Jumat, 06 November 2026
16:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Torana

Torana

Bagikan:
Gerbang pelengkung berhias yang berdiri sendiriTemplat:SHORTDESC:Gerbang pelengkung berhias yang berdiri sendiri
250px-Torana_est_du_grand_stupa_de_Sanchi_%28mus%C3%A9e_d%27art_asiatique_de_Dahlem%2C_Berlin%29_%2812661737833%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Torana Buddha
250px-Nagda%28Rajasthan%29Torana.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Torana Hindu

Torana, juga disebut sebagai vandanamalika,[1] adalah gerbang pelengkung datar berbentuk seperti gawang berhias yang berdiri sendiri dan berfungsi sebagai sarana upacara. Gerbang jenis ini lazim ditemukan dalam arsitektur Hindu, Buddha dan Jain di Anakbenua India, Asia Tenggara dan sebagian Asia Timur.[2]

Dipercaya bahwa gerbang torana India menjadi inspirasi bagi gerbang paifang Tiongkok, gerbang torii Jepang,[3][4][5] dan gerbang hongsalmun Korea, serta Sao Chingcha Thailand.[6]

Sejarah

250px-Monument_at_Sanchi_Stupa_India_24.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Torana di Stupa Sanchi, stupa ini dibangun pada zaman Kekaisaran Maurya (abad III SM), tetapi torana sendiri berasal dari zaman Satawahana, abad I Masehi.

Percy Brown, seorang Indologis dan arkeolog melacak asal-usul torana dari grama-dvara (gerbang desa) pada zaman Weda (1500 SM – 500 SM) yang kemudian berkembang menjadi struktur hiasan kota, istana, serta bangunan suci.[7] Menurut naskah weda Arthasastra, gerbang dengan bentuk yang berbeda dibangun untuk menghiasi pintu masuk kota atau istana.[7]

Sebuah fragmen batu pelengkung ditemukan oleh K. P. Jayaswal dari Kumhrar, Pataliputra dan telah dianalisis berasal dari zaman pra Maurya, yakni zaman Nanda. Fragmen ini berupa batu gerbang pelengkung berlembar tiga dengan tanda beraksara Brahmi kuno, yang mungkin adalah bagian dari hiasan torana.[8][9][10] Batu berbentuk baji dengan lekukan ini dipoles gaya Maurya pada kedua sisinya, dan ditopang secara vertikal.

Di Kekaisaran Maurya, bukti arkeologis menunjukkan bahwa stupa Sanchi berasal dari abad ketiga sebelum masehi. Bentuk torana berbahan batu Sanchi adalah tiruan dari konstruksi kayu dan bata, yang populer dalam arsitektur India sebelum abad III SM.[11][12][13]

Dalam arsitektur Kalinga torana dapat dilihat di berbagai kuil yang dibangun dalam kurun abad VII sampai XII masehi. Kuil Jagannath, kuil Rajarani, kuil Mukteshvara, dan kuil Mukteswar, adalah contoh kuil Kalinga yang memiliki torana.

Di Gujarat, beberapa torana dibangun pada zaman Dinasti Chaulukya (abad X-XII masehi). Kebanyakan terkait dengan kuil.[14]

Makna sosial dan keagamaan Torana

250px-Vesak_in_SriLanka.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Torana berlampu hiasan Waisak di Colombo, Sri Lanka

Torana adalah gerbang suci sebagai simbol penghormatan dalam arsitektur Buddha dan Hindu.[15] Bentuk lazimnya adalah batang yang menonjol ditopang dua tiang yang tegak lurus. Torana biasanya dibuat dari bahan kayu atau batu, dan batang menyilangnya umumnya terdiri atas tiga batang yang dipasang bersusun saling bertumpuk; baik batang datar ataupun tiang biasanya diukir dengan hiasan yang kaya.

Torana biasanya dikaitkan dengan bangunan Buddha, yakni stupa seperti Stupa Agung di Sanchi, juga dikaitkan dengan bangunan suci Jain dan Hindu, serta ada pula bangunan sekuler yang mengambil bentuk torana. Torana simbolis dapat juga dibuat dari rangkaian bunga atau dedaunan yang digantung di atas gawang pintu, kebiasaan ini biasanya ditemukan di India Barat dan India Selatan. Torana dipercaya dapat membawa keberuntungan karena melambangkan kebahagiaan dan perayaan. Torana juga dapat dibuat untuk tujuan pendidikan dan narasi, atau ditegakkan untuk memperingati kejayaan dan kemenangan seorang raja.[16]

Pada saat perayaan Waisak di Sri Lanka, ada tradisi untuk membuat dan menegakkan torana yang dihiasi lampu listrik berwarna-warni, kemudian torana yang bercahaya ini dipasang di tempat umum. Dekorasi torana berlampu ini akan dipasang untuk sementara waktu, biasanya dipasang selama beberapa pekan sejak perayaan Waisak.

Galeri

Referensi

Kutipan

  1. ↑ Parul Pandya Dhar (2010): The Torana in Indian and Southeast Asian Architecture. New Delhi: D K Printworld. ISBN978-8124605349.
  2. ↑ Hardy, Adam (2003). "Toraṇa | Grove Art" (dalam bahasa Inggris). doi:10.1093/gao/9781884446054.article.T085631. ISBN 978-1-884446-05-4. Diakses tanggal 2018-08-08.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: terbitan berkala memiliki ISBN (link)
  3. ↑ Albert Henry Longhurst (1992). The Story of the Stūpa. Asian Educational Services. hlm. 17. ISBN 978-81-206-0160-4.
  4. ↑ Ronald G. Knapp (2000). China's old dwellings. University of Hawaii Press. hlm. 85. ISBN 0-8248-2214-5.
  5. ↑ Simon Foster; Jen Lin-Liu; Sharon Owyang; Sherisse Pham; Beth Reiber; Lee Wing-sze (2010). Frommer's China. Frommers. hlm. 435. ISBN 978-0-470-52658-3.
  6. ↑ Scheid, Bernhard. "Religion in Japan". Torii (dalam bahasa Jerman). University of Vienna. Diakses tanggal 12 Februari 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. 1 2 Krishna Chandra Panigrahi, Harish Chandra Das and Snigdha Tripathy, 1994, Kṛṣṇa pratibhā: studies in Indology : Prof. Krishna Chandra Panigrahi commemoration volume, Volume 1, page 12.
  8. ↑ The Calcutta University (1923). Proceedinds And Transactions Of The Second Oriental Conference (1923).
  9. ↑ Spooner, Brainerd (1924). Annual Report Of The Archaeological Survey Of India 1921-22.
  10. ↑ Chandra, Ramaprasad (1927). Memoirs of the archaeological survey of India no.30.
  11. ↑ Buddhist Landscapes in Central India: Sanchi Hill and Archaeologies of Religious and Social Change, C. Third Century BC to Fifth Century AD, Julia Shaw, Left Coast Press, 2013 p.88ff
  12. ↑ Buddhist Architecture Huu Phuoc Le, Grafikol, 2010 p.149
  13. ↑ Ancient Indian History and Civilization, Sailendra Nath Sen, New Age International, 1999 p.170
  14. ↑ Senpramanik, Shushmita (2015-08-03). "TORAN ARCHITECTURE OF GUJARAT". Academia.edu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-06-20.
  15. ↑ "Torana | Indian temple gateway".
  16. ↑ Parul Pandya Dhar, (2010). The Torana in Indian and Southeast Asian Architecture, (New Delhi: D K Printworld,).

Daftar pustaka

  • Joseph Needham: Science and Civilization in China, Vol. 4, part 3, pp. 137–138.
  • Ram Nath (1995): Studies in Medieval Indian Architecture. M.D. Publications Pvt. Ltd. 172 pages. ISBN81-85880-56-5
  • Nick Edwards, Mike Ford, Devdan Sen, Beth Wooldridge, David Abram (2003): The Rough Guide to India. Rough Guides. 1440 pages. ISBN9781843530893.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan