Rabu, 30 September 2026
02:51 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Pengelabu

Pengelabu

tokoh yang dianggap sebagai sosok yang licik

Bagikan:
250px-Reynard-the-fox.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tokoh pengelabu, Reynard si Rubah yang digambarkan pada buku anak-anak tahun 1869 oleh Michel Rodange.

Pengelabu, atau dalam Bahasa Inggrisnya The Trickster adalah suatu tokoh (dewa, siluman, antropomorfik, manusia, atau makhluk gaib) dalam dongeng, cerita rakyat, atau mitologi, yang dianggap sebagai sosok yang menggunakan kepintaran atau pengetahuan rahasia yang dimiliki untuk memainkan trik atau mengelabui, dengan melawan kesepakatan atau pengetahuan yang umum dimiliki manusia. [1]

Carl Jung membahas pengelabu sebagai archetype di bagian akhir bukunya, The Archetypes and The Collective Unconscious sebagai karakter yang tidak sepenuhnya jahat. Ia memiliki kemampuan membangkitkan kesadaran manusia untuk mengevaluasi ulang nilai-nilai yang selama ini dianggap sebagai kebenaran yang tak mungkin dibantah. [2][3]

Mitologi

Pengelabu sebagai karakter archetypal, muncul dalam berbagai mitos di berbagai budaya. Lewis Hyde menggambarkan pengelabu sebagai penabrak batasan. Batas yang ditabrak bisa batasan fisik maupun sosial. Pengelabu melawan prinsip keteraturan sosial dan alam, dengan mempermainkan kehidupan normal, dan mengatur ulangnya dengan basis yang baru. [4]

Sering kali perbuatannya ini membelokkan atau melanggar aturan dalam bentuk trik atau pencurian. Seorang pengelabu bisa bersikap licik, bodoh, atau keduanya. Seorang pengelabu secara terbuka mempertanyakan, mendisrupsi, atau bahkan mencemooh otoritas.

Banyak kebudayaan yang memiliki karakter pengelabu dalam dongeng-dongengnya, seorang yang sangat ahli menggunakan tipuan untuk bisa mendapat makanan, mencuri barang berharga, atau sesederhana menimbulkan keributan. Dalam beberapa mitologi Yunani, Hermes adalah contoh karakter pengelabu. Ia adalah patron para pencuri dan penemu teknik tipuan, sebuah kelebihan yang diwariskannya kepada Autolycus yang kemudian diwariskan lagi kepada Odysseus.[1]

Perbedaan dengan archetype badut

Badut atau the clown atau the jester dianggap sebagai arhcetype tersendiri oleh beberapa penganut psikologi Jungian. Karakternya memiliki sedikit perbedaan dengan pengelabu. Jika pengelabu menggunakan trik atau tipuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dan tidak ditunjukkan terang-terangan, maka seorang badut menggunakannya secara terus terang untuk menghibur khalayak ramai. [5]

Dalam budaya Indonesia

Karakter Si Kancil bisa dianggap sebagai wakil dari archetype trickster. Ia mengakali aturan umum bahwa hewan yang kecil akan ditindas oleh yang lebih besar atau buas, menggunakan akal cerdas yang dimiliki. Karakter ini tidak bisa dianggap jahat, sekalipun ia melawan aturan yang umum berlaku.[6]

Rujukan

  1. 1 2 Hyde, Lewis. Trickster Makes This World: Mischief, Myth, and Art. New York: Farrar, Straus and Giroux, 1998.
  2. ↑ The Trickster Archetype. dari situs jungplatform.com
  3. ↑ Four Archetypes, The Collected Works of CG Jung. dari situs jungiancenter
  4. ↑ Mattick, Paul (Februari 15, 1998). "Hotfoots of the Gods". The New York Times.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ The Trickster, the Jester, the Clown: The Brief Mythology and Ancient History of the Harbingers of Laughter and Fear. dari situs martinifisher
  6. ↑ Di Balik Cedik Licik Si Kancil. dari situs historia


Ikon rintisan

Artikel bertopik mitologi, mitos, atau legenda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan