan untuk dimakan atau untuk membuat pakaian itu salah."
Hesti: "Tapi kamu memakai jaket kulit dan kamu memegang roti daging di tanganmu! Bagaimana mungkin kamu bisa berkata bahwa membunuh hewan untuk dimakan dan membuat pakaian itu salah?"[2]

Contoh lain di panggung perpolitikan internasional adalah negara A telah melakukan kejahatan perang, lalu ketika negara B mengkritiknya negara A akan mengatakan bahwa negara B juga pernah melakukan hal yang sama 50 tahun yang lalu.

Tu quoque dianggap sebagai kesesatan karena karakter moral atau tindakan masa lalu lawan tidak relevan dengan logika suatu argumentasi.[3] Taktik ini sering digunakan sebagai "hering merah" untuk mengalihkan subjek perbincangan dan juga dapat dianggap sebagai kesesatan ad hominem karena malah menyerang orangnya daripada isi argumennya.[4]

Catatan kaki

  1. ↑ "tu quoque, n." Oxford English Dictionary. Oxford University Press. 2012. Diakses tanggal 24 April 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 "Fallacy: Ad Hominem Tu Quoque". Nizkor project. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-09-12. Diakses tanggal 24 November 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Bluedorn, Nathaniel (2002). The Fallacy Detective. hlm. 54. ISBN 0-9745315-0-2.
  4. ↑ "Logical Fallacy: Tu Quoque". Fallacyfiles.org. Diakses tanggal 2014-06-17.

Bacaan lanjut

Wiktionary logo
Lihat entri tu quoque di kamus bebas Wikikamus.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan