Rabu, 30 September 2026
17:02 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
Trail of Tears

Trail of Tears

relokasi paksa tribal-tribal Amerika Serikat tenggara

Bagikan:
330px-Trail_of_tears_sign.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanda Trail of Tears.

Trail of Tears (Jalur Air Mata) adalah istilah yang merujuk pada pemindahan paksa penduduk asli Amerika di wilayah tenggara Amerika Serikat setelah ditetapkannya Undang-Undang Pemindahan Indian 1830. Suku-suku Cherokee, Muscogee, Seminole, Chickasaw, dan Choctaw yang tidak mau berasimilasi dipindah paksa dari tanah air mereka ke Teritori Indian di sebelah barat Sungai Mississippi. Mereka yang memilih untuk tetap tinggal dan berasimilasi diperbolehkan menjadi warga negara Amerika Serikat di negara bagian masing-masing.[1] Frasa "Trail of Tears" berasal dari deskripsi pemindahan suku Choctaw pada tahun 1831.[2]

Banyak penduduk asli Amerika yang meninggal akibat penyakit dan kelaparan saat dipindah ke tempat tujuan. Kurang lebih 2.000-6.000 dari 16.542 suku Cherokee yang dipindahkan tewas.[3][4][5]

Pada tahun 1830, Cherokee, Chickasaw, Choctaw, Muscogee, dan Seminole (kelimanya kadang-kadang dijuluki Lima Suku Beradab) hidup sebagai suku yang otonom. Proses transformasi budaya mereka (yang diusulkan oleh George Washington dan Henry Knox) berlangsung dengan baik, terutama untuk suku Cherokee dan Choctaw.[6] Namun, banyak penetap kulit putih yang meminta pemerintah federal untuk memindahkan orang-orang Indian dari wilayah tenggara agar dapat mengambil alih tanah mereka. Atas seruan Presiden Andrew Jackson, Undang-Undang Pemindahan Indian 1830 disepakati oleh Kongres. UU tersebut memberikan wewenang kepada pemerintah untuk menghapus hak tanah penduduk asli Amerika di wilayah tenggara Amerika Serikat.

Pada tahun 1831, Choctaw menjadi suku pertama yang dipindahkan; pemindahan ini menjadi model untuk pemindahan suku-suku lainnya. Setelah meletusnya dua perang, Seminole dipindahkan pada tahun 1832, tetapi satu kelompok kecil pindah ke Everglades dan tidak pernah dikalahkan oleh Amerika Serikat. Kemudian, suku Creek dipindahkan pada tahun 1834, Chickasaw pada tahun 1837, dan akhirnya Cherokee pada tahun 1838.[7] Setelah pemindahan, beberapa penduduk asli Amerika tetap tinggal di tanah leluhur mereka; beberapa anggota suku Choctaw dapat ditemui di Mississippi, Seminole di Florida, Creek di Alabama dan Florida, dan Cherokee di Carolina Utara. Sejumlah orang yang bukan penduduk asli Amerika (termasuk orang kulit hitam, biasanya budak) juga turut serta dalam pemindahan penduduk asli Amerika ke barat.[7] Pada tahun 1837, 46.000 penduduk asli Amerika dari negara-negara bagian tenggara telah dipindahkan, sehingga tersedia tanah seluas 25 juta are (100.000 km2) untuk orang-orang kulit putih.[7]

Catatan kaki

  1. ↑ "Indian removal". PBS. Diakses tanggal Juni 11, 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Len Green. "Choctaw Removal was really a "Trail of Tears"". Bishinik, mboucher, University of Minnesota. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2008-06-04. Diakses tanggal 2008-04-28.
  3. ↑ Prucha, Great Father, hlm. 241 note 58; Ehle, Trail of Tears, hlm. 390–92; Russel Thornton, "Demography of the Trail of Tears" in Anderson, Trail of Tears, hlm. 75–93.
  4. ↑ Carter (III), Samuel (1976). Cherokee sunset: A Nation Betrayed: A Narrative of Travail and Triumph, Persecution and exile. New York: Doubleday, hlm. 232.
  5. ↑ Curtis, Nancy C. (1996). Black Heritage Sites. United States: ALA Editions. hlm. 543. ISBN 0-8389-0643-5.
  6. ↑ Perdue, Theda (2003). "Chapter 2 'Both White and Red'". Mixed Blood Indians: Racial Construction in the Early South. The University of Georgia Press. hlm. 51. ISBN 0-8203-2731-X.
  7. 1 2 3 Indian removals 1814 - 1858.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Trail of Tears.
Wikisource logo
Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Wikivoyage logo
Wikiwisata memiliki panduan wisata Trail of Tears.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan