Rabu, 21 Oktober 2026
01:16 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Tomat hias

Tomat hias

Bagikan:
Tomat hias
250px-Solanum_pseudocapsicum04.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanaman berbuah
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Asteridae
Ordo: Solanales
Famili: Solanaceae
Genus: Solanum
Spesies:
S. pseudocapsicum
Nama binomial
Solanum pseudocapsicum
250px-Solanum_pseudocapsicum_MHNT.BOT.2011.3.92.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buah-buahan kering dengan biji Solanum pseudocapsicum .

Solanum pseudocapsicum merupakan spesies nightshade dengan buah yang agak beracun.[1] Umumnya dikenal sebagai tomat hias,[2] ceri musim dingin Madeira, atau ceri Yerusalem (meskipun bukan merupakan keluarga ceri).Tanaman keras ini dapat ditanam sebagai tanaman hias sebagai tanaman rumah, tetapi di beberapa wilayah di Afrika Selatan, India, Australia, dan Selandia Baru, tanaman ini dianggap sebagai gulma.

Ringkasan

Tanaman ini abadi di zona hingga USDA 8. Berasal dari Peru dan Ekuador, mereka dapat bertahan hidup di cuaca beku dan dingin. Mereka umumnya hidup hingga 10 tahun, biasanya menghasilkan buah pada tahun kedua atau ketiga, dan setiap tahun setelahnya. Mereka adalah kerabat dekat dari tomat dan buahnya sangat mirip dengan tomat ceri dalam hal rasa dan tekstur, sehingga mudah tertukar dengan tomat tersebut.

Tanaman ini mengandung racun yang pada dasarnya adalah solanocapsine, yang mirip dengan alkaloid lain yang ditemukan dalam genusnya, seperti solanine. Meskipun racunnya beracun, tetapi umumnya tidak mengancam jiwa manusia. Hal ini dapat menyebabkan masalah lambung, termasuk muntah dan gastroenteritis sebagaimana dirujuk dalam nama ilmiah S. ipecacuanha (kira-kira " bunga racun ipecac).[3]

Tomat hias mungkin beracun bagi kucing [4] dan beberapa burung.[5] Meskipun tomat hias disebarkan oleh burung-burung tertentu di alam liar – baik burung asli maupun burung introduksi, misalnya di Australia oleh burung gagak-bentet belang ( Strepera graculina ) – sebagian besar burung peliharaan yang populer, yaitu bayan dan kerabatnya, tidak kebal terhadap racunnya.

Referensi

  1. ↑ "Medicinal and Poisonous Plants of Southern and Eastern Africa" - Watt & Brandwijk (E&S Livingstone, 1962)
  2. ↑ NRCS. "Solanum pseudocapsicum". PLANTS Database. United States Department of Agriculture (USDA). Diakses tanggal 17 November 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ D. G. Spoerke & S. C. Smolinske (1990). Toxicity of Houseplants. Boca Raton, Florida: CRC Press.
  4. ↑ "Plants and your cat". Cat Fanciers' Association. Desember 1997. Diarsipkan dari asli tanggal Maret 26, 2010. Diakses tanggal September 29, 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Bird safety: poisonous and safe plants for birds". Peteducation.com. 1997. Diakses tanggal September 29, 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Solanum pseudocapsicum
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan