Rabu, 23 September 2026
01:01 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Tobin Heath

Tobin Heath

pemain sepak bola wanita

Tobin Heath
250px-Tobin_Heath_%2836761193754%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Heath bersama tim nasional Amerika Serikat pada 2017
Informasi pribadi
Nama lengkap Tobin Powell Heath
Tanggal lahir 29 Mei 1988 (umur 38)
Tempat lahir Morristown, New Jersey, Amerika Serikat
Tinggi 1,68 m
Posisi bermain Pemain sayap, gelandang, penyerang
Karier senior*
Tahun Tim Tampil (Gol)
2004–2006 New Jersey Wildcats 7 (1)
2007 Hudson Valley Quickstrike Lady Blues 5 (5)
2009 Pali Blues 6 (1)
2010 Atlanta Beat 3 (0)
2011 Sky Blue FC 12 (0)
2012 New York Fury 1 (0)
2013–2014 Paris Saint-Germain 15 (4)
2013–2020 Portland Thorns FC 70 (12)
2020–2021 Manchester United 8 (4)
2021–2022 Arsenal 9 (2)
2022 OL Reign 5 (1)
Tim nasional
2008–2021 Amerika Serikat 181 (36)
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik

Tobin Powell Heath (lahir 29 Mei 1988) adalah mantan pemain sepak bola wanita profesional dan pengusaha Amerika Serikat yang terutama bermain sebagai pemain sayap, gelandang menyerang, dan penyerang. Dikenal karena teknik mengolah bola, kreativitas, kemampuan menggiring bola, serta kecenderungannya menghadapi pemain lawan dalam situasi satu lawan satu, Heath menjadi salah satu pemain menyerang utama tim nasional sepak bola wanita Amerika Serikat selama lebih dari satu dekade.[1]

Heath mencatat 181 penampilan internasional senior dari 2008 sampai 2021, dengan torehan 36 gol dan 42 assist. Bersama Amerika Serikat ia memenangkan Piala Dunia Wanita FIFA 2015 dan Piala Dunia Wanita FIFA 2019, medali emas Olimpiade Musim Panas 2008 dan Olimpiade Musim Panas 2012, serta medali perunggu pada Olimpiade Tokyo yang digelar pada 2021. Ia juga merupakan anggota tim yang menjadi runner-up Piala Dunia Wanita FIFA 2011.[1][2]

Di level klub, Heath menjalani karier di Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris. Periode terpanjangnya berlangsung bersama Portland Thorns FC, tempat ia memenangkan NWSL Championship pada 2013 dan 2017 serta NWSL Shield 2016. Di luar Amerika Serikat ia bermain untuk Paris Saint-Germain, Manchester United, dan Arsenal, sebelum memainkan pertandingan profesional terakhirnya bersama OL Reign pada 2022.[2][3]

Heath menerima penghargaan U.S. Soccer Young Female Player of the Year pada 2009 dan U.S. Soccer Female Player of the Year pada 2016. Di NWSL ia tiga kali terpilih ke Best XI, yakni pada 2016, 2018, dan 2019. Ia juga menjadi bagian dari FIFA FIFPro Women's World11 2020.[4][5]

Setelah beberapa tahun tidak dapat bermain akibat cedera lutut yang dialaminya pada 2022, Heath mengumumkan pensiun dari sepak bola profesional pada 10 Juli 2025. Pada tahun berikutnya ia terpilih ke National Soccer Hall of Fame pada tahun pertama kelayakannya dan menjadi anggota kelas 2026.[1][2]

Kehidupan awal

Heath lahir pada 29 Mei 1988 di Morristown, New Jersey, sebagai anak dari Jeff dan Cindy Heath. Ia dibesarkan di Basking Ridge, New Jersey, bersama saudara-saudaranya dan mulai bermain sepak bola sejak usia muda. Lingkungan olahraga di New Jersey menjadi fondasi awal sebelum ia berkembang menjadi pemain dalam sistem tim nasional usia muda Amerika Serikat.[6]

Heath bersekolah di Ridge High School di Basking Ridge. Selama masa sekolah menengah ia menjadi pemain sepak bola selama empat tahun dan memperoleh sejumlah penghargaan, termasuk Parade Magazine All-America pada 2005, Gatorade New Jersey Player of the Year, serta pengakuan sebagai pemain terbaik negara bagian oleh The Star-Ledger.[6]

Soccer Buzz menempatkan Heath sebagai rekrutan nomor dua secara nasional dari angkatan sekolah menengah 2006. Selain bermain untuk sekolah, ia tampil dalam sepak bola klub bersama PDA Wildcats dan menjadi bagian dari tim yang memenangkan kejuaraan klub nasional pada 2003.[6]

Heath juga terlibat dalam sistem tim nasional Amerika Serikat sejak masa remaja. Ia bermain untuk kelompok U-16 pada 2002–2004, kemudian U-17, dan akhirnya menjadi bagian dari tim U-20 Amerika Serikat yang mengikuti Kejuaraan Dunia Wanita U-20 FIFA 2006 di Rusia.[6]

Perkembangannya sebagai pemain sejak awal ditandai oleh gaya permainan teknis dan keberanian dalam situasi satu lawan satu. Pelatih North Carolina Anson Dorrance kemudian menggambarkan pendekatan bermain Heath sebagai tidak biasa bagi pemain Amerika Serikat pada masanya karena kecenderungannya menggunakan keterampilan individual secara kreatif untuk melewati lawan.[6]

Karier perguruan tinggi

North Carolina Tar Heels

Pada 2006, Heath bergabung dengan program sepak bola wanita Universitas Carolina Utara di Chapel Hill dan memperkuat North Carolina Tar Heels. Ia bermain terutama sebagai gelandang kiri dan menyerang serta menjadi anggota salah satu generasi paling sukses dalam sejarah program tersebut.[6]

Heath terlambat memulai musim pertamanya karena mengikuti Kejuaraan Dunia U-20 di Rusia. Setelah kembali, ia melakukan debut perguruan tinggi dalam pertandingan melawan Washington dan langsung mencetak gol.[6]

Pada musim 2006, Heath tampil 23 kali dan menjadi starter dalam 22 pertandingan. Ia mencetak empat gol serta menghasilkan sembilan assist untuk total 17 poin ofensif.[6]

Kontribusinya membantu North Carolina mencapai NCAA College Cup. Tar Heels kemudian mengalahkan Notre Dame 2–1 pada pertandingan final dan memenangkan NCAA Division I Women's Soccer Championship 2006.[6][7]

Heath terpilih dalam tim All-Tournament College Cup pada musim pertamanya. Ia juga memperoleh Second-Team All-ACC, Academic All-ACC, penghargaan All-Freshman, dan beberapa pengakuan regional maupun nasional.[6]

Pada musim 2007, Heath kembali menjadi pemain utama North Carolina. Ia tampil 23 kali, menjadi starter dalam 22 pertandingan, dan mengakhiri musim dengan dua gol serta lima assist.[6]

Musim tersebut memperkuat reputasinya di tingkat perguruan tinggi. Heath dipilih ke First-Team All-ACC serta memperoleh First-Team All-America dari NSCAA dan Soccer Buzz. Ia juga menjadi semifinalis Hermann Trophy.[6]

Pada 2008, jadwalnya harus dibagi antara tim nasional senior dan North Carolina. Heath melewatkan pertandingan pertama musim perguruan tinggi karena baru kembali dari Beijing setelah memenangkan medali emas Olimpiade bersama Amerika Serikat.[6]

Meskipun memulai musim terlambat, Heath tampil dalam 26 pertandingan dan menjadi starter 25 kali. Ia menghasilkan delapan gol serta delapan assist, sehingga mengumpulkan 24 poin dan menjadi salah satu pemain ofensif paling produktif North Carolina.[6]

Salah satu penampilan individual terbaiknya pada musim tersebut terjadi menghadapi Clemson. Setelah North Carolina tertinggal lebih dahulu, Heath mencetak tiga gol berturut-turut pada babak pertama untuk menghasilkan hat-trick.[6]

Ia kembali membantu Tar Heels menembus NCAA College Cup. North Carolina memenangkan gelar nasional 2008, yang menjadi kejuaraan NCAA kedua Heath dalam tiga musim pertamanya.[6]

Heath mendapatkan berbagai penghargaan untuk penampilannya sepanjang 2008, termasuk First-Team All-ACC, College Cup All-Tournament Team, All-ACC Tournament Team, First-Team All-Southeast Region, dan penghargaan All-America dari beberapa organisasi.[6]

Pada musim senior 2009, Heath kembali menjadi salah satu gelandang utama North Carolina. Ia termasuk dalam daftar pantauan Hermann Trophy sebelum musim dimulai dan menjadi salah satu pemain senior yang memimpin tim dalam usaha mempertahankan gelar nasional.[6]

North Carolina menjalani musim yang berakhir dengan pertandingan final NCAA melawan Stanford, yang memasuki laga tersebut tanpa pernah kalah. Tar Heels menang 1–0 dan meraih gelar nasional ketiga Heath dalam empat tahun.[8]

Setelah musim 2009, Heath dipilih ke NSCAA First-Team All-America dan Soccer America MVP First Team. Ia juga menjadi salah satu dari empat finalis Honda Sports Award untuk sepak bola wanita.[9][8]

Secara keseluruhan, Heath memainkan 93 pertandingan perguruan tinggi untuk North Carolina dan mencetak 19 gol. Selama empat musimnya, Tar Heels memenangkan tiga NCAA Championship pada 2006, 2008, dan 2009 serta empat gelar Atlantic Coast Conference.[2][6]

Pengalamannya di North Carolina juga berpengaruh terhadap identitas permainannya. Ia berkembang di lingkungan yang menuntut tempo tinggi, kemampuan menguasai bola, dan persaingan yang konstan untuk memperoleh tempat dalam susunan utama.[6]

Statistik perguruan tinggi

Musim Penampilan Starter Gol Assist Poin
2006 23 22 4 9 17
2007 23 22 2 5 9
2008 26 25 8 8 24
2009 21 5
Total 93 19

Catatan tiga musim pertama Heath di North Carolina menunjukkan 72 penampilan, 14 gol, dan 22 assist. Pada akhir karier seniornya, jumlah keseluruhan penampilannya meningkat menjadi 93 dan jumlah gol menjadi 19.[6][2]

Karier klub

New Jersey Wildcats

Sebelum menjadi pemain profesional penuh waktu, Heath memperoleh pengalaman di sepak bola klub senior melalui New Jersey Wildcats. Ia bermain untuk klub tersebut ketika masih berada dalam tahap akhir pendidikan sekolah menengah dan awal perkembangan nasionalnya.[10]

Heath membuat tujuh penampilan untuk Wildcats dan mencetak satu gol. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan bermain dalam lingkungan yang lebih kompetitif sebelum memasuki sepak bola perguruan tinggi bersama North Carolina.[10]

Hudson Valley Quickstrike Lady Blues

Pada 2007, ketika masih menjadi pemain North Carolina, Heath memperkuat Hudson Valley Quickstrike Lady Blues. Ia tampil lima kali dan mencetak lima gol.[10]

Periode tersebut berlangsung bersamaan dengan keterlibatannya di berbagai tingkat tim nasional Amerika Serikat, sehingga tahun-tahun perguruan tinggi Heath diisi oleh kombinasi sepak bola NCAA, klub musim panas, dan tugas internasional.[6]

Pali Blues

Heath bermain untuk Pali Blues pada 2009. Klub tersebut berkompetisi di USL W-League dan menjadi salah satu tim yang memberi pemain perguruan tinggi tingkat tinggi kesempatan mempertahankan kondisi kompetitif di luar musim NCAA.[10]

Ia membuat enam penampilan dan mencetak satu gol untuk Pali Blues. Setelah menyelesaikan musim seniornya bersama North Carolina beberapa bulan kemudian, Heath bersiap masuk ke sepak bola profesional melalui Women's Professional Soccer.[10]

Atlanta Beat

Heath dipilih sebagai pilihan pertama keseluruhan dalam WPS Draft 2010 oleh Atlanta Beat. Status pilihan nomor satu menempatkannya sebagai salah satu prospek utama yang memasuki Women's Professional Soccer setelah menyelesaikan karier perguruan tinggi.[11]

Awal karier profesionalnya bersama Atlanta terganggu oleh cedera. Heath hanya membuat tiga penampilan liga pada musim tersebut sebelum masalah pergelangan kaki membatasi keterlibatannya.[10]

Cedera pada awal karier profesional menjadi pola yang beberapa kali muncul sepanjang karier Heath. Meskipun ia kemudian meraih banyak gelar, sejumlah musimnya terganggu masalah pergelangan kaki, punggung, hamstring, dan akhirnya lutut.[1]

Sky Blue FC

Untuk musim 2011, Heath bergabung dengan Sky Blue FC, klub yang kemudian dikenal sebagai NJ/NY Gotham FC. Ia kembali ke wilayah New Jersey dan memperoleh kesempatan bermain lebih reguler.[2]

Heath membuat 12 penampilan untuk Sky Blue selama musim Women's Professional Soccer tersebut. Periode itu berlangsung pada tahun yang sama ketika ia mengikuti Piala Dunia Wanita FIFA pertamanya bersama Amerika Serikat.[2]

Women's Professional Soccer akhirnya menghentikan operasinya sebelum musim 2012. Hilangnya liga profesional papan atas Amerika Serikat membuat banyak pemain tim nasional mencari kesempatan bermain melalui kompetisi lain di dalam maupun luar negeri.[2]

New York Fury

Pada 2012, Heath tercatat memperkuat New York Fury. Ia hanya membuat satu penampilan untuk klub sebelum perhatian utamanya beralih kembali ke program tim nasional dan Olimpiade London.[10]

Tahun tersebut menjadi salah satu musim internasional terpenting Heath karena Amerika Serikat memenangkan medali emas Olimpiade untuk ketiga kalinya secara beruntun, dan Heath tampil dalam seluruh enam pertandingan turnamen.[12]

Paris Saint-Germain

Setelah Olimpiade London, Heath melanjutkan karier klubnya di Eropa bersama Paris Saint-Germain. Masa tersebut menjadi pengalaman pertamanya bermain secara profesional di luar Amerika Serikat.[2][13]

Ia membuat 15 penampilan liga untuk PSG dan mencetak empat gol. Heath bermain untuk klub Paris dalam periode ketika sepak bola wanita Prancis sedang mengalami perkembangan pesat dan PSG mulai meningkatkan investasi untuk bersaing dengan klub-klub elite Eropa.[2]

Pengalaman di Prancis berlangsung bersamaan dengan kelahiran National Women's Soccer League di Amerika Serikat. Ketika NWSL memulai musim pertamanya pada 2013, hak bermain Heath dialokasikan kepada Portland Thorns FC.[2]

Portland Thorns FC

Portland Thorns menjadi klub yang paling lama dibela Heath sepanjang karier profesionalnya. Ia terikat dengan klub sejak musim perdana NWSL pada 2013 dan menghabiskan tujuh musim kompetitif bersama Portland hingga 2019, meskipun pada beberapa periode terganggu tugas internasional dan cedera.[2]

Heath tidak dapat mengikuti bagian awal musim NWSL 2013 karena masih bermain di Prancis. Setelah bergabung dengan Portland, ia segera menjadi bagian penting lini serang klub menjelang fase akhir musim dan playoff.[2]

Portland mencapai final NWSL 2013 dan menghadapi Western New York Flash. Heath mencetak gol melalui tendangan bebas yang membawa Thorns unggul dalam pertandingan tersebut.[14]

Portland memenangkan final tersebut dan menjadi juara edisi perdana NWSL. Heath dipilih sebagai Most Valuable Player pertandingan Championship, menjadikannya salah satu pemain yang langsung meninggalkan jejak pada musim pertama liga.[14]

Heath kembali bermain untuk PSG pada bagian tertentu dari musim 2013–14 sebelum akhirnya kembali menetap bersama Portland. Setelah pengalaman tersebut, Thorns menjadi pusat karier klubnya selama beberapa tahun berikutnya.[2]

Pada 2014 dan 2015, Heath terus menjadi bagian penting Portland, meskipun jumlah pertandingan yang dapat dimainkannya juga dipengaruhi oleh tugas tim nasional. Piala Dunia 2015, misalnya, mengambil sebagian besar kalender kompetisi klub bagi pemain-pemain internasional Amerika Serikat.[1]

Musim 2016 menjadi salah satu musim individu terbaik Heath di NWSL. Ia menghasilkan sepuluh assist dalam musim reguler, angka yang menjadi rekor liga untuk jumlah assist terbanyak dalam satu musim.[15]

Kontribusi tersebut membantu Portland mengakhiri musim reguler dengan rekor 12 kemenangan, tiga kekalahan, dan lima hasil imbang untuk memperoleh 41 poin serta memenangkan NWSL Shield pertama dalam sejarah klub.[15]

Heath terpilih ke NWSL Best XI 2016. Sepuluh assistnya kemudian bertahan sebagai rekor tunggal liga selama bertahun-tahun sebelum disamai oleh Croix Bethune pada 2024.[16][17]

Portland memasuki playoff 2016 sebagai unggulan pertama tetapi kalah dari Western New York Flash dalam semifinal. Meskipun gagal memperoleh Championship, musim tersebut tetap menjadi salah satu musim reguler terbaik klub dan Heath secara individu.[15]

Musim 2017 berlangsung sangat berbeda bagi Heath. Cedera punggung membuatnya melewatkan hampir seluruh musim reguler dan baru kembali ke daftar aktif Portland pada akhir Agustus.[18]

Ia membuat debut musim 2017 menjelang akhir September dan kemudian mendapatkan kesempatan menjadi starter pada semifinal playoff melawan Orlando Pride. Portland menang 4–1 dan lolos ke final.[19]

Pada final NWSL 2017, Portland menghadapi North Carolina Courage. Thorns memenangkan pertandingan 1–0 dan Heath memperoleh gelar NWSL Championship keduanya.[2][20]

Heath mengalami cedera pergelangan kaki dalam pertandingan final tersebut. Cedera itu membuatnya tidak dapat mengikuti pertandingan tim nasional Amerika Serikat melawan Korea Selatan setelah musim klub berakhir.[20]

Pada 2018, Heath kembali menikmati musim yang produktif. Ia tampil dalam 17 pertandingan musim reguler dan menghasilkan tujuh gol serta tujuh assist.[21]

NWSL mencatat Heath menciptakan 28 peluang dan menyelesaikan musim dengan tujuh assist, jumlah yang berada di antara yang tertinggi di liga. Performa tersebut menghasilkan pemilihan ke NWSL Best XI untuk kedua kalinya.[21]

Portland kembali mencapai NWSL Championship 2018, tetapi kali ini menghadapi North Carolina Courage yang menjalani musim dominan. Courage menang 3–0 sehingga Thorns gagal mempertahankan gelar.[21]

Pada 2019, Heath tetap menjadi pemain penting Portland sambil menjalankan tugas internasional pada Piala Dunia. Ia tampil dalam 13 pertandingan musim reguler dan mencetak tiga gol.[22]

Selain tiga gol, Heath menghasilkan banyak peluang melalui sayap dan mencatat 38 umpan kunci menurut statistik liga. Ia kembali mendapat tempat di NWSL Best XI, sehingga penghargaan 2019 menjadi pemilihan Best XI ketiganya setelah 2016 dan 2018.[22]

Musim 2019 akhirnya menjadi musim terakhir Heath bermain dalam pertandingan kompetitif bersama Portland. Pandemi COVID-19 kemudian mengubah kalender sepak bola pada 2020, dan Heath memilih melanjutkan karier di Inggris.[1]

Dalam keseluruhan masa di Portland, Heath membuat 70 penampilan musim reguler NWSL dan mencetak 12 gol. Ia memenangkan dua NWSL Championship, satu NWSL Shield, menjadi Championship MVP 2013, dan tiga kali terpilih ke Best XI.[2]

Hubungannya dengan Portland tetap bertahan setelah karier bermain berakhir. Kota tersebut menjadi salah satu tempat yang paling erat dikaitkan dengan perjalanan klub Heath karena sebagian besar tahun terbaiknya di sepak bola profesional domestik berlangsung bersama Thorns.[2]

Manchester United

Pada September 2020, Heath pindah ke Inggris dan menandatangani kontrak dengan Manchester United untuk musim Women's Super League 2020–21. Kepindahannya menjadi salah satu transfer penting klub setelah United baru beberapa tahun sebelumnya membentuk kembali tim wanita seniornya.[23]

Heath bergabung pada periode yang sama dengan rekan tim nasionalnya Christen Press. Kedatangan dua juara Piala Dunia tersebut meningkatkan pengalaman internasional dalam skuad yang dilatih Casey Stoney.[23]

Heath membuat dampak cepat ketika mulai bermain. Dalam debut liganya sebagai pemain pengganti melawan Brighton & Hove Albion, ia memberikan assist sebelum kemudian mencetak gol pertamanya untuk Manchester United saat menghadapi West Ham United.[5]

Salah satu gol paling dikenal dari periode Manchester United terjadi dalam derby melawan Manchester City pada November 2020. Heath mencetak gol dari luar kotak penalti ketika United bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk bermain imbang 2–2.[5]

Penampilan pada fase awal musim membuat Heath mendapat penghargaan FA Women's Super League Player of the Month untuk November. Pada akhir 2020, ia juga dipilih ke FIFA FIFPro Women's World11 berdasarkan pemungutan suara pemain profesional.[5]

Heath mencetak empat gol dan dua assist dalam delapan penampilan liga untuk Manchester United. Statistik tersebut menunjukkan produktivitasnya meskipun jumlah penampilan akhirnya jauh lebih sedikit daripada satu musim penuh.[3]

Pada awal 2021, cedera membuat Heath harus menepi. Ia menjadi salah satu pemain yang dikategorikan sebagai absen jangka panjang oleh Manchester United dan tidak dapat kembali sebelum musim liga berakhir.[24]

Manchester United menutup musim 2020–21 di posisi keempat WSL. Heath kemudian meninggalkan klub setelah kontraknya berakhir dan mencari kesempatan tetap bermain di Inggris setelah Olimpiade Tokyo.[3]

Arsenal

Pada September 2021, Heath bergabung dengan Arsenal. Klub London tersebut merupakan tim yang pernah ia sebut memiliki arti khusus baginya sejak masa muda, dan kepindahan itu memberinya kesempatan melanjutkan karier di Women's Super League.[3]

Heath bergabung dengan skuad yang dilatih Jonas Eidevall dan menghadapi persaingan ketat untuk posisi menyerang. Arsenal memiliki pemain seperti Vivianne Miedema, Beth Mead, Caitlin Foord, Nikita Parris, dan Mana Iwabuchi dalam pilihan ofensif mereka.[25]

Dalam salah satu pertandingan awalnya, Heath menjadi starter ketika Arsenal mengalahkan Tottenham Hotspur 5–1 di Women's FA Cup. Ia terlibat dalam proses terciptanya gol dan memberi dimensi kreatif dari sisi lapangan.[25]

Heath mencetak dua gol dalam sembilan penampilan liga untuk Arsenal. Salah satu momen paling pentingnya terjadi saat menghadapi Manchester City ketika ia mencetak gol penyama kedudukan pada menit-menit akhir pertandingan.[3][26]

Selain sembilan penampilan liga dan dua gol, Heath memberikan satu assist selama periode bersama Arsenal. Tim menyelesaikan musim 2021–22 sebagai runner-up Women's Super League.[3]

Masalah cedera kembali membatasi keterlibatannya menjelang akhir musim. Heath dan Arsenal kemudian mengakhiri kerja sama sebelum musim selesai sehingga ia dapat memusatkan perhatian pada pemulihan di Amerika Serikat.[3]

OL Reign

Pada Juni 2022, OL Reign memperoleh hak NWSL Heath dari Racing Louisville FC. Klub kemudian menandatangani kontrak dengannya untuk sisa musim 2022 dengan opsi untuk musim berikutnya.[3]

Kepindahan tersebut mempertemukan Heath dengan pelatih Laura Harvey dan sejumlah pemain tim nasional berpengalaman, termasuk Megan Rapinoe dan Rose Lavelle. Reign berharap kemampuan Heath dalam menciptakan peluang dapat menambah variasi lini serang menjelang paruh kedua musim.[3]

Heath melakukan penampilan NWSL pertamanya sejak 2019 ketika Reign menghadapi Kansas City Current pada Juli 2022. Kembalinya tersebut menandai hampir tiga tahun sejak pertandingan musim reguler NWSL terakhirnya.[27]

Pada 30 Juli, dalam pertandingan tandang melawan Angel City FC, Heath masuk sebagai pemain pengganti dan mencetak gol kemenangan pada menit ke-89. Reign membalikkan ketertinggalan 0–2 menjadi kemenangan 3–2.[28]

Gol tersebut merupakan gol musim reguler NWSL pertama Heath sejak April 2019. Ia mencetaknya hanya beberapa menit setelah memasuki lapangan dan membantu Reign memperoleh kemenangan tandang pertama mereka pada musim itu.[28]

Namun, kembalinya Heath kembali terganggu masalah fisik. Pada September 2022, Reign mengumumkan bahwa ia telah menjalani operasi lutut kiri dan ditempatkan dalam daftar cedera sampai akhir musim.[29]

Heath mengakhiri musim dengan lima penampilan dan satu gol untuk Reign. Pertandingan-pertandingan tersebut ternyata menjadi pertandingan profesional terakhir dalam kariernya.[1][29]

Pemulihan lutut membutuhkan waktu lebih panjang daripada perkiraan awal. Heath tidak kembali bermain pada musim-musim berikutnya dan kemudian menjelaskan bahwa proses menerima kenyataan bahwa cedera tersebut mengakhiri kariernya membutuhkan waktu beberapa tahun.[1]

Karier internasional

Tim nasional usia muda

Sebelum mencapai tingkat senior, Heath melewati beberapa kelompok usia dalam sistem tim nasional Amerika Serikat. Ia bermain untuk tim U-16 dari 2002 hingga 2004, kemudian tim U-17, dan menjadi pemain U-20 pada pertengahan dekade 2000-an.[6]

Pada 2006, Heath menjadi anggota tim Amerika Serikat pada Kejuaraan Dunia Wanita U-20 FIFA di Rusia. Keterlibatan tersebut membuatnya melewatkan lima pertandingan pertama musim perguruan tinggi pertamanya bersama North Carolina.[6]

Pada musim panas 2007, Heath bermain dalam tim Amerika Serikat yang mengikuti Pan American Games di Brasil. Tim tersebut memperoleh medali perak, sementara Heath semakin dekat dengan transisi menuju tim nasional senior.[6]

Ia juga berlatih bersama tim senior pada 2007 ketika Amerika Serikat melakukan persiapan untuk Piala Dunia, meskipun belum memperoleh penampilan resmi. Pengalaman tersebut menjadi tahap terakhir sebelum debutnya pada awal tahun berikutnya.[6]

Debut senior dan Olimpiade Beijing 2008

Heath melakukan debut bersama tim nasional senior Amerika Serikat pada Januari 2008. Ia masih berusia 19 tahun dan masih menjadi mahasiswa North Carolina ketika mulai menerima penampilan internasional secara reguler.[1]

Gol internasional pertamanya tercipta pada 5 Maret 2008 dalam Algarve Cup melawan Tiongkok. Heath masuk setelah jeda dan mencetak gol tidak lama kemudian untuk memperbesar keunggulan Amerika Serikat.[12]

Pada tahun yang sama Heath dipilih ke skuad Olimpiade Musim Panas 2008 di Beijing. Dalam usia 20 tahun ia menjadi anggota termuda tim Amerika Serikat dan salah satu dari hanya beberapa pemain perguruan tinggi aktif dalam skuad.[6]

Amerika Serikat mencapai pertandingan final dan menghadapi Brasil. Tim memenangkan pertandingan 1–0 setelah perpanjangan waktu melalui gol Carli Lloyd, sehingga Heath memperoleh medali emas Olimpiade dalam tahun pertamanya sebagai pemain internasional senior.[11]

Keberhasilan di Beijing terjadi sebelum Heath menyelesaikan karier perguruan tingginya. Setelah Olimpiade ia kembali ke North Carolina dan pada tahun yang sama membantu Tar Heels memenangkan NCAA Championship 2008.[6]

Pada 2009, Heath terus terlibat bersama tim nasional sembari menjalani musim senior perguruan tinggi. U.S. Soccer kemudian menobatkannya sebagai Young Female Player of the Year 2009.[4]

Piala Dunia Wanita FIFA 2011

Heath masuk dalam skuad Amerika Serikat untuk Piala Dunia Wanita FIFA 2011 di Jerman. Turnamen tersebut menjadi Piala Dunia senior pertamanya.[2]

Ia lebih banyak berperan sebagai pemain pengganti dan tampil dalam empat pertandingan. Amerika Serikat mencapai final setelah mengalahkan Brasil pada perempat final dan Prancis pada semifinal.[30]

Pada final melawan Jepang, Heath masuk pada menit ke-114 menggantikan Megan Rapinoe. Jepang menyamakan kedudukan menjadi 2–2 sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.[30]

Heath menjadi salah satu eksekutor Amerika Serikat dalam adu penalti. Tendangannya dihentikan Ayumi Kaihori dan Jepang akhirnya memenangkan adu penalti 3–1.[30]

Kekalahan tersebut menjadi salah satu pengalaman internasional penting dalam perkembangan Heath. Empat tahun kemudian, Amerika Serikat kembali bertemu Jepang pada final Piala Dunia dengan hasil yang berbeda.[30]

Olimpiade London 2012

Heath kembali menjadi anggota skuad Olimpiade Amerika Serikat pada Olimpiade Musim Panas 2012 di London. Berbeda dengan Beijing ketika ia merupakan salah satu pemain termuda, pada 2012 ia sudah menjadi bagian yang lebih mapan dalam rotasi tim.[11]

Ia bermain dalam seluruh enam pertandingan turnamen. Heath juga menghasilkan tiga assist selama perjalanan Amerika Serikat menuju medali emas.[12]

Assist pertamanya terjadi dalam pertandingan fase grup melawan Prancis ketika ia membantu Alex Morgan mencetak gol dalam kemenangan 4–2. Ia kemudian memberikan assist untuk Abby Wambach dalam kemenangan 3–0 atas Kolombia.[12]

Pada perempat final menghadapi Selandia Baru, umpan panjang Heath membantu Sydney Leroux mencetak gol kedua Amerika Serikat dalam kemenangan 2–0. Assist tersebut merupakan assist ketiganya pada turnamen.[12]

Amerika Serikat kemudian mengalahkan Kanada 4–3 melalui perpanjangan waktu pada semifinal dan menghadapi Jepang dalam pertandingan final di Wembley. Dua gol Carli Lloyd menghasilkan kemenangan 2–1 dan medali emas kedua berturut-turut bagi Heath.[11]

Dengan kemenangan London, Heath telah memperoleh dua emas Olimpiade sebelum berusia 25 tahun. Pencapaian tersebut kemudian dilengkapi dengan gelar Piala Dunia yang selama beberapa tahun masih belum berhasil diraih generasi tersebut.[2]

Menuju Piala Dunia 2015

Pada periode 2013–2014, Heath terus menjadi bagian tim nasional meskipun aktivitasnya dipengaruhi karier klub di Prancis dan NWSL. Amerika Serikat mengalami pergantian pelatih dan perubahan susunan pemain menjelang siklus Piala Dunia berikutnya.[31]

Heath membantu Amerika Serikat menjuarai CONCACAF Women's Championship 2014 dan memastikan tiket menuju Piala Dunia di Kanada. Ia semakin sering digunakan sebagai pemain sayap yang memberi lebar serangan dan kemampuan menggiring bola dalam situasi satu lawan satu.[2]

Pada awal 2015, Heath tampil dalam sejumlah pertandingan persiapan dan masuk skuad final Piala Dunia. Turnamen di Kanada menjadi kesempatan kedua setelah kekalahan menyakitkan pada final 2011.[30]

Piala Dunia Wanita FIFA 2015

Heath tampil dalam enam pertandingan selama Piala Dunia Wanita FIFA 2015 dan menjadi starter dalam lima di antaranya. Ia merupakan salah satu anggota lini serang yang membantu Amerika Serikat mencapai final untuk kedua kalinya berturut-turut.[30]

Amerika Serikat menjalani fase gugur dengan mengalahkan Kolombia, Tiongkok, dan Jerman. Pertahanan tim juga menjalani rangkaian panjang tanpa kebobolan menjelang pertandingan final.[30]

Final pada 5 Juli 2015 kembali mempertemukan Amerika Serikat dan Jepang. Amerika Serikat memulai pertandingan dengan sangat cepat dan Carli Lloyd mencetak hat-trick dalam 16 menit pertama, sementara Lauren Holiday juga menambah satu gol.[30]

Setelah Jepang memperkecil ketertinggalan, Amerika Serikat mendapat tendangan sudut pada babak kedua. Bola akhirnya diarahkan Morgan Brian kepada Heath, yang menyelesaikan peluang menjadi gol kelima Amerika Serikat.[30]

Gol tersebut menjadi gol pertama Heath di Piala Dunia dan memastikan skor akhir 5–2. Amerika Serikat memenangkan gelar dunia ketiganya, sedangkan Heath memperoleh gelar Piala Dunia senior pertamanya.[1]

Bertahun-tahun kemudian Heath menyebut gol pada final tersebut sebagai salah satu momen terpenting dalam kariernya. Gol itu juga menjadi simbol perbedaan antara pengalaman kekalahan pada final 2011 dan keberhasilan tim empat tahun kemudian.[30]

2016: musim individual terbaik bersama tim nasional

Tahun 2016 menjadi salah satu musim terbaik Heath secara individual bersama Amerika Serikat. Ia tampil dalam 22 pertandingan, menjadi starter sebanyak 20 kali, serta mencetak enam gol dan menghasilkan delapan assist.[32]

Heath membantu Amerika Serikat memenangkan turnamen kualifikasi Olimpiade CONCACAF 2016. Ia mencetak gol dalam pertandingan menghadapi Trinidad dan Tobago serta Kanada selama periode tersebut.[12]

Amerika Serikat juga memenangkan edisi perdana SheBelieves Cup pada 2016 dengan menghadapi Inggris, Prancis, dan Jerman. Heath tetap menjadi salah satu pilihan utama di sisi kanan maupun kiri serangan.[31]

Pada Olimpiade Rio 2016, Heath membuat dua assist. Namun Amerika Serikat tersingkir di perempat final setelah pertandingan melawan Swedia berakhir imbang dan ditentukan melalui adu penalti.[12]

Hasil tersebut merupakan pertama kalinya Amerika Serikat gagal mencapai semifinal dalam sejarah turnamen sepak bola wanita Olimpiade. Meski begitu, performa individual Heath sepanjang tahun mendapat pengakuan nasional.[12]

Pada Desember 2016, Heath dinobatkan sebagai U.S. Soccer Female Player of the Year. Ia memperoleh sekitar 40 persen suara dan mengungguli Crystal Dunn yang berada di posisi kedua.[33]

Penghargaan tersebut membuat Heath menjadi salah satu pemain yang pernah memenangkan penghargaan pemain muda dan pemain senior terbaik U.S. Soccer. Ia sebelumnya dinobatkan sebagai Young Female Player of the Year pada 2009.[4]

Cedera dan kembali pada 2018

Cedera punggung dan pergelangan kaki yang dialami pada 2017 membuat Heath kehilangan sebagian besar aktivitas bersama klub dan tim nasional. Ia tidak bermain untuk Amerika Serikat selama berbulan-bulan setelah September 2017.[18][20]

Heath kembali ke skuad tim nasional pada 2018 setelah memulihkan kebugarannya. Panggilan untuk pertandingan melawan Tiongkok pada pertengahan tahun menjadi salah satu langkah penting dalam kembalinya ia ke kompetisi internasional.[34]

Dalam pertandingan kedua melawan Tiongkok pada Juni, Heath mencetak gol kemenangan untuk membawa Amerika Serikat menang 2–1. Gol itu menjadi tanda kembalinya produktivitas setelah periode panjang cedera.[35]

Pada CONCACAF Women's Championship 2018, Heath menjadi pemain penting dalam perjalanan Amerika Serikat menuju gelar regional dan kualifikasi Piala Dunia 2019. Ia mencetak gol pada beberapa pertandingan, termasuk dua gol melawan Jamaika.[36]

Dalam final kualifikasi melawan Kanada, Heath memasuki pertandingan dengan 25 gol internasional dari 142 penampilan. Amerika Serikat kemudian memenangkan pertandingan dan menutup turnamen sebagai juara.[37]

Piala Dunia Wanita FIFA 2019

Menjelang Piala Dunia Wanita FIFA 2019, Heath kembali menjadi salah satu pemain sayap utama Amerika Serikat. Pada Mei 2019 ia sudah mengumpulkan 147 penampilan internasional dan 28 gol.[38]

Heath menjadi starter pada sebagian besar pertandingan penting Amerika Serikat di Prancis. Ia bermain dalam fase grup melawan Thailand dan Swedia serta tampil pada seluruh pertandingan fase gugur.[39]

Pada babak 16 besar melawan Spanyol dan perempat final melawan Prancis, Heath beroperasi di sisi kanan serangan bersama Alex Morgan dan Megan Rapinoe. Amerika Serikat memenangkan kedua pertandingan dengan skor 2–1.[39]

Dalam semifinal melawan Inggris, Heath kembali menjadi starter ketika Amerika Serikat menang 2–1 melalui gol Christen Press dan Alex Morgan. Ia bermain sampai menit ke-80 sebelum digantikan Carli Lloyd.[39]

Pada final di Lyon melawan Belanda, Heath kembali berada dalam sebelas pemain pertama. Amerika Serikat menang 2–0 melalui penalti Megan Rapinoe dan gol Rose Lavelle.[39]

Kemenangan tersebut memberi Heath gelar Piala Dunia kedua secara berturut-turut. Ia menjadi bagian dari kelompok pemain Amerika Serikat yang tampil dalam tiga final Piala Dunia beruntun pada 2011, 2015, dan 2019.[2]

Tahun 2019 juga menjadi salah satu musim ketika Heath memadukan performa kuat di tingkat internasional dan klub. Selain menjuarai Piala Dunia, ia terpilih ke NWSL Best XI setelah musim bersama Portland Thorns.[22]

2020 dan FIFA FIFPro World11

Pada awal 2020, Heath membantu Amerika Serikat memenangkan CONCACAF Women's Olympic Qualifying Championship dan memastikan tempat pada Olimpiade Tokyo. Turnamen Olimpiade kemudian ditunda satu tahun akibat pandemi COVID-19.[2]

Amerika Serikat juga memenangkan SheBelieves Cup 2020 sebelum sebagian besar kalender internasional dihentikan akibat pandemi. Heath tetap menjadi salah satu pemain senior utama dalam skuad.[5]

Pada akhir 2020, Heath dipilih ke FIFA FIFPro Women's World11. Tim tersebut ditentukan melalui pemungutan suara ribuan pemain sepak bola profesional dan menempatkan Heath bersama sejumlah pemain terbaik dunia pada tahun tersebut.[5]

Penghargaan itu datang ketika Heath sedang bermain untuk Manchester United dan telah menghasilkan beberapa penampilan kuat pada awal musim Women's Super League.[5]

Olimpiade Tokyo 2020

Setelah pulih dari cedera yang membatasi musim Manchester United, Heath kembali bersama Amerika Serikat menjelang Olimpiade Tokyo yang digelar pada 2021. Turnamen tersebut menjadi Olimpiade keempat dalam kariernya setelah Beijing, London, dan Rio.[11]

Amerika Serikat memulai turnamen dengan kekalahan dari Swedia tetapi akhirnya lolos dari fase grup. Tim kemudian menyingkirkan Belanda melalui adu penalti pada perempat final.[11]

Perjalanan menuju emas berakhir pada semifinal ketika Amerika Serikat kalah dari Kanada. Tim kemudian menghadapi Australia pada pertandingan perebutan tempat ketiga dan memenangkan pertandingan tersebut.[11]

Medali perunggu Tokyo menjadi medali Olimpiade ketiga Heath setelah emas Beijing dan London. Dengan empat partisipasi Olimpiade, ia termasuk dalam kelompok pemain Amerika Serikat yang memiliki pengalaman sangat panjang pada turnamen tersebut.[2][11]

Pertandingan internasional terakhir

Setelah Olimpiade, Heath tetap menerima beberapa penampilan pada rangkaian pertandingan persahabatan Amerika Serikat. Pertandingan terakhirnya berlangsung pada 26 Oktober 2021 melawan Korea Selatan.[1]

Heath masuk sebagai pemain pengganti dan bermain selama 19 menit dalam kemenangan 6–0 Amerika Serikat. Dalam penampilan terakhir tersebut ia memberi assist kepada Lynn Williams untuk gol terakhir pertandingan.[12]

Assist itu menjadi assist ke-42 dalam karier internasionalnya. Heath menutup karier tim nasional dengan 181 penampilan, 36 gol, dan 42 assist.[1]

Jumlah 181 penampilan menempatkannya di antara pemain dengan jumlah pertandingan terbanyak dalam sejarah tim nasional wanita Amerika Serikat. Ia juga termasuk kelompok terbatas pemain yang menggabungkan lebih dari 50 gol dan assist selama karier internasional.[1]

Secara keseluruhan, Heath tampil dalam tiga Piala Dunia dan empat Olimpiade. National Soccer Hall of Fame mencatat ia memainkan 16 pertandingan Piala Dunia, delapan pertandingan kualifikasi Piala Dunia, dan 18 pertandingan Olimpiade.[2]

Gaya bermain

Heath dikenal terutama sebagai pemain sayap yang mengandalkan teknik, kontrol bola, perubahan arah, serta keberanian menghadapi lawan secara langsung. U.S. Soccer menggambarkannya sebagai salah satu pemain paling terampil secara teknis yang pernah membela tim nasional Amerika Serikat.[1]

Salah satu ciri permainan Heath adalah penggunaan nutmeg, yakni melewatkan bola di antara kedua kaki lawan. Kemampuan tersebut bukan sekadar bagian hiburan, tetapi sering digunakan untuk menciptakan ruang dalam situasi satu lawan satu di area sayap.[31]

Heath memiliki kaki kiri dominan, tetapi mampu bergerak dari kedua sisi lapangan. Ketika bermain di kanan, ia dapat bergerak ke dalam untuk mengirim umpan atau melakukan tembakan, sementara di sisi kiri ia mampu menggunakan kecepatan dan perubahan arah untuk melewati bek.[1]

Pengalaman sebagai gelandang di North Carolina juga membentuk kemampuannya sebagai kreator. Ia bukan hanya pencetak gol, melainkan pemain yang sering berperan dalam tahap sebelum peluang akhir melalui umpan, dribel, dan pergerakan tanpa bola.[6]

Hal tersebut terlihat pada musim NWSL 2016 ketika Heath menghasilkan sepuluh assist bersama Portland Thorns. Catatan itu menjadi standar tertinggi liga selama bertahun-tahun dan menggambarkan kemampuannya menciptakan peluang bagi rekan setim.[15][17]

Heath juga menunjukkan kemampuan melalui situasi bola mati. Golnya pada final NWSL 2013 berasal dari tendangan bebas dan memainkan peran penting dalam gelar pertama Portland Thorns.[2]

Di tim nasional, Heath beberapa kali dimainkan sebagai gelandang tetapi kemudian lebih banyak digunakan sebagai penyerang sayap. Posisi tersebut memberinya kebebasan lebih besar untuk berhadapan dengan bek luar lawan.[31]

Kemampuannya mempertahankan bola di area sempit juga membuat Heath efektif ketika Amerika Serikat menghadapi pertahanan yang bertahan rendah. Kombinasi teknik individual dan kemampuan membaca pergerakan rekan sering digunakan untuk membuka ruang dari sisi lapangan.[1]

Cedera dan akhir karier

Cedera menjadi bagian berulang dari perjalanan Heath sejak awal karier profesional. Ia mengalami cedera pergelangan kaki pada periode Atlanta Beat, masalah punggung ketika membela Portland pada 2017, serta beberapa cedera lain yang membatasi penampilannya di Inggris.[18][1]

Cedera punggung 2017 membuat Heath melewatkan hampir seluruh musim reguler NWSL. Ia baru kembali menjelang playoff dan kemudian membantu Portland memenangkan Championship sebelum mengalami masalah pergelangan kaki pada pertandingan final.[18][20]

Ketika bermain untuk Manchester United, cedera kembali membuatnya absen pada bagian akhir musim 2020–21. Klub menyebut Heath sebagai salah satu pemain yang mengalami cedera jangka panjang menjelang akhir musim.[24]

Masalah fisik kembali muncul ketika ia memperkuat OL Reign pada 2022. Pada September tahun tersebut, Heath menjalani operasi pada lutut kiri dan ditempatkan dalam daftar cedera sampai akhir musim.[29]

Pada saat itu klub memperkirakan proses pemulihan akan berlangsung sedikit lebih lama daripada sisa musim 2022. Namun, Heath tidak pernah kembali memainkan pertandingan profesional setelah operasi tersebut.[29][1]

Selama beberapa tahun berikutnya, Heath tetap menjalani proses rehabilitasi dan mencoba memahami kemungkinan untuk kembali bermain. Menurut U.S. Soccer, ia baru mencapai penerimaan bahwa kariernya telah berakhir pada awal 2025.[1]

Pada 10 Juli 2025, Heath secara resmi mengumumkan pensiun dari sepak bola profesional pada usia 37 tahun. Pengumuman tersebut mengakhiri karier senior yang berlangsung sekitar 17 tahun sejak debut internasionalnya pada 2008.[1]

Meskipun pertandingan terakhirnya berlangsung pada 2022, pengumuman pensiun baru dilakukan tiga tahun kemudian karena Heath membutuhkan waktu untuk menyelesaikan proses rehabilitasi sekaligus menerima bahwa kondisi lututnya tidak memungkinkan kelanjutan karier bermain seperti sebelumnya.[1]

National Soccer Hall of Fame

Tidak lama setelah memenuhi syarat sebagai kandidat, Heath terpilih menjadi anggota National Soccer Hall of Fame kelas 2026. Ia terpilih melalui Player Ballot pada tahun pertama kelayakannya.[2]

Heath menjadi bagian dari kelas 2026 bersama sejumlah tokoh sepak bola Amerika Serikat lainnya, termasuk mantan rekan tim nasional dan North Carolina Heather O'Reilly.[40]

Penghargaan Hall of Fame mempertimbangkan keseluruhan karier Heath: 181 penampilan internasional, dua gelar Piala Dunia, tiga medali Olimpiade, dua NWSL Championship bersama Portland, serta berbagai penghargaan individual.[2]

Dalam profil Hall of Fame, Heath juga dikenang atas gol tendangan bebasnya pada final NWSL 2013, tiga pemilihan Best XI NWSL, dan penghargaan U.S. Soccer Female Player of the Year 2016.[2]

Pada Mei 2026, Heath secara resmi mengikuti rangkaian pelantikan National Soccer Hall of Fame. Salah satu momen karier yang kembali disorot dalam rangkaian tersebut adalah golnya pada final Piala Dunia 2015.[41]

Kegiatan di luar lapangan

Pada 2019, Heath ikut mendirikan perusahaan yang kemudian dikenal sebagai RE—INC bersama Christen Press, Megan Rapinoe, dan Meghan Klingenberg. Organisasi tersebut dikembangkan di persimpangan olahraga, budaya, desain, dan isu kesetaraan.[42]

RE—INC kemudian berkembang menjadi merek media olahraga dan komunitas. Heath saat ini dicantumkan sebagai salah satu pendiri dan co-CEO bersama Christen Press.[42]

Perusahaan tersebut memproduksi konten mengenai olahraga wanita sekaligus mengembangkan produk dan kegiatan komunitas. RE—INC menyatakan misinya berpusat pada penggunaan olahraga sebagai sarana untuk membangun budaya yang lebih inklusif.[42]

Heath juga mempunyai ketertarikan pada seni dan desain. Unsur kreatif tersebut menjadi salah satu bagian dari kegiatan RE—INC dan beberapa proyek yang ia kerjakan setelah aktivitas sepak bolanya berkurang akibat cedera.[42]

Bersama Christen Press, Heath menjadi pembawa acara The RE—CAP Show. Podcast tersebut pertama kali mendapat perhatian besar selama Piala Dunia Wanita 2023 dan membahas sepak bola wanita dari perspektif mantan pemain elite.[43]

Program tersebut menggabungkan analisis pertandingan dengan pengalaman pribadi dari karier internasional kedua pembawa acaranya. The RE—CAP Show kemudian memenangkan penghargaan Best Equality and Social Impact Podcast dalam Sports Podcast Awards 2024.[43]

Setelah pensiun, media dan kegiatan kreatif menjadi salah satu cara Heath tetap terhubung dengan sepak bola wanita. Perannya berubah dari pemain di lapangan menjadi pengamat, pengusaha, pembawa acara, dan figur yang tetap terlibat dalam perkembangan budaya olahraga wanita.[42][43]

Dalam budaya populer

Heath termasuk pemain tim nasional wanita Amerika Serikat yang masuk dalam seri permainan video FIFA ketika EA Sports untuk pertama kalinya memperkenalkan tim nasional wanita dalam FIFA 16. Kehadiran tersebut merupakan bagian dari peningkatan representasi sepak bola wanita dalam permainan olahraga arus utama.[31]

Gaya bermain Heath juga membuatnya memiliki basis penggemar yang besar. Teknik menggiring bola, kreativitas, serta kecenderungan mencoba gerakan tidak terduga membuatnya sering dikenal tidak hanya melalui jumlah gol dan assist, tetapi juga melalui cara ia memainkan pertandingan.[1]

U.S. Soccer dalam pengumuman pensiunnya menggambarkan permainan Heath sebagai kombinasi keterampilan teknik, improvisasi, dan kegembiraan ketika menguasai bola. Karakter tersebut menjadi bagian yang menonjol dari reputasinya sepanjang karier.[1]

Statistik karier

Klub

Klub Periode Penampilan liga Gol liga
New Jersey Wildcats 2004–2006 7 1
Hudson Valley Quickstrike Lady Blues 2007 5 5
Pali Blues 2009 6 1
Atlanta Beat 2010 3 0
Sky Blue FC 2011 12 0
New York Fury 2012 1 0
Paris Saint-Germain 2013–2014 15 4
Portland Thorns FC 2013–2020 70 12
Manchester United 2020–2021 8 4
Arsenal 2021–2022 9 2
OL Reign 2022 5 1
Total 141 30

Statistik di atas merupakan pertandingan liga dan tidak memasukkan seluruh penampilan playoff, piala domestik, maupun kompetisi kontinental. Sebagian besar karier profesional Heath berlangsung bersama Portland Thorns dengan 70 pertandingan musim reguler NWSL.[2][3]

North Carolina

Musim Penampilan Gol
2006 23 4
2007 23 2
2008 26 8
2009 21 5
Total 93 19

Heath membantu North Carolina memenangkan tiga NCAA Championship selama empat tahun dan juga meraih empat gelar ACC. Pada musim seniornya ia terpilih ke First-Team All-America dan menjadi finalis Honda Sports Award.[2][9][8]

Tim nasional

Tim Periode Penampilan Gol Assist
Amerika Serikat 2008–2021 181 36 42

Heath menutup karier internasional dengan 181 penampilan, 36 gol, dan 42 assist. Ia berada dalam 20 besar sejarah tim nasional Amerika Serikat dalam jumlah penampilan dan gol ketika mengumumkan pensiun.[1]

Turnamen internasional utama

Tahun Turnamen Hasil Keterangan
2008 Olimpiade Beijing  Emas Emas Olimpiade pertama; anggota termuda tim Amerika Serikat
2011 Piala Dunia Wanita FIFA 2011  Perak Runner-up Tampil dalam empat pertandingan
2012 Olimpiade London  Emas Emas Tiga assist
2015 Piala Dunia Wanita FIFA 2015  Emas Juara Mencetak gol pada final
2016 Olimpiade Rio Perempat final Dua assist
2019 Piala Dunia Wanita FIFA 2019  Emas Juara Starter dalam final
2021 Olimpiade Tokyo  Perunggu Perunggu Olimpiade keempat

Dalam tujuh turnamen besar di atas, Heath memperoleh lima medali: dua emas Piala Dunia, satu perak Piala Dunia, dua emas Olimpiade, dan satu perunggu Olimpiade. Ia mengikuti tiga Piala Dunia serta empat Olimpiade sepanjang karier internasionalnya.[2][11]

Prestasi

North Carolina Tar Heels

  • NCAA Division I Women's Soccer Championship: 2006, 2008, 2009[2]
  • Atlantic Coast Conference: 2006, 2007, 2008, 2009[2]

Portland Thorns FC

  • NWSL Championship: 2013, 2017[2]
  • NWSL Shield: 2016[15]

Amerika Serikat

  • Piala Dunia Wanita FIFA: 2015, 2019[2]
  • Runner-up Piala Dunia Wanita FIFA: 2011[2]
  • Medali emas Olimpiade Musim Panas: 2008, 2012[11]
  • Medali perunggu Olimpiade: 2020[11]
  • CONCACAF Women's Championship: 2014, 2018[2]
  • CONCACAF Women's Olympic Qualifying Tournament: 2008, 2012, 2016, 2020[2]
  • SheBelieves Cup: 2016, 2018, 2020, 2021[31]
  • Algarve Cup: 2008, 2011, 2013, 2015[31]

Individu

  • U.S. Soccer Young Female Player of the Year: 2009[4]
  • U.S. Soccer Female Player of the Year: 2016[4]
  • NWSL Championship Most Valuable Player: 2013[14]
  • NWSL Best XI: 2016, 2018, 2019[2]
  • Pemimpin assist NWSL: 2016 — 10 assist[15]
  • FA Women's Super League Player of the Month: November 2020[5]
  • FIFA FIFPro Women's World11: 2020[5]
  • National Soccer Hall of Fame: kelas 2026[2]

Catatan dan pencapaian

Heath merupakan salah satu pemain Amerika Serikat yang memenangkan lebih dari satu Piala Dunia dan lebih dari satu medali emas Olimpiade. Ia memenangkan Piala Dunia 2015 dan 2019 serta Olimpiade 2008 dan 2012.[2]

Ia mengikuti empat Olimpiade berturut-turut dari Beijing 2008 hingga Tokyo 2020. Dari empat edisi tersebut ia memperoleh dua medali emas dan satu medali perunggu.[11]

Heath juga menjadi bagian dari tiga final Piala Dunia berturut-turut: runner-up pada 2011 dan juara pada 2015 serta 2019. Golnya pada final 2015 menjadi salah satu dari 36 gol internasional sepanjang kariernya.[30][1]

Pada level klub Amerika Serikat, Heath memenangkan NWSL Championship pertama sepanjang sejarah liga pada 2013 dan terpilih sebagai pemain terbaik final. Empat tahun kemudian ia kembali menjadi juara bersama Portland pada 2017.[14][2]

Sepuluh assist Heath pada musim NWSL 2016 menjadi rekor liga dan bertahan tanpa disamai sampai musim 2024. Pada 2026, angka sepuluh masih menjadi rekor bersama setelah disamai Croix Bethune.[17]

Heath terpilih ke NWSL Best XI dalam tiga musim berbeda, yakni 2016, 2018, dan 2019. Ketiga pemilihan tersebut berlangsung setelah ia berusia 28 tahun dan mencerminkan periode konsistensi tinggi bersama Portland.[2]

Pada 2020, rekan sesama pemain profesional memilih Heath sebagai salah satu penyerang FIFA FIFPro Women's World11. Penghargaan itu datang setelah ia meninggalkan Portland dan memulai karier bersama Manchester United.[5]

Warisan

Karier Heath berlangsung melalui beberapa era penting sepak bola wanita Amerika Serikat. Ia memulai karier profesional ketika Women's Professional Soccer masih menjadi liga utama, melewati masa tanpa liga profesional nasional yang stabil, dan kemudian menjadi salah satu figur utama pada periode awal National Women's Soccer League.[2]

Bersama Portland, Heath membantu membangun salah satu klub dengan basis pendukung terbesar dalam sepak bola wanita Amerika Utara. Gelar pada musim perdana NWSL 2013 memberi Thorns posisi penting dalam sejarah awal kompetisi.[14]

Di tingkat internasional, kariernya berlangsung bersamaan dengan periode ketika Amerika Serikat kembali memenangkan Piala Dunia setelah penantian 16 tahun. Heath menjadi bagian dari kekalahan pada final 2011 sebelum kemudian mencetak gol dalam kemenangan final 2015.[30]

Empat tahun setelah Kanada, Heath kembali menjadi pemain inti ketika Amerika Serikat mempertahankan gelar dunia di Prancis. Dua Piala Dunia tersebut menjadi bagian utama dari generasi USWNT yang menghasilkan salah satu periode kesuksesan terbesar tim.[2]

Pengaruh Heath juga berasal dari gaya bermainnya. Ketika banyak pemain dinilai terutama melalui statistik, reputasinya dibangun pula melalui kualitas teknik, keberanian melakukan dribel, dan kemampuan menciptakan situasi yang tidak mudah diprediksi oleh pemain bertahan.[1]

Kesuksesannya dalam menciptakan peluang terlihat melalui 42 assist internasional dan rekor sepuluh assist dalam satu musim NWSL. Statistik tersebut melengkapi 36 gol internasional serta kontribusi golnya dalam pertandingan besar seperti final Piala Dunia 2015 dan final NWSL 2013.[1][15]

Heath juga menjadi salah satu pemain Amerika Serikat yang menjalani bagian penting karier klub di luar negeri. Pengalamannya mencakup liga Prancis bersama Paris Saint-Germain serta Women's Super League Inggris bersama Manchester United dan Arsenal.[2]

Setelah cedera mengakhiri karier bermainnya lebih cepat daripada yang ia inginkan, Heath tetap berhubungan dengan sepak bola melalui media dan RE—INC. Perubahan tersebut membuat karier pasca-lapangannya tetap berkaitan dengan perkembangan sepak bola dan olahraga wanita.[42][43]

Pemilihannya ke National Soccer Hall of Fame pada tahun pertama kelayakan menjadi salah satu pengakuan terbesar terhadap keseluruhan kariernya. Hall of Fame menempatkan gelar internasional, prestasi NWSL, dan konsistensi Heath sebagai bagian dari salah satu era paling sukses dalam sejarah sepak bola wanita Amerika Serikat.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Subhan, Amna (10 Juli 2025). "USWNT legend Tobin Heath Announces Retirement from Professional Soccer". U.S. Soccer (dalam bahasa Inggris).
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 "Tobin Heath". National Soccer Hall of Fame (dalam bahasa Inggris).
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 "OL Reign Acquires Rights to Tobin Heath in Trade with Racing Louisville FC". Seattle Reign FC (dalam bahasa Inggris). 16 Juni 2022.
  4. 1 2 3 4 5 "Player of the Year". U.S. Soccer (dalam bahasa Inggris).
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 "United Women's Tobin Heath named in world XI". Manchester United (dalam bahasa Inggris).
  6. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 "Tobin Heath". University of North Carolina Athletics (dalam bahasa Inggris).
  7. "Tar Heels Return Championship To Chapel Hill". University of North Carolina Athletics (dalam bahasa Inggris). 3 Desember 2006.
  8. 1 2 3 "Two Tar Heels Named Finalists For Honda Award In Women's Soccer". University of North Carolina Athletics (dalam bahasa Inggris). 15 Desember 2009.
  9. 1 2 "Engen & Heath Lead Eight ACC Performers On NSCAA All-America Team". University of North Carolina Athletics (dalam bahasa Inggris). 17 Desember 2009.
  10. 1 2 3 4 5 6 7 "Tobin Heath". National Soccer Hall of Fame (dalam bahasa Inggris).
  11. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 "Tobin Heath". Team USA (dalam bahasa Inggris).
  12. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 "Tobin Heath: Five Memorable Moments". U.S. Soccer (dalam bahasa Inggris). 23 Februari 2026.
  13. "Women's football at the Olympics: will we see gold again in Paris?". Paris Saint-Germain (dalam bahasa Inggris). 25 Juli 2024.
  14. 1 2 3 4 5 "NWSL Media Kit: League Awards". National Women's Soccer League (dalam bahasa Inggris). 10 Maret 2025.
  15. 1 2 3 4 5 6 7 "History of the NWSL Shield". National Women's Soccer League (dalam bahasa Inggris).
  16. "National Women's Soccer League announces 2016 Best XI". National Women's Soccer League (dalam bahasa Inggris). 7 Oktober 2016.
  17. 1 2 3 "NWSL Pitch Notes: Week 19 Preview". National Women's Soccer League (dalam bahasa Inggris). 2026.
  18. 1 2 3 4 "Tobin Heath back on the active roster for Portland Thorns FC". National Women's Soccer League (dalam bahasa Inggris). 28 Agustus 2017.
  19. "Thorns advance to NWSL Championship with 4-1 win over Pride". National Women's Soccer League (dalam bahasa Inggris).
  20. 1 2 3 4 "Smith, Heath ruled out of upcoming USWNT friendlies". National Women's Soccer League (dalam bahasa Inggris). 16 Oktober 2017.
  21. 1 2 3 "2018 NWSL Best XI and Second XI announced". National Women's Soccer League (dalam bahasa Inggris).
  22. 1 2 3 "2019 NWSL Best XI and Second XI announced". National Women's Soccer League (dalam bahasa Inggris).
  23. 1 2 "Tobin Heath joins United Women". Manchester United (dalam bahasa Inggris). 9 September 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  24. 1 2 "WSL preview: United v Everton". Manchester United (dalam bahasa Inggris). 2021.
  25. 1 2 "Match report: Arsenal 5-1 Tottenham Hotspur". Arsenal (dalam bahasa Inggris).
  26. "Conti Cup Preview: Arsenal Women v Man City". Arsenal (dalam bahasa Inggris). 8 Februari 2023.
  27. "Season at a Glance: How OL Reign Got Here". Seattle Reign FC (dalam bahasa Inggris). 30 September 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  28. 1 2 "Match Recap: OL Reign pull off Hollywood ending against Angel City". Seattle Reign FC (dalam bahasa Inggris). 31 Juli 2022.
  29. 1 2 3 4 "Forward Tobin Heath Placed on Season-Ending Injury List". Seattle Reign FC (dalam bahasa Inggris). 16 September 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  30. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 "Carrying the Legacy Forward: Tobin Heath's USWNT Journey Comes Full Circle". U.S. Soccer (dalam bahasa Inggris). 2026.
  31. 1 2 3 4 5 6 7 "Tobin Heath". U.S. Soccer (dalam bahasa Inggris).
  32. "2016 USWNT Statistics". U.S. Soccer (dalam bahasa Inggris).
  33. "UNC Alumna Heath Named US Soccer Female Player of the Year". University of North Carolina Athletics (dalam bahasa Inggris). 14 Desember 2016.
  34. "Talented Returnees Highlight 24-Player WNT Roster for China PR Friendlies". U.S. Soccer (dalam bahasa Inggris). 2018.
  35. "Rapinoe, Heath Goals Lift WNT 2-1, USA Completes Sweep of China PR in Cleveland". U.S. Soccer (dalam bahasa Inggris). 12 Juni 2018.
  36. "Lineup Notes: USA Faces Jamaica with 2019 World Cup Berth on the Line". U.S. Soccer (dalam bahasa Inggris). 2018.
  37. "Lineup Notes: USA vs. Canada for the Concacaf Championship". U.S. Soccer (dalam bahasa Inggris). 2018.
  38. "Preview: U.S. WNT Kicks Off Send-Off Series Against South Africa". U.S. Soccer (dalam bahasa Inggris). 2019.
  39. 1 2 3 4 "2019 USWNT Lineups". U.S. Soccer (dalam bahasa Inggris).
  40. "National Soccer Hall of Fame: Meet the 2026 Class". U.S. Soccer (dalam bahasa Inggris). 1 Mei 2026.
  41. "'The Nail in the Coffin:' Tobin Heath's Top Moment of Her Hall of Fame Career". U.S. Soccer (dalam bahasa Inggris). 1 Mei 2026.
  42. 1 2 3 4 5 6 "Our Story". RE—INC (dalam bahasa Inggris).
  43. 1 2 3 4 "The RE—CAP Show". RE—INC (dalam bahasa Inggris).

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan