Selasa, 27 Oktober 2026
02:26 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Toleransi agama

Bagikan:

Toleransi agama merupakan sebuah signifikansi yang berarti "tidak lebih dari sekadar kesabaran dan izin yang diberikan oleh pengikut agama besar untuk agama lain, meskipun dipandang rendah, salah dan berbahaya".[1] Secara historis, kebanyakan insiden dan tulisan yang berhubungan dengan toleransi melibatkan status minoritas dan ketidaksetujuan pandangan yang berhubungan dengan agama negara[2] yang dominan. Namun, agama juga bersifat sosiologis, dan praktik toleransi selalu terdapat aspek politiknya juga.[3]

Tinjauan umum mengenai sejarah toleransi dan perbedaan budaya yang di mana toleransi dipraktikkan, serta cara beberapa cara yang di mana sebuah konsep paradox tersebut telah berkembang menjadi sebuah konsep yang dapat membimbing, menjelaskan kegunaan kontemporernya pada bidang politik, sosial, religius, dan etnis, diaplikasikan pada individu-individu LGBT dan kaum minoritas dan konsep yang berhubungan seperti HAM.

Zaman kuno

Toleransi agama sudah lama digambarkan sebagai "ciri yang luar biasa" dari Kekaisaran Akhemeniyah Persia.[4] Koresh Agung membantu dalam pemulihan tempat-tempat sakral dalam beberapa kota.[4] Dalam Perjanjian Lama, Koresh dikatakan telah membebaskan kaum Yahudi dari pembuangan ke Babilonia pada tahun 539-530 BCE, dan mengizinkan mereka kembali ke kampung halamannya.[5] Kota Helenistik Alexandria, yang ditemukan pada tahun 331 BCE, terdapat sebuah komunitas Yahudi besar yang hidup dalam damai dengan populasi Yunani dan Mesir yang sudah disamaratakan. Menurut Michael Walzer, kota tersebut telah memberi "contoh yang menurut kami merupakan versi imperial dari multikulturalisme."[6]

Daftar Referensi

Referensi

  1. ↑ Zagorin, Perez (2003). How the idea of religious toleration came to the West. Princeton (N. J.): Princeton university press. ISBN 978-0-691-09270-6.
  2. ↑ Schödlbauer, Ulrich; Vahland, Joachim, ed. (1997-12-31). Einleitung. Berlin, Boston: De Gruyter. hlm. 7–26.
  3. ↑ Vyver, Johan D. van der, ed. (1996). Religious Human Rights in Global Perspective: Religious Perspectives. Human Rights and Humanitarian Law - Book Archive pre-2000. Leiden Boston: Brill | Nijhoff. ISBN 978-90-411-0176-1.
  4. 1 2 Gershevitch, Ilya, ed. (1985). The Cambridge history of Iran. 2: The Median and Achaemenian periods / ed. by Ilya Gershevitch (Edisi 6. print). Cambridge: Cambridge Univ. Pr. ISBN 978-0-521-20091-2.
  5. ↑ "Ezra - Chapter 1 : King James Bible Trust". web.archive.org. 2011-05-10. Diakses tanggal 2025-04-25.
  6. ↑ Walzer, Michael (1999). On Toleration. New Haven: Yale University Press. ISBN 978-0-300-07600-4.


40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan