Jumat, 23 Oktober 2026
20:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Toilet kompos

Toilet kompos

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan penyuntingan lebih lanjut mengenai terjemahan masih harus dicek ulang. Anda dapat membantu untuk menyuntingnya.
250px-Compost_toilet.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Composting toilet di Activism Festival 2010 di pegunungan di luar Yerusalem

Toilet kompos adalah salah satu jenis perangkat sanitasi yang menggunakan proses organisme aerobik yang berguna untuk mengolah kotoran manusia. Toilet kompos menggunakan sedikit air, dan dapat dimanfaatkan sebagai alternatif untuk kloset siram.[1] Desain toilet kompos dibuat dengan kondisi ketersediaan air yang sedikit. Sistem saluran pembuangan pada toilet kompos akan memproses limbah dengan cara diolah secara langsung sehingga nutrisi dalam kotoran manusia diterima dan tidak terbuang.

Toilet kompos diketahui telah dipasang di fasilitas umum taman nasional di Swedia, Kanada, Amerika Serikat, Inggris, dan Australia. Di Swedia dan Finlandia, toilet kompos ini digunakan di rumah-rumah di pedesaan yang sering dijadikan sebagai tempat liburan.

Proses teknis toilet kompos berlangsung secara lambat. Cara kerja toilet ini yaitu kotoran manusia akan dicampur dengan serbuk gergaji, sabut kelapa, atau gambut lumut untuk memfasilitasi pengolahan aerobik, penyerapan cairan, dan mencegah bau.

Catatan kaki

  1. ↑ Tilley, E., Ulrich, L., Lüthi, C., Reymond, Ph., Zurbrügg, C. Compendium of Sanitation Systems and Technologies - (2nd Revised Edition). Swiss Federal Institute of Aquatic Science and Technology (Eawag), Duebendorf, Switzerland. hlm. 72. ISBN 978-3-906484-57-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan