Sabtu, 31 Oktober 2026
03:44 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Tokécang

Lagu permainan Sunda

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Januari 2025)
Bermasalah memainkan berkas ini? Lihat bantuan media.

Tokécang (aksara Sunda: ᮒᮧᮊᮦᮎᮀ) merupakan Lagu Permainan Sunda yang dinyanyikan oleh anak-anak sambil berpegangan tangan berpasang-pasangan, saling berhadapan.[1][2] Ketika menyanyikan lagu ini pasangan tadi berbalik sambil memutarkan tangannya jadi saling membelakangi satu sama lain.[1] Biasanya lagu ini dinynyikan sambil menunggu sesuatu baik itu berbentuk benda maupun manusia, tujuannya untuk menghilangkan rasa bosan karena menunggu terlalu lama dan mengisi waktu luang mencari hiburan. Lagu permainannya di bawah ini:[2]

Tokécang, tokécang
Moncor ka handapeun palang
Nangtungna patukang-tukang.[1]

Lagu lainnya:

1
Tokécang, tokécang
Balangendir tosblong
Angeun kacang, angeun kacang
Sapariuk kosong

2
Tokécang, tokécang
Balangendir tosblong
Angeun kacang, angeun kacang
Sapependil kosong

3
Tokécang, tokécang
Malik pendil tosblong
Angeun kacang, angeun kacang
Sapariuk kosong.[1][3]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Hidayat, Rachmat Taufiq, spk.2005.Peperenian Urang Sunda.Bandung:Kiblat
  2. 1 2 Yuliana, Cendi. Kesenian Daerah dan Lagu-Lagu Daerah. hlm. 43 Edisi pertama, Widya Duta Grafika, 2008.
  3. ↑ Diarsipkan 2015-11-22 di Wayback MachineDiarsipkan 2015-11-22 di Wayback MachineDiarsipkan 2015-11-22 di Wayback Machine Kawih kaulinan barudak Diarsipkan 2015-11-22 di Wayback Machine(diakses tanggal 03 Mei 2011)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan