Rabu, 04 November 2026
16:31 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Tōshōdai-ji

Tōshōdai-ji

bangunan kuil di Jepang

Bagikan:
Kuil Toshodai
唐招提寺 (Tōshōdai-ji)
330px-Toshodai-ji%2C_Golden_Hall_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Balairung Emas Kuil Toshodai
Agama
AfiliasiBuddhisme
SekteRisshū
WilayahKansai
DewaShaka Nyorai
Lokasi
osm-intl,13,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=T%C5%8Dsh%C5%8Ddai-ji&revid=28091007&groups=_b18013b07cace000f36bc27ce07677e877e57188&parser=parsoid
Peta interaktif Kuil Toshodai
LokasiNara
NegaraJepang
Koordinat34°40′32″N 135°47′05″E / 34.675586111111°N 135.78483333333°E / 34.675586111111; 135.78483333333
Arsitektur
TipeVihara (Kuil Buddhis)
GayaJepang
Dibangun olehGanjin
Rampung759

Tōshōdai-ji (唐招提寺) adalah komplek kuil Buddha yang terletak di kota Nara, Jepang. Tōshōdai-ji menyimpan sebanyak 17 Harta Nasional Jepang dan 200 lainnya merupakan Properti Budaya Penting. Pada tahun 1998, komplek ini ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Sejarah

Pendirian kuil tercatat pada tahun 759 masa pemerintahan Kaisar Shomu oleh Paderi Ganjin. Kuil ini menjadi pusat Sekolah Nanzen, aliran Buddhis yang datang dari Kuil Daming, Dinasti Tang, daratan Tiongkok bersama Paderi Ganjin atas undangan kaisar. Sampai kini Tōshōdai-ji adalah kuil kepala dari Aliran Ritsu-shu. Paderi Ganjin (Jianzhen) tiba di Nara pada tahun 754 dalam usia yang sudah uzur. Perjalanannya dari Tiongkok memakan waktu 12 tahun dengan lima kali gagal yang menyebabkan kebutaannya. Peresmian kuil dihadiri oleh Kaisar Shomu dan Koken. Ganjin merupakan tokoh utama yang mengajarkan Buddhisme, pada saat agama Buddha mencapai puncaknya di Jepang.

Tōshōdai-ji pada awalnya terletak di kawasan pusat kota Nara, ketika kota itu menjadi ibukota Jepang sekitar 1250 tahun lalu. Karena istana ditinggalkan, tata kota telah berubah sejak berabad-abad menyebabkan ia kini agak berada pinggiran kota.

Arsitektur

Pada awalnya Tōshōdai-ji merupakan komplek besar dengan 48 buah bangunan. Seiring waktu bangunannya pun semakin berkurang.[1]

Balai utama (kondo) yang menjadi bangunan inti kuil dibangun dengan arsitektur Tempyo, gaya arsitektur yang berkembang pada abad ke-8. Hingga Kini, kondo tersebut merupakan bangunan bergaya Tempyo terbesar yang masih tersisa di Jepang.[1]

Gerbang masuk ke dalam kuil bernama Nandaimon (Gerbang Selatan) didirikan kembali pada tahun 1963 dalam rangka memperingati 1200 tahun wafatnya Ganjin.[1] Di bagian dalam terdapat Balai Pembelajaran (Kodo), tempat disebarkannya pengajaran Buddhisme. Bangunan ini awalnya dibuat untuk kantor di Istana Heijo lalu dipindahkan ke komplek kuil atas perintah kaisar. Jadi, kodo merupakan satu-satunya bangunan asli dari Istana Heijo yang sudah lenyap.[1] Istana Heijo yang sekarang merupakan hasil pembangunan kembali. Pada bagian timur komplek, antara Kondo dan Kodo, terdapat bangunan bertingkat yang dinamakan Koro (Shariden).

  • Nandaimon
    Nandaimon
  • Kodo
    Kodo
  • Kaizando
    Kaizando
  • Taman lumut
    Taman lumut

Referensi

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Toshodaiji.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan