Minggu, 01 November 2026
12:50 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Tsunami vulkanik

Tsunami vulkanik

Bagikan:
Animasi dari peristiwa Letusan dan tsunami Hunga Tonga 2022

Tsunami vulkanik adalah jenis tsunami yang dihasilkan oleh aktivitas vulkanik. Peristiwa tsunami akibat letusan gunung api jarang terjadi.[1] Tsunami jenis ini umumnya dapat disebabkan oleh mekanisme seperti gempa vulkanik, letusan bawah laut, aliran piroklastik, keruntuhan kaldera, tanah longsor, lahar, letusan freatomagmatik, keruntuhan kubah lava, dan gelombang udara dari letusan besar.[2]

Ada 110 letusan yang diketahui memicu tsunami. Tsunami terbesar dalam sejarah akibat aktivitas vulkanik terjadi pada tahun 1883 di Indonesia. Aliran piroklastik dari letusan Krakatau mencapai laut dan memicu tsunami setinggi 40 meter, mengakibatkan 36.417 orang tewas.[1] Juga diyakini bahwa kehancuran peradaban Minoa di Yunani disebabkan oleh letusan/runtuhnya gunung api Santorini di laut Aegea.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Mutaqin, B W; Lavigne, F; Hadmoko, D S; Ngalawani, M N (2019-06-13). "Volcanic Eruption-Induced Tsunami in Indonesia: A Review". IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. 256: 012023. doi:10.1088/1755-1315/256/1/012023. ISSN 1755-1315.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  2. 1 2 National Geophysical Data Center (2001), Global Significant Volcanic Eruptions Database, NOAA National Centers for Environmental Information, doi:10.7289/v5jw8bsh, diakses tanggal 2022-02-16
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan