Minggu, 27 September 2026
09:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Touman

Touman
Chanyu
Chanyu Xiongnu
BerkuasaSekitar 220–209 SM
PenerusModu

Touman atau Teoman (bahasa Mongol:Tümen), atau T'u-man, adalah chanyu Xiongnu pertama yang tercatat dalam sejarah.[1] Ia berkuasa dari tahun 220 hingga 209 SM.

Pada masa ketika Dinasti Qin telah mengalahkan enam Negara Perang dan mempersatukan Tiongkok pada tahun 221 SM, suku nomaden Xiongnu telah menjadi kuat di utara dan mulai memperluas wilayah ke arah barat dan timur. Suku Xiongnu berseteru dengan suku Dōnghú (東胡) dan Yuezhi. Pada tahun 215 SM, Kaisar Tiongkok Qin Shi Huang mengirim 100.000 pasukan yang dipimpin panglima Meng Tian ke wilayah Ordos dan berhasil mengusir Xiongnu ke arah utara sejauh 1.000 li (sekitar 416 km).[2]

Touman lebih menyayangi anak lelakinya yang lebih muda. Untuk menyingkirkan putra sulungnya Modu (冒頓), ia menyerahkannya kepada suku Yuezhi sebagai sandera, dan kemudian melancarkan serangan mendadak terhadap suku tersebut. Untuk membalas tindakan ini, Yuezhi bersiap-siap membunuh Modu, tetapi ia berhasil mencuri seekor kuda dan melarikan diri. Touman kagum dengan keberaniannya dan Modu pun ditugaskan memimpin 10.000 pasukan berkuda. Modu berhasil melatih pasukannya agar setia kepadanya. Pada tahun 209 SM, Modu memerintahkan pasukannya untuk membunuh ayahnya. Akibatnya, Touman tewas, dan begitu pula dengan ibu tiri Modu, saudara kandungnya, dan pejabat-pejabat tinggi yang menolak menerima perintah darinya. Setelah itu Modu menjadi chanyu.[2]

Catatan kaki

  1. ↑ Loewe 2000, hlm. 434.
  2. 1 2 Watson (1993), hlm. 133.

Daftar pustaka

Didahului oleh:
Tidak diketahui
Chanyu Xiongnu
220–209 SM
Diteruskan oleh:
Modu Chanyu


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan