Selasa, 20 Oktober 2026
15:49 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
To Tora'u

To Tora'u

Bagikan:
lossy-page1-250px-Tole-flickor_fr%C3%A5n_Simpoe%2C_kl%C3%A4dda_i_basttygskl%C3%A4der._Framsida._Obs_-_SMVK_-_010724.tif.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dua perempuan to tora'u dengan pakaian khasnya dari suku bare'e

To Tora'u[1] (Wilayah To Tora'u) adalah salah satu nama wilayah dari Kerajaan Tojo yang pusat Kerajaan Tojo berada di Tojo, wilayah Kabupaten Tojo Una-una , Sulawesi Tengah.

To Tora'u bukanlah nama suatu suku tetapi hanya nama suatu wilayah yang mana wilayah To Tora'u adalah dari Bombalo sampai Uekuli.

Wilayah To Tora'u tersebut terbentuk dari suatu istilah legendaris dari Suku Bare'e[2] yang berbunyi :

" riAnertce Tora’u, Ngodjoe ri Lemo ", yang artinya : " yang jatuh tak jauh dari lemo (Tanjung Lemo) ",

Penduduk asli di Wilayah To Tora'u adalah Suku Bare'e, dan Suku Bare'e yang tinggal di wilayah To Tora'u disebut Suku Bare'e To Tora'u, Suku Bare'e To Tora'u menggunakan Bahasa Bare'e.

Sejarah

To Tora'u adalah salah satu nama Wilayah dari Tinja Pata Sulapa sebelum berdirinya Kerajaan Tojo[3] tahun 1770, yang mana Tinja Pata Sulapa atau yang arti Bare'e nya Tiang Empat Sudut (Wilayah), yang wilayahnya yaitu To Lage, To Tora'u, To Lalaeyo, dan To Rato Bongka.

Pada jaman terbentuknya bumi dan kemudian dihuni oleh manusia, tersebutlah sebuah Tanjung yang dinamakan Tanjung Lemo yang diujung Tanjung Lemo tersebut ada sebuah Tanjung yang dinamakan Tanjung Lemo di antara Bombalo sampai Uekuli, disitulah banyak penduduk Bare'e tinggal yang kemudian menamakan diri mereka Suku Bare'e To Tora'u,[4] penduduk Suku Bare'e To Tora'u ini menggunakan bahasa Bare'e.

Pada tahun 1892, Suku Bare'e To Tora'u ini sudah tertinggal. Salah satu alasan untuk memburuknya daerah To Tora'u ini karena banyaknya Penduduk Suku Bare'e berpindah ke Kepulauan Togian dan ke Wilayah Kerajaan Parigi. Di wilayah kerajaan parigi, Suku Bare'e dari wilayah To Tora’u telah mendirikan sebuah desa bernama Towinotoe tentu saja atas izin pemerintah Parigi dan Sigi dan sepengetahuan Kerajaan Tojo. Orang-orang berkerumun untuk menghindari gejolak yang sedang berlangsung di wilayah To Tora'u sendiri; Suku Bare'e To Tora’u memiliki sifat keras kepala mereka dan berjuang dalam banyak kesulitan, dari mana peperangan kecil biasanya muncul.

Salah satu Suku Bare'e di wilayah To Tora’u sebelumnya mengatakan kepada kami bahwa mereka jarang pergi ke sawah tanpa tombak dan Kanta (perisai), Alasan lain untuk memburuknya suku bare'e di wilayah To Tora'u ini adalah penggunaan Saguer atau minuman Keras yang sangat berlebihan di sini sampai beberapa tahun yang lalu, karena memang penduduk Suku Bare'e To Tora'u adalah Pemabuk dan senang Mabuk-mabukan.

Festival Pengorbanan di Lobo dan Mopadungku, yang merupakan ciri khas Suku Bare'e di wilayah Poso - Todjo dengan nada baik yang ada di sana, biasanya berakhir dengan perkelahian di wilayah To Tora’u, di mana benda-benda mabuk mematikan dilemparkan ke kepala dalam kemabukan yang ganas.

Dalam hal ini, suku bare'e di wilayah To Lalaeyo, berseberangan sikap tidak seperti To Tora’u. Karena Kerajaan Tojo telah melarang impor minuman keras ke tikungan Teluk Tomini, hal itu menjadi lebih baik dalam hal ini. Suku Bare'e To Tora’oe telah membuat nama untuk suku-suku lain dengan tembikar mereka.

Lihat Pula

• Tadulako

• Toraja Koro

• Grup Poso-Tojo

• Batas Paling Barat dari Kerajaan Tojo : Sausu

• Batas Paling Timur dari Kerajaan Tojo : Pati-Pati

Referensi

  1. ↑ To Tora'u, WILAYAH KERAJAAN TOJO ", Diakses 15 Februari 2023.
  2. ↑ SUKU BARE'E ADALAH BARE'E-STAMMEN, ", Diakses 15 Februari 2023.
  3. ↑ Kerajaan Tojo, tana nto bare'e, ", Diakses 15 Februari 2023.
  4. ↑ Adriani & Kruyt 1912, hlm. 109. sfn error: tanpa target: CITEREFAdrianiKruyt1912 (bantuan)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan