Jumat, 30 Oktober 2026
02:15 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Titu Cusi

Titu Cusi

Bagikan:
Titu Cusi
Sapa Inka
250px-SAHUARAURA_p118_-_TTUPAC_AMARO.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Berkuasa1563 – 1571
PendahuluSayri Tupac
PenerusTúpac Amaru
Lahir1529
Cusco, Peru
Meninggal1571 (umur 41–42)
Vilcabamba, Peru
AyahManco Inca Yupanqui
DinastiHanan Qusqu

Don Diego de Castro Titu Cusi Yupanqui (1529 – 1571) adalah seorang penguasa Inca di Vilcabamba yang memimpin Negara Neo-Inka. Dia adalah putra Manco Inca Yupanqui. Titu Cusi dilantik pada tahun 1563, setelah kematian saudara tirinya, Sayri Tupac. Dia memerintah sampai kematiannya pada tahun 1571, kemungkinan karena radang paru-paru.[1]: 10–11 

Masa kekuasaan

Selama pemerintahannya di Vilcabamba, gubernur jenderal sementara Lope Garcia de Castro ingin bernegosiasi dengannya. Ia mencoba membujuk Cusi agar meninggalkan Vilcabamba. Setelah beberapa kali negosiasi, pada 1568, Titi Cusi dibaptis ke dalam Katolik Roma dengan nama Diego de Castro.[1]: xiv, 14–15 

Titu Cusi mengangkat Tupac Amaru sebagai imam dan penjaga jenazah Manco Inca Yupanqui di Vilcabamba.

Túpac Amaru menjadi penguasa Inca setelah kematian Titu Cusi pada tahun 1571. Teman dekat Titu Cusi, Martín de Pando, yang bekerja sebagai juru tulis Inka selama lebih dari sepuluh tahun dan Friar Augustinian Diego Ortiz dituduh telah membunuhnya dengan. Keduanya pun tewas terbunuh.[1]: 16 

Cusi adalah "narator" dan narasumber dalam An Inca Account of the Conquest of Peru, sebuah catatan yang menggambarkan invasi Spanyol. Cusi menceritakan kejadian itu pada tahun 1570 kepada misionaris Spanyol Fray Marcos García dan diterjemahkan oleh Martín de Pando, pembantunya yang berdarah Mestizo.[1]: 12 

Dokumen tersebut menyajikan peristiwa penaklukan oleh para conquistador menurut sudut pandang suku Inca yang unik, misalnya mereka menganggap penjajah Spanyol sebagai dewa. Berikut adalah bagian dokumen yang mengisahkan momen ketika Manco Inca, ayah dari Titu Cusi dan saudara laki-laki Atahualpa menerima berita pertama kedatangan orang Spanyol dari suku pesisir:[1]: 64 

Ketika ayah saya mendengar ini, dia tidak sadarkan diri dan berkata, "Beraninya orang-orang itu menyusup ke negara saya tanpa izin dan persetujuan saya? Siapa orang-orang ini dan bagaimana bisa mereka masuk?" Para utusan menjawab, "Baginda, orang-orang ini mustahil kalau mereka bukan dewa, karena mereka mengaku datang dibawa angin. Mereka adalah orang-orang yang berjanggut, sangat rupawan dan berkukit putih. Mereka makan dengan piring perak. Bahkan, domba yang mereka tunggangi berukuran besar dan mengenakan sepatu perak. Mereka bisa menciptakan petir laksana langit. Selain itu, kami telah menyaksikan dengan mata kepala sendiri kalau mereka berbicara dengan kain putih dan mereka memanggil beberapa dari kami dengan nama kami tanpa diberitahu oleh siapa pun dan hanya melihat ke arah kain yang mereka pegang itu... Siapa yang bisa melakukan hal ini selain para dewa?"

— Titu Cusi Yapanqui (1570), 'An Inca Account of the Conquest of Peru'

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Yupangui, Diego de Castro, titu cussi, active 16th century. (2005). An Inca account of the Conquest of Peru. Bauer, Ralph, 1965-. Boulder, Colo.: University Press of Colorado. ISBN 9781457110771. OCLC 607730293.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link)

Sumber

Pranala luar

Didahului oleh:
Sayri Tupac
Sapa Inka
Sebagai pemimpin Negara Neo-Inka

1563–1571
Diteruskan oleh:
Túpac Amaru
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan