Selasa, 22 September 2026
00:35 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Triteisme

Triteisme (dari Bahasa Yunani τριθεΐα, "tiga dewa"[1]) adalah bidah Kristen nontrinitarian di mana kesatuan Trinitas dan dengan demikian monoteisme ditolak. Ini lebih merupakan "kemungkinan penyimpangan" daripada aliran pemikiran aktual mana pun yang menempatkan tiga dewa terpisah.[2] Biasanya "lebih dari sekadar label permusuhan" diterapkan pada mereka yang menekankan individualitas setiap hipostasis atau pribadi ilahi—Bapa, Putra, dan Roh Kudus—atas kesatuan Trinitas secara keseluruhan. Tuduhan itu sangat populer antara abad ke-3 dan ke-7 Masehi.

Dalam sejarah Kekristenan, berbagai teolog telah dituduh terjerumus ke dalam triteisme. Di antara yang paling awal adalah monofisit John Philoponos (meninggal sekitar tahun 570) dan para pengikutnya, seperti Eugenios dan Konon dari Tarsos. Mereka mengajarkan bahwa sifat umum dari Trinitas adalah sebuah abstraksi, sehingga walaupun ketiga pribadi itu sehakikat, mereka berbeda dalam sifat-sifatnya. Pandangan mereka adalah upaya untuk mendamaikan Aristoteles dengan Kekristenan. Pandangan ini, yang dipertahankan oleh Patriark Peter III dari Antiokhia, dikutuk sebagai triteisme di sebuah sinode di Alexandria pada tahun 616. Itu sekali lagi dikutuk sebagai triteisme di konsili ketiga Konstantinopel pada 680–681.

Referensi

  1. Kazhdan, Alexander (1991). "Tritheism". Dalam Kazhdan, Alexander (ed.). The Oxford Dictionary of Byzantium. Oxford and New York: Oxford University Press. ISBN 0-19-504652-8.{{cite encyclopedia}}: |ref=harv tidak valid
  2. Marie-Anne Vannier (2005) [2002], "Tritheism", dalam André Vauchez (ed.), Encyclopedia of the Middle Ages, James Clarke & Co.


Ikon rintisan

Artikel bertopik Kristen ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan