Kamis, 24 September 2026
06:17 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

Tokofobia

Tokofobia adalah fobia spesifik yang ditandai dengan ketakutan intens terhadap proses persalinan.[1] Kondisi ini dapat memengaruhi keputusan reproduktif, termasuk permintaan untuk menjalani operasi sesar.[2] Tokofobia dikaitkan dengan berbagai faktor psikologis dan sosial, termasuk kekhawatiran terhadap nyeri, risiko kematian, komplikasi yang tidak terduga, cedera pada bayi, gangguan seksual, dan ketidakpercayaan diri terhadap kemampuan melahirkan.[3] Penanganan tokofobia biasanya dilakukan melalui konseling psikologis atau intervensi psikoterapi.[1]

Tokofobia termasuk dalam kategori fobia spesifik. Pada tahun 2000, sebuah artikel yang diterbitkan dalam British Journal of Psychiatry menggambarkan ketakutan terhadap persalinan sebagai gangguan psikologis yang jarang mendapat perhatian dan berpotensi terlewatkan dalam praktik medis.[4]

Penyebab tokofobia bersifat kompleks dan multifaktorial. Faktor-faktor yang berperan termasuk kurangnya dukungan sosial, tingkat stres yang tinggi, serta adanya depresi dan kecemasan sebelumnya.[2] Kondisi ini dapat menimbulkan risiko selama proses persalinan, termasuk persalinan yang berkepanjangan, komplikasi obstetri, serta berpotensi berkaitan dengan depresi pascapersalinan dan gangguan stres pasca-trauma.[5]

Terminologi

Istilah tokofobia diperkenalkan dalam literatur medis pada tahun 2000. Kata ini berasal dari bahasa Yunani tokos, yang berarti persalinan, dan phobos, yang berarti ketakutan.[4] Tokofobia juga dikenal dengan istilah lain, antara lain maieusiophobia, yang secara etimologis berasal dari maieusis (persalinan wanita), parturiphobia, yang berasal dari bahasa Latin parturire (mengandung atau melahirkan), serta lockiophobia.[6]

Gejala dan tanda

Tokofobia dapat menunjukkan berbagai gejala, termasuk mimpi buruk, kesulitan berkonsentrasi dalam pekerjaan atau aktivitas keluarga, serangan panik, dan keluhan psikososomatik. Seringkali, ketakutan terhadap persalinan mendorong permintaan untuk menjalani operasi sesar.[2] Ketakutan akan nyeri persalinan erat kaitannya dengan ketakutan terhadap nyeri secara umum, pengalaman persalinan sebelumnya yang rumit atau manajemen nyeri yang tidak memadai dapat memicu perkembangan fobia ini.[5]

Tokofobia merupakan gangguan psikologis yang mengganggu dan dapat terlewatkan oleh tenaga medis. Selain termasuk fobia spesifik dan gangguan kecemasan, tokofobia dapat berkaitan dengan depresi dan gangguan stres pasca-trauma (PTSD).[7] Pengenalan tokofobia dan koordinasi dengan dokter obstetri atau spesialis medis lain dapat membantu mengurangi tingkat keparahan dan memastikan penanganan yang efektif. Psikolog perinatal menekankan pentingnya mendengarkan, memvalidasi pengalaman, mengeksplorasi kondisi pasien, serta menyesuaikan intervensi dengan kebutuhan individu, termasuk keterlibatan tim multiprofesional dalam penanganan tokofobia.[8]

Referensi

  1. 1 2 Wax, Joseph R.; Cartin, Angelina; Pinette, Michael G.; Blackstone, Jacquelyn (2004-08). "Patient Choice Cesarean: An Evidence-Based Review:". Obstetrical & Gynecological Survey (dalam bahasa Inggris). 59 (8): 601–616. doi:10.1097/01.OGX.0000133942.76239.57. ISSN 0029-7828.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  2. 1 2 3 Dencker, Anna; Nilsson, Christina; Begley, Cecily; Jangsten, Elisabeth; Mollberg, Margareta; Patel, Harshida; Wigert, Helena; Hessman, Eva; Sjöblom, Helen (2019-04-01). "Causes and outcomes in studies of fear of childbirth: A systematic review". Women and Birth. 32 (2): 99–111. doi:10.1016/j.wombi.2018.07.004. ISSN 1871-5192.
  3. Sydsjö, Gunilla; Sydsjö, Adam; Gunnervik, Christina; Bladh, Marie; Josefsson, Ann (2012). "Obstetric outcome for women who received individualized treatment for fear of childbirth during pregnancy". Acta Obstetricia et Gynecologica Scandinavica (dalam bahasa Inggris). 91 (1): 44–49. doi:10.1111/j.1600-0412.2011.01242.x. ISSN 1600-0412.
  4. 1 2 Hofberg, Kristina; Brockington, Ian (2000-01). "Tokophobia: An unreasoning dread of childbirth: A series of 26 cases". The British Journal of Psychiatry (dalam bahasa Inggris). 176 (1): 83–85. doi:10.1192/bjp.176.1.83. ISSN 0007-1250.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  5. 1 2 Waldenström, U; Hildingsson, I; Ryding, El (2006). "Antenatal fear of childbirth and its association with subsequent caesarean section and experience of childbirth". BJOG: An International Journal of Obstetrics & Gynaecology (dalam bahasa Inggris). 113 (6): 638–646. doi:10.1111/j.1471-0528.2006.00950.x. ISSN 1471-0528.
  6. Bainbridge, David (2001). Making babies: the science of pregnancy. Cambridge, Mass: Harvard University Press. ISBN 978-0-674-00653-9.
  7. Hilpern, Kate (2003-05-28). "Hard labour". The Guardian (dalam bahasa Inggris (Britania)). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2025-11-24.
  8. Rondung, Elisabet; Lier, Emma; Ternström, Elin. "Psychologists' experiences of working with fear of childbirth: implications and advice for care providers". Journal of Reproductive and Infant Psychology. 0 (0): 1–15. doi:10.1080/02646838.2024.2415106. ISSN 0264-6838. PMID 39404475.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan